Choo Seong-hoon, 51 Tahun, Rahasia Kesehatan adalah ‘Ini’ Setiap Dua Minggu? "Memberi Istirahat pada Organ Dalam dan Detoks"

| masukan:

[Celeb Health] Mantan Petarung Choo Seong-hoon, Puasa Selama 48 Jam

Choo Seong-hoon mengatakan bahwa ia berpuasa selama 48 jam setiap dua minggu. Foto=JTBC ‘Tidak Bisa Sendirian’ cuplikan layar siaran

Choo Seong-hoon (51), mantan petarung, mengungkapkan rahasia menjaga kesehatan.

Dalam siaran terbaru JTBC ‘Tidak Bisa Sendirian’, komedian Heo Kyung-hwan muncul dan mencoba olahraga yang unik.

Hari itu, Heo Kyung-hwan bertanya kepada Choo Seong-hoon, “Ada bakat alami, tetapi apa rahasia menjaga kesehatan?”

Choo Seong-hoon menjawab, “Jika saya tidak lapar, saya tidak makan meskipun sudah pagi, dan sebaliknya, jika lapar, saya makan. Jika lapar di pagi buta, saya makan. Secara liar,” katanya. Lee Soo-ji juga mengatakan bahwa dia makan sebanyak itu, tetapi Choo Seong-hoon menjelaskan, “Itu sedikit berbeda,” yang membuat semua orang tertawa.

Dia menambahkan, “Saya berpuasa selama 48 jam hanya dengan minum air setiap dua minggu. Detoks. Ketika kita bekerja, kita juga beristirahat dua kali seminggu, jadi saya pikir organ dalam juga perlu istirahat.”

Asupan Makanan Pagi Buta, Menyebabkan Penumpukan Lemak Tubuh dan Mengganggu Tidur... Harus Makan dalam Jumlah Kecil dengan Fokus pada Makanan Berprotein

Seperti Choo Seong-hoon, hanya mengonsumsi makanan saat merasa lapar memiliki keuntungan karena tidak merangsang sekresi insulin secara tidak perlu. Namun, perlu berhati-hati pada waktu pagi buta.

Pagi buta adalah waktu di mana sekresi melatonin tinggi dan sensitivitas insulin menurun, sehingga makan pada waktu ini dapat menyebabkan fluktuasi gula darah, penumpukan lemak tubuh, dan penurunan kualitas tidur.

Jika terpaksa makan di pagi buta, sebaiknya hindari makanan tinggi lemak dan gula, dan pilih makanan yang kaya protein seperti tahu, telur rebus, dada ayam, atau yogurt Yunani yang memberikan rasa kenyang tetapi mudah dicerna.

Puasa 48 Jam, Baik untuk Mengelola Gula Darah dan Lemak Tubuh, tetapi Efek Detoksnya Lemah

Sementara itu, puasa 48 jam yang dilakukan Choo Seong-hoon setiap dua minggu dapat memberikan efek istirahat pada organ pencernaan dan mempercepat oksidasi lemak tubuh.

Namun, detoksifikasi dilakukan secara terus-menerus oleh hati dan ginjal, sehingga sulit untuk melihat efek detoks yang jelas. Jika tujuannya adalah detoks, maka membatasi alkohol, meminimalkan makanan olahan, serta mendapatkan tidur dan asupan cairan yang cukup akan lebih langsung membantu fungsi hati dan usus.

Jika ingin memberikan istirahat pada organ seperti Choo Seong-hoon, lebih aman dan berkelanjutan untuk melakukan puasa 24 jam atau menjaga puasa 14-18 jam secara berkala daripada puasa 48 jam.

Puasa Lama Setelah Usia Paruh Baya, Menyebabkan Kehilangan Otot... Harus Mengganti Air dan Garam

Terutama setelah usia paruh baya, puasa lama dapat menyebabkan kehilangan otot, dan jika aktivitas dilakukan tanpa asupan natrium dan kalium, dapat menyebabkan pusing atau kelelahan yang parah.

Oleh karena itu, selama puasa, perlu untuk mengganti sedikit garam dan air mineral, dan segera setelah puasa selesai, hindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak, serta mulai mengonsumsi makanan yang berfokus pada protein dan sayuran sedikit demi sedikit untuk mengurangi beban pada sistem pencernaan. Selain itu, melakukan latihan ringan seperti squat, push-up, dan latihan band sebelum dan sesudah puasa dapat membantu mencegah kehilangan otot.

×