‘Raja dan Pria’ Makanan yang Dimakan Danjong⋯Apa Efeknya bagi Tubuh?

| masukan:

[Helstagram] #RajaDanPria #Danjong #SuraSang #AsuriNamul #Yeongwol

Dengan kesuksesan film 'Raja dan Pria' yang mendekati 10 juta penonton, minat terhadap makanan yang sebenarnya disajikan di meja Danjong juga meningkat. Foto=Showbox YouTube

Film ‘Raja dan Pria (selanjutnya disebut Raja dan Pria)’ mendekati 10 juta penonton, sementara minat terhadap tempat wisata dan makanan di Yeongwol, Gangwon-do, yang menjadi latar belakang film ini juga meningkat.

‘Raja dan Pria’ yang mengisahkan tentang pemecatan Danjong, kehidupan pengasingan, dan kematiannya, menggambarkan hubungan antara raja muda yang diasingkan dan penduduk desa pegunungan di Gwangcheon-gol, Gangwon-do dengan cara yang sederhana, memberikan tawa dan emosi kepada penonton.

Terutama dengan popularitas film ini, jumlah pengunjung ke Cheongnyeongpo, lokasi syuting film dan tempat pengasingan Danjong, terus meningkat. Selama liburan Seollal yang lalu, jumlah wisatawan yang mengunjungi Cheongnyeongpo melebihi 10.000 orang. Ini adalah peningkatan lebih dari lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya (2.006 orang).

Selain itu, minat terhadap lauk ‘Asuri Namul’ yang dimasak dengan penuh perhatian oleh penduduk Gwangcheon-gol untuk Danjong juga meningkat. Asuri Namul yang terbuat dari bahan-bahan sederhana khas Gangwon-do, makanan apa yang membuatnya sampai ke meja Danjong? Komedi.com Helstagram menyelidiki tentang Asuri Namul.

Lauk yang Kaya Nutrisi di Meja Raja, Asuri Namul

‘Asuri Namul’ yang berarti ‘sayuran yang disajikan di meja raja’ tumbuh dari pertengahan Maret hingga Mei, dan paling lambat awal Juni. Sejak zaman dahulu, ada area tumbuh Asuri Namul di dalam Cheongnyeongpo yang mudah diakses, dan berkat itu, sayuran ini disajikan di meja Danjong pada awal masa pengasingannya (Juni hingga November). Dalam film, sayuran ini juga muncul secara signifikan di salah satu sisi meja.

Asuri Namul adalah sayuran pegunungan yang musimnya adalah akhir musim semi, dengan rasa pahit namun manis dan tekstur kenyal yang menjadi ciri khasnya.

Asuri Namul diakui sebagai salah satu dari tiga sayuran aromatik terbaik di Korea, bersama dengan Chamnamul dan Chwinamul. Foto=Instagram Resmi Festival Danjong Yeongwol

Sebelum film dirilis, beberapa restoran di Yeongwol sudah menjual menu bernama ‘Meja Makan Danjong’. Cara penyajiannya adalah dengan mencampurkan Asuri Namul ke dalam nasi dan memasaknya bersama dalam bentuk nasi kukus, yang kaya akan berbagai nutrisi dan dianggap sebagai makanan sehat.

Pertama, tunas Asuri Namul kaya akan komponen bernama ‘Kumarina’ yang memiliki aroma khas. Berkat ini, saat memasak nasi, dapat meningkatkan rasa pahit dan manis. Selain itu, akarnya memiliki efek menekan peradangan kronis dan mencegah osteoporosis, sehingga mengonsumsinya dalam bentuk ekstrak dapat membantu. Daunnya kaya akan komponen antioksidan seperti saponin dan polifenol yang membantu menghilangkan racun dalam pembuluh darah dan mencegah penyakit pembuluh darah otak.

Tentu saja, rasanya juga luar biasa. Biasanya dimakan dalam bentuk sayuran campur, lalapan, atau nasi kukus, aroma harum dan lembutnya mirip dengan minari, dengan rasa pahit yang muncul di akhir. Keunggulannya adalah dapat dipadukan dengan berbagai makanan, sehingga dikategorikan sebagai sayuran pegunungan berkualitas tinggi. Bersama dengan Chwinamul dan Chamnamul, Asuri Namul dianggap sebagai salah satu dari tiga sayuran aromatik terbaik di Korea.

Film yang berhasil mencapai 10 juta penonton ini memberikan semangat baru bagi industri film Korea yang sedang terpuruk dan pariwisata Yeongwol. Mencoba lauk yang sebenarnya dimakan Danjong saat musim Asuri Namul tiba juga bisa menjadi pengalaman yang berarti.

Catatan Editor: Asuri Namul yang harum namun memiliki rasa pahit di akhir, bukankah itu mirip dengan pengasingan Danjong itu sendiri.

Helstagram
×