
Perubahan pada otak seiring bertambahnya usia adalah hal yang normal. Lapisan luar otak yang berkerut, yaitu korteks serebral, semakin menipis seiring bertambahnya usia. Ini terutama terlihat di lobus frontal, yang mengelola memori, emosi, pengendalian impuls, pemecahan masalah, interaksi sosial, dan fungsi motorik.
Beberapa bagian dari lobus temporal yang terletak di belakang telinga juga menunjukkan penipisan, yang membantu dalam memahami kata-kata, berbicara, membaca, menulis, dan menghubungkan kata dengan makna. Bagian otak yang paling lambat matang selama masa remaja adalah yang pertama kali mengalami penuaan dan penyusutan.
Bagian otak yang menyusut mengandung serat saraf yang penting. Ketika otak menyusut, koneksi antara sel saraf berkurang dan sistem neurotransmitter yang mengirimkan informasi dari otak ke berbagai bagian tubuh berubah, yang dapat menyebabkan banyak komplikasi.
Semua faktor ini mempengaruhi proses penuaan dan penurunan kognitif. Lalu, apa saja cara untuk mendukung kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif seiring bertambahnya usia? Media kesehatan dan medis Amerika, ‘WebMD’, telah menyelidiki hal ini berdasarkan data.
Berhati-hatilah dalam Makan Sehat=Kegemukan di usia paruh baya dapat dengan mudah berhubungan dengan demensia di usia tua. Hal terpenting untuk menurunkan berat badan adalah olahraga teratur dan pola makan sehat.
Hindari makanan seperti keripik kentang atau biskuit yang meningkatkan risiko diabetes, dan konsumsi banyak ikan dan kacang-kacangan yang kaya omega-3. Juga penting untuk mengonsumsi cukup buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan.
Olahraga Setiap Hari=Tidak perlu menjadi atlet untuk hidup sehat dan lama. Cukup dengan berjalan cepat selama 20 menit setiap hari sudah cukup untuk mencegah demensia. Olahraga merangsang sel-sel otak untuk bercabang dan menghasilkan protein yang membuat komunikasi lebih efektif.
Perhatikan Penyakit Kardiovaskular=Penyakit seperti hipertensi, hiperlipidemia, dan diabetes dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif. Periksa tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah secara teratur dan lakukan konsultasi dengan dokter untuk pengelolaan.
Kelola Stres dengan Baik=Stres dapat mengecilkan pusat memori di otak. Hormon stres, kortisol, bahkan dapat merusak memori secara sementara.
Mediasi atau yoga dapat membantu mengatur suasana hati dan meningkatkan daya ingat. Terutama, meditasi dapat memperpanjang panjang telomer kromosom, yang merupakan tanda umur panjang. Bertemu teman dan tidur nyenyak juga berkontribusi untuk mengurangi stres.
Latih Otak Anda=Bermain game, menghadiri pertemuan, dan bepergian semuanya membuat sel-sel otak tetap aktif. Hidup terikat pada smartphone atau tablet berisiko, tetapi beberapa permainan dapat meningkatkan kemampuan multitasking dan pemecahan masalah. Pencarian online juga mengaktifkan jalur saraf.
Jaga Hubungan Sosial=Ada orang yang secara alami bersosialisasi, tetapi meskipun tidak, seseorang tidak bisa hidup seperti pulau terpencil. Bahkan orang yang lebih suka kehidupan tenang harus berusaha untuk tetap berhubungan dengan orang-orang penting.
Otak berkembang berdasarkan interaksi dan koneksi sosial. Para ahli menjelaskan, "Hubungan dan interaksi dengan orang lain berkontribusi pada faktor biologis kompleks yang dapat mencegah otak melambat."
Hentikan Merokok Tanpa Syarat=Merokok tidak hanya berbahaya bagi paru-paru, tetapi juga mempengaruhi penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Tidak Ada Usia Terlambat untuk Belajar=Seperti olahraga membantu pembentukan otot, menjaga otak tetap aktif berkontribusi pada pemeliharaan daya kognitif yang kuat sepanjang hidup. Pertimbangkan untuk memiliki hobi baru atau belajar keterampilan baru.
Intinya adalah menemukan minat yang benar-benar Anda cintai. Belajar hal baru dalam hidup tidak pernah terlambat.
〈Pertanyaan yang Sering Diajukan〉
Q1. Kapan penuaan otak dimulai?
A1. Biasanya mulai perlahan-lahan dari akhir 20-an hingga 30-an, tetapi perubahan yang cukup signifikan untuk mempengaruhi kehidupan sehari-hari lebih jelas terjadi pada usia paruh baya dan lanjut. Ada perbedaan individu yang besar.
Q2. Apakah penuaan otak dan demensia itu sama?
A2. Tidak. △Penuaan otak: Proses penuaan yang normal (penurunan kecepatan pemrosesan, lupa sejenak, dll.) △Demensia: Kondisi patologis yang mengganggu kehidupan sehari-hari secara serius → Tidak semua penuaan otak berujung pada demensia.
Q3. Apakah daya ingat pasti menurun seiring bertambahnya usia?
A3. Ada beberapa perubahan, tetapi tidak semua daya ingat menurun. △Daya ingat jangka pendek, kecepatan: mungkin menurun △Pengalaman, pengetahuan, dan penilaian: sering kali tetap atau bahkan meningkat.
