
Belakangan, seiring meningkatnya perhatian pada pengelolaan gula darah, gimbap kadang dianggap sebagai biang keladi yang menaikkan gula darah. Padahal, tidak semua gimbap demikian. Dari sudut pandang gimbap, rasanya ingin membela diri dengan berkata, “Ini tidak adil.” Isi gimbap sangat beragam tergantung siapa yang membuatnya, sehingga tingkat kenaikan gula darah pun bisa sangat berbeda. Jika nasi putihnya banyak dan sayurannya sedikit, lonjakan gula darah bisa lebih besar. Sebaliknya, bila ditambahkan banyak biji-bijian campuran dan sayuran, gimbap dapat menjadi pilihan yang lebih sehat dan membantu mengendalikan gula darah.
Ternyata gimbap bisa berisi nasi lebih banyak dari dugaan...Ada kekurangan ‘seperti ini’?
Di dalam gimbap, ternyata nasi bisa masuk lebih banyak dari yang diperkirakan. Selain itu, ada yang menambahkan acar lobak manis yang mengandung gula, serta daging olahan tinggi natrium (sosis, surimi, dan sebagainya). Hal-hal ini kurang baik untuk pengelolaan gula darah. Tentu saja, karena berbeda-beda menurut toko dan produk, hal ini tidak bisa digeneralisasi. Satu hal lagi, gimbap cenderung dimakan dengan cepat. Ada juga yang memesan gimbap saat sedang sibuk. Ini pun merupakan kebiasaan yang dapat membuat gula darah naik lebih cepat. Karena dimakan terburu-buru, pencernaan dan penyerapan juga berlangsung lebih cepat sehingga dapat memicu kenaikan gula darah mendadak (fenomena spike).
Jika dibuat ‘seperti ini’... menjadi pilihan yang membuat gula darah naik lebih bertahap
Untuk membantu pengelolaan gula darah dan berat badan, gimbap sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari satu gulung per kali makan. Terutama, produk dengan porsi nasi tidak banyak dan kaya sayuran lebih baik. Akan lebih baik lagi bila menggunakan biji-bijian campuran seperti beras merah. Jika sosis diganti dengan dada ayam, telur dadar tipis, bayam, wortel, dan sebagainya, gula darah dapat naik lebih perlahan. Protein seperti dada ayam dan telur membantu membuat kenaikan gula darah lebih bertahap. Intinya, agar gimbap lebih ‘sehat’, jumlah karbohidrat (nasi) perlu dikurangi dan ditambah banyak sayuran kaya serat pangan serta sumber protein. Serat pangan membantu menekan kenaikan gula darah mendadak.
Bagaimana jika gimbap dimakan bersama kimchi...
Cobalah makan gimbap dengan kimchi sebagai pendamping. Kimchi mengandung berbagai nutrisi seperti serat pangan dan bakteri asam laktat (probiotik). Khususnya, serat pangan memperlambat pencernaan sehingga membantu menekan lonjakan gula darah mendadak akibat karbohidrat (gimbap). Kimchi juga membantu kesehatan pembuluh darah karena berperan menurunkan trigliserida di dalam tubuh. Bersama sayuran lain di dalam gimbap seperti bayam dan wortel, kimchi dapat memberikan efek sinergis dalam pengendalian gula darah. Mengunyah kimchi dan sayuran lain juga membantu membuat kita makan lebih pelan.
Kalau buatan rumah bisa diatur... lalu bagaimana dengan gimbap pesanan?
Di rumah, kita bisa memilih bahan gimbap sendiri dan membuatnya menjadi pilihan yang lebih sehat. Namun, untuk gimbap dari restoran, toko, atau layanan antar, biasanya kita harus memakannya sesuai yang disajikan. Bahan yang tidak disukai bisa dipisahkan sendiri, tetapi merepotkan dan kadang terasa sungkan dengan orang di sekitar. Sebagai gantinya, pilihlah ‘aktivitas fisik’ setelah makan. Sekitar 20 menit setelah makan, saat gula darah mulai naik, lakukan aktivitas seperti berjalan di kantor atau ruang keluarga, naik tangga, atau squat. Jika tidak memungkinkan, hindari duduk terus-menerus selama 20–30 menit. Dengan begitu, gula darah yang tadinya naik cepat dapat melambat dan meningkat lebih bertahap.