
Belakangan ini, 'diet gula darah' menjadi perhatian. Bahkan bagi mereka yang tidak menderita diabetes, mengelola gula darah dapat membantu menurunkan berat badan. Jika gula darah sering melonjak (fenomena spike), lemak dapat menumpuk di tubuh dan menyebabkan perut buncit. Dengan mengonsumsi karbohidrat (nasi, mie, roti, dll.) dan lemak secara tepat serta berolahraga, kita dapat mencegah lonjakan gula darah. Terutama, aktivitas fisik setelah makan sangat penting. Olahraga apa yang harus dilakukan?
Jika kita melihat prinsip lonjakan gula darah... Mengapa lonjakan gula darah terjadi?
Karbohidrat yang kita konsumsi saat makan akan dicerna menjadi gula (glukosa). Ketika gula masuk ke dalam darah dalam jumlah banyak, gula darah akan melonjak. Sebaliknya, jika gula masuk ke dalam sel-sel seperti otot dan digunakan sebagai energi, kadar gula darah dalam darah akan menurun. Pada saat ini, yang sangat dibutuhkan adalah insulin (hormon pengatur gula darah) yang disekresikan oleh pankreas. Jika fungsi insulin menurun dari normal, maka sulit untuk mengatur gula darah, yang dikenal sebagai resistensi insulin. Ketika resistensi ini muncul, insulin tidak dapat berfungsi dengan baik untuk memasukkan glukosa ke dalam sel, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Jika fenomena ini sering terjadi, risiko diabetes meningkat.
Jika perut buncit banyak muncul... Mengapa sulit mengatur gula darah?
Menurut data dari Asosiasi Diabetes Korea, obesitas, lebih tepatnya lemak, memiliki pengaruh langsung terhadap resistensi insulin. Terutama, lemak visceral (lemak perut) lebih meningkatkan resistensi insulin dibandingkan lemak subkutan. Jika banyak lemak perut, mungkin akan sulit untuk mengatur gula darah. Jika mengonsumsi karbohidrat dan lemak secara berlebihan serta kurang berolahraga, resistensi insulin akan semakin meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi kalori dengan tepat dan menjaga berat badan normal melalui olahraga yang sesuai. Terutama, mencegah obesitas (obesitas perut) sangat penting.
Olahraga "Seberapa penting?"... Apa prinsip menurunkan gula darah?
Untuk mengelola gula darah, penting untuk mengatur pola makan + olahraga. Terutama, olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin mulai dari beberapa saat setelah dimulai hingga sekitar 48 jam. Jika kita berolahraga secara teratur setidaknya setiap dua hari sekali, kita dapat menurunkan resistensi insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin. Jika kita berhenti berolahraga lebih dari dua hari, efeknya akan berkurang. Olahraga setelah makan lebih efektif dalam mengelola gula darah. Jika kita bergerak antara 20 menit hingga 1 jam setelah makan, ketika makanan dicerna dan gula darah meningkat, kita dapat menekan lonjakan gula darah. Menggunakan tangga, squat, dan latihan tumit adalah jenis olahraga yang lebih baik untuk merangsang otot.
Jika terpaksa makan berlebihan... Aktivitas fisik adalah keharusan, dan jika gula darah stabil?
Orang Korea memiliki pankreas yang lebih kecil dalam memproduksi insulin dibandingkan dengan orang Barat. Secara genetik, fungsi sekresi insulin cenderung lemah. Dengan berkembangnya budaya makan berlebihan dan makan malam larut, pankreas menjadi tertekan. Era 'krisis diabetes' sangat dipengaruhi oleh lingkungan ini. Jika kita menghindari makan berlebihan dan sering bergerak, gula darah akan meningkat secara perlahan. Secara alami, lemak perut juga dapat berkurang. Jika terpaksa makan berlebihan, setidaknya jangan berpikir untuk duduk selama 30 menit. Mari kita lihat smartphone sambil berdiri. Ingatlah bahwa kita harus menstabilkan gula darah agar bisa menurunkan berat badan.