
Aktor Kim Byeong-cheol (51) mengungkapkan rahasia manajemen berat badannya yang tidak berbeda dari saat ia berusia 20-an.
Kim Byeong-cheol baru-baru ini menghadiri acara perayaan teater aktor Lee Sang-yoon sebagai dukungan di MBC ‘Jeonji-gyeok Chamgyeon Sijeom’. Kim Byeong-cheol, yang terkenal sebagai hantu ‘Pagu’ dengan wajah hitam di drama ‘Dokkaebi’ dan sebagai suami dokter yang berselingkuh Seo In-ho di ‘Doctor Cha Jeong-suk’, menunjukkan pesona manusiawi dengan sikap serius namun hangat dan penuh humor pada hari itu.
Kim Byeong-cheol juga membagikan rahasia manajemen dirinya. Ia mengatakan bahwa ia telah menjaga berat badan yang serupa selama lebih dari 30 tahun sejak masa 20-an, dengan cara “bersepeda di dalam rumah. Bersepeda sambil berdiri dalam waktu singkat hingga berkeringat.” Hasilnya, Kim Byeong-cheol mempertahankan tubuh yang kencang tanpa lemak berlebih, baik di masa 20-an maupun sekarang.
Setelah membangun dasar yang kuat di panggung teater, Kim Byeong-cheol beralih antara drama dan film, dan baru-baru ini berperan sebagai pengacara dengan kekuatan super di serial Netflix ‘Cashero’. Mari kita lihat lebih dekat tentang olahraga Kim Byeong-cheol yang berhasil menjaga kesehatan dan berat badannya di tengah jadwal yang padat.

Manfaat Kesehatan dan Diet dari Sepeda Statis
Sepeda statis adalah salah satu olahraga kardiovaskular yang efektif untuk meningkatkan fungsi jantung dan kesehatan pembuluh darah serta membakar lemak. Ini dianggap sebagai olahraga yang sangat membantu dalam menjaga berat badan jangka panjang. Meskipun dalam waktu singkat, jika intensitasnya ditingkatkan, itu akan menjadi bentuk HIIT (High-Intensity Interval Training), yang meningkatkan pengeluaran kalori dan efektivitas peningkatan kebugaran dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan.
Bersepeda statis secara teratur dapat meningkatkan fungsi jantung, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan VO2max (kapasitas maksimum oksigen, kemampuan menggunakan oksigen saat berolahraga), yang mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Menurut penelitian, hanya dengan pedal selama 20-30 menit dengan intensitas sedang lima kali seminggu, indikator kesehatan kardiovaskular dapat meningkat secara signifikan. Ini juga direkomendasikan bagi mereka yang memiliki osteoartritis atau nyeri lutut karena memberikan dampak yang lebih sedikit pada lutut dan pergelangan kaki dibandingkan dengan lari.
Selain itu, bersepeda aerobik secara teratur juga memiliki efek positif pada peningkatan daya ingat dan fungsi otak, mengurangi stres dan depresi, serta meningkatkan kualitas tidur. Ini membantu meningkatkan sekresi hormon yang membuat kita merasa baik seperti endorfin, yang membantu menstabilkan suasana hati dan meningkatkan energi.
Efek dietnya sangat baik. Dengan berat badan 70kg, bersepeda statis dengan intensitas sedang selama 30 menit dapat membakar sekitar 200-350kcal. Jika intensitasnya ditingkatkan, bisa membakar lebih dari 700kcal per jam. Dalam penelitian yang menggabungkan bersepeda statis selama 45 menit tiga kali seminggu dengan diet rendah kalori (1200kcal per hari), berat badan, lemak tubuh, dan trigliserida semuanya menurun. Selain itu, jika dilakukan secara teratur dengan intensitas sedang atau lebih, oksidasi lemak meningkat, dan jumlah lemak tubuh serta lingkar pinggang berkurang.
Terutama karena terus menggunakan otot besar seperti paha dan bokong, ini menguntungkan untuk menjaga metabolisme basal, sehingga membantu mencegah efek yo-yo. Kekuatan otot pada otot quadriceps (depan paha), hamstring (belakang), gluteus (bokong), dan betis meningkat, berkontribusi pada elastisitas garis bawah tubuh. Berkat pemeliharaan massa otot, meskipun berat badan berkurang, ini menguntungkan untuk menciptakan tubuh yang terlihat lebih ramping.
Karena dapat dilakukan kapan saja tanpa tergantung pada cuaca dan memiliki keuntungan waktu yang singkat, ini menjadi pilihan yang realistis untuk menjaga berat badan jangka panjang atau kebugaran.
Efek Olahraga Bersepeda Sambil Berdiri dalam Waktu Singkat dan Intens
Metode bersepeda sambil berdiri dalam waktu singkat seperti Kim Byeong-cheol dapat dipahami sebagai HIIT (High-Intensity Interval Training) + Standing Climb. HIIT yang melibatkan pedal dengan kekuatan penuh selama 20-40 detik + pemulihan selama 20-60 detik dapat secara signifikan meningkatkan daya tahan dan kemampuan kardiovaskular dalam waktu 20-30 menit. Interval intensitas tinggi tidak hanya membakar kalori selama olahraga tetapi juga menghasilkan pembakaran kalori tambahan (EPOC, efek afterburn) untuk beberapa waktu setelah olahraga, sehingga meningkatkan efisiensi pengurangan lemak tubuh dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan. Olahraga sepeda dengan interval pendek dan kuat ini cepat meningkatkan kemampuan kardiovaskular dan juga efektif dalam meningkatkan sensitivitas insulin, tekanan darah, dan lipid.
Dengan berdiri dari sadel dan membungkuk ke depan, otot bokong, hamstring, dan inti terlibat, dan berat badan lebih terfokus pada pedal, meningkatkan output secara instan. Dalam posisi berdiri, keseimbangan dan pergeseran pusat meningkat, yang meningkatkan stabilisasi inti dan penggunaan otot penyangga bawah. Namun, beban pada lutut dan pergelangan kaki juga dapat meningkat, jadi bagi mereka yang memiliki nyeri biasa perlu berhati-hati.
Disarankan untuk melakukan pemanasan selama 5 menit → bersepeda dengan kuat sambil berdiri selama 30 detik + duduk perlahan selama 60 detik diulang 8-10 set → pendinginan selama 3-5 menit, total 20-25 menit. Campurkan dengan lari, berjalan, atau pilates dan lakukan dengan intensitas tinggi 1-3 kali seminggu, sementara sisanya dilakukan dengan intensitas sedang dalam waktu yang lebih lama untuk mengurangi beban pada sendi dan jantung. Selain itu, jika Anda mengatur diet dengan mengurangi asupan kalori harian sekitar 300-500kcal, Anda dapat meningkatkan efek diet.