Saat Sangat Haus, Tak Selalu Air Putih: 6 Minuman yang Menghidrasi Lebih Dalam

| masukan:

Pilihan minuman untuk mengisi ulang cairan tubuh

Tubuh yang lelah akibat panas dan keringat dapat terbantu oleh minuman musim panas yang bisa mengisi ulang cairan sekaligus elektrolit. Foto=dibuat oleh GPT

Ketika cuaca mendadak panas, keluhan seperti, "meski sudah minum air, tetap saja terus merasa haus" makin sering terdengar. Terutama pada hari-hari ketika tubuh banyak berkeringat, bukan hanya cairan yang keluar, tetapi juga elektrolit seperti natrium dan kalium ikut berkurang. Karena itu, rasa haus kadang tidak mudah reda meski sudah minum air dalam jumlah cukup. Dalam kondisi tubuh yang terkuras oleh panas dan keringat, minuman yang membantu mengisi ulang cairan sekaligus elektrolit dapat menjadi pilihan.

Air mentimun dan lemon...cara menyegarkan untuk mengisi ulang cairan

Mentimun merupakan salah satu bahan pangan musim panas yang khas karena kandungan airnya lebih dari 95%. Jika ditambahkan lemon, aroma segarnya dapat meningkatkan selera dan mendorong orang minum lebih sering. Mentimun kaya kalium sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, sementara lemon mengandung vitamin C dan asam sitrat.

Cara membuatnya juga sederhana. Iris tipis mentimun dan lemon yang sudah dicuci bersih, masukkan ke dalam air, lalu simpan di lemari es sekitar 1–2 jam. Namun, bagi orang yang mengalami refluks asam lambung atau memiliki penyakit lambung, sebaiknya tidak menambahkan lemon terlalu banyak.

Air kelapa...mengapa disebut minuman isotonik alami

Air kelapa kaya elektrolit seperti kalium dan magnesium, sehingga di luar negeri kerap disebut sebagai "minuman olahraga alami". Jika diminum setelah banyak berkeringat, air kelapa dapat membantu mengisi ulang cairan dan elektrolit sekaligus, dan kalorinya juga cenderung lebih rendah dibanding minuman biasa. Di dalam negeri, Anda bisa menikmatinya dengan praktis menggunakan produk tanpa gula tambahan yang dijual di supermarket atau minimarket. Namun, ada produk yang ditambahkan gula, sehingga perlu memeriksa kandungannya. Orang dengan penyakit ginjal perlu berhati-hati terhadap asupan kalium.

Minuman isotonik rendah gula...efektif pada hari banyak berkeringat

Setelah aktivitas luar ruang atau olahraga dalam waktu lama, bukan hanya cairan yang berkurang, tetapi elektrolit juga ikut hilang. Pada kondisi ini, minuman isotonik rendah gula atau tanpa gula dapat memasok natrium dan kalium sekaligus, sehingga membantu penyerapan cairan. Terutama setelah banyak berkeringat, minuman ini dapat membantu ketika merasa pusing atau muncul gejala dehidrasi. Namun, minuman olahraga pada umumnya memiliki kandungan gula yang lebih tinggi dari perkiraan. Jika diminum berlebihan, asupan kalori justru bisa meningkat, sehingga perlu membiasakan diri memeriksa label informasi gizi.

Jus semangka...minuman andalan untuk mengisi ulang cairan di musim panas

Semangka terdiri dari lebih dari 90% air, sehingga sering direkomendasikan sebagai makanan untuk meredakan haus di musim panas. Jus tanpa gula tambahan yang dibuat dengan memblender semangka yang disimpan dingin dapat membantu mengisi ulang cairan sekaligus memasok kalium. Terutama saat selera makan menurun karena panas, jus ini mudah diminum tanpa terasa berat, dan berkat rasa manis alaminya, mudah dinikmati oleh semua usia. Namun, karena buah juga mengandung gula, sebaiknya tidak menambahkan gula atau sirup dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Teh hijau dingin...menyegarkan hingga ke mulut

Teh hijau dapat membantu mengisi ulang cairan, dan aromanya yang khas kerap membuat rasa haus terasa berkurang. Teh hijau mengandung komponen antioksidan seperti katekin dan juga dikenal luas sebagai minuman kesehatan. Jika diminum dingin, sensasi segarnya meningkat sehingga cocok untuk cuaca panas. Namun, teh hijau mengandung kafein, sehingga tidak dianjurkan meminumnya sepanjang hari sebagai pengganti air putih. Orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan tidur sebaiknya menghindari konsumsi pada larut malam.

Teh barley...minuman musim panas yang paling sering dipilih orang Korea

Teh barley tidak mengandung kafein dan hampir tidak membebani asupan kalori, sehingga tetap digemari sebagai minuman untuk mengisi ulang cairan di musim panas. Berkat rasa gurihnya, banyak orang merasa lebih mudah meminumnya dibanding air putih biasa. Jika disimpan dingin di lemari es lalu diminum, teh ini dapat membantu meredakan haus. Selain itu, teh barley membantu meningkatkan asupan cairan secara alami, sehingga cocok juga bagi orang yang jarang minum air. Jika tidak memiliki penyakit khusus, ini merupakan minuman musim panas yang khas dan dapat dinikmati tanpa beban oleh semua usia.

×