
Banyak pekerja kantoran, begitu selesai makan siang, terbiasa mencari es kopi. Namun, minuman kopi yang mengandung sirup dan krim sering kali menyimpan kalori lebih tinggi dari perkiraan dan justru dapat membuat rasa haus terasa lebih berat. Dengan kebiasaan sederhana mengganti secangkir kopi setelah makan dengan teh tanpa gula, asupan kalori yang tidak perlu bisa ditekan dan pengelolaan berat badan pada musim panas pun terbantu.
Teh oolong…teh yang pas untuk hari ketika makan siang berlemak
Jika Anda menyantap menu berlemak seperti samgyeopsal, tonkatsu, atau jjajangmyeon saat makan bersama atau makan di luar, teh oolong bisa menjadi pilihan. Riset mengenai polifenol dalam teh oolong yang berkaitan dengan metabolisme lemak terus dilakukan, dan teh ini juga membantu menyegarkan mulut setelah makan sehingga dapat menekan kebiasaan mencari pencuci mulut atau camilan. Namun, karena mengandung kafein, porsi yang tepat sekitar 2–3 cangkir per hari. Selain itu, alih-alih menambahkan es secara berlebihan, minumlah dalam kondisi cukup dingin agar beban pada lambung juga bisa berkurang.
Teh hijau…mengusir kantuk sore sekaligus membantu mengelola lemak tubuh
Mengatasi kantuk yang datang sekitar pukul 14.00–15.00 dengan teh hijau, alih-alih kopi manis, juga merupakan pilihan yang baik. Katekin dalam teh hijau dapat membantu oksidasi lemak, dan kafein dalam jumlah sedang berperan positif dalam meningkatkan konsentrasi kerja. Jika menggantikan minuman kopi manis, asupan gula dan kalori harian pun dapat berkurang secara alami. Namun, tepat setelah makan, kandungan tanin dapat sedikit mengganggu penyerapan zat besi, sehingga sebaiknya diminum sekitar 30 menit setelah makan.
Teh peppermint…meringankan perut kembung dengan sensasi segar
Pekerja kantoran yang sering makan di luar kerap merasa tidak nyaman atau kembung saat sore hari. Teh peppermint, dengan kandungan mentolnya, dapat membantu menenangkan saluran pencernaan sehingga mengurangi ketidaknyamanan setelah makan, dan aromanya yang sejuk membuatnya tetap nikmat diminum saat cuaca panas. Terutama setelah menyantap makanan berlemak atau pada hari ketika makan berlebihan, teh ini dapat membantu mengurangi rasa berat. Namun, bagi orang dengan penyakit refluks gastroesofageal, gejala bisa memburuk, sehingga sebaiknya memilih teh herbal lain.
Teh hibiscus…pilihan asam-segar sebagai pengganti minuman manis
Memilih teh hibiscus sebagai pengganti minuman bersoda atau jus buah dapat sangat mengurangi asupan gula dan kalori. Teh ini kaya antosianin dan asam organik, baik untuk meredakan dahaga di musim panas, dan karena rasanya asam-segar, cocok juga dinikmati seperti es teh. Namun, jika ditambahkan sirup atau gula, kalorinya akan meningkat tajam, sehingga pastikan meminumnya tanpa gula. Orang dengan tekanan darah rendah sebaiknya menghindari konsumsi berlebihan. Porsi yang tepat sekitar 1–2 cangkir per hari.
Teh lemon balm…membantu mengelola stres dan nafsu makan sekaligus
Pada sore hari ketika pekerjaan menumpuk, stres sering membuat orang lebih mudah mencari minuman manis. Teh lemon balm dapat membantu meredakan ketegangan berkat aroma herbalnya yang lembut, dan karena tidak mengandung kafein, dapat diminum tanpa beban bahkan pada sore menjelang malam. Jika diseduh dingin dan disimpan dalam tumbler, teh ini juga baik untuk menghilangkan dahaga dan cocok sebagai pengganti kopi dingin.
Yang terpenting bukan jenis tehnya, melainkan kebiasaan meminumnya "tanpa gula". Cukup mengganti secangkir kopi setelah makan dengan teh tanpa gula saja dapat mengurangi puluhan hingga ratusan kcal per hari, serta membantu mengelola berat badan pada musim panas dan menjaga kondisi tubuh pada sore hari sekaligus.