‘Turun 20 kg’ Soyou, rahasia kembali ke bentuk tubuh masa kejayaan? “Dengan ‘cara ini’ nafsu makan berkurang”

| masukan:

[Kesehatan Seleb] Rahasia diet penyanyi Soyou

Penyanyi Soyou, mantan anggota grup Sistar, memamerkan tubuh yang ramping dan kencang setelah berhasil menurunkan berat badan.

Soyou memamerkan bentuk tubuh yang ramping tanpa lemak berlebih. Foto=Instagram Soyou
Soyou memamerkan bentuk tubuh yang ramping tanpa lemak berlebih. Foto=Instagram Soyou

Baru-baru ini, Soyou mengunggah dua video di akun media sosialnya disertai tulisan, “Menurut kalian aku habis syuting apa?” Dalam video tersebut, Soyou terlihat sedang melakukan pemotretan iklan dengan mengenakan busana ketat yang menonjolkan siluet tubuh.

Terutama, tubuhnya tampak lebih langsing namun tetap berisi dan kencang seolah kembali ke masa kejayaannya, sehingga hal ini menarik perhatian banyak orang. Sebelumnya, ia sempat menjadi perbincangan setelah mengungkapkan bahwa ia berhasil turun sekitar 20 kg, dari 68 kg menjadi 49 kg.

Soyou tampil di kanal YouTube ‘Alddaldalhan Chamgyeon’ bulan ini dan membagikan rahasia penurunan berat badannya. Dalam video itu, ia berkata, “Saat menjalani pola makan rendah karbohidrat tinggi lemak, nafsu makan saya banyak berkurang,” lalu menambahkan, “Selama lebih dari setahun saya diet sambil tetap makan semuanya, tapi saya makan benar-benar seperti orang yang sangat hemat.”

Pola makan rendah karbohidrat tinggi lemak dan memperlambat kecepatan makan efektif mencegah makan berlebihan serta membantu mempertahankan rasa kenyang

Rahasia Soyou untuk mengurangi nafsu makan, yaitu pola makan rendah karbohidrat tinggi lemak, memang dapat membantu mengendalikan selera makan. Dengan mengurangi asupan karbohidrat pada pola ini, lonjakan dan penurunan gula darah yang drastis dapat ditekan, sementara rasa kenyang dapat bertahan lebih lama karena lemak dan protein dicerna lebih lambat.

Selain itu, strategi makan sedikit demi sedikit sambil mengunyah dengan cukup juga efektif untuk mengatur porsi makan secara alami. Jika makan lebih pelan, tubuh memiliki waktu yang cukup agar sinyal kenyang dari lambung tersampaikan ke otak, sehingga risiko makan berlebihan berkurang.

Asupan kalori tetap perlu dipantau…memakai peralatan makan berukuran kecil juga membantu

Soyou mengatakan ia tidak terlalu membatasi jenis makanan, tetapi bila makanan yang dikonsumsi tinggi kalori, total asupan kalori tetap bisa meningkat terlepas dari kecepatan makan. Karena itu, sebaiknya membiasakan diri memeriksa perkiraan kalori sebelum makan.

Selain itu, bila makan terlalu pelan atau dengan porsi sangat kecil terasa menimbulkan stres, kebiasaan tersebut bisa sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Karena itu, lebih baik memulai dengan memperlambat kecepatan makan secara wajar dibanding biasanya. Misalnya, menggunakan piring kecil atau garpu kecil juga merupakan cara untuk secara alami memperlambat kecepatan makan sekaligus mengurangi jumlah yang dimakan.

×