
Jika Anda telah minum lebih dari satu botol soju di pertemuan minum terakhir, Anda mungkin juga termasuk orang yang menikmati minum berlebihan.
Menurut standar pria, mengonsumsi alkohol lebih dari 70g (wanita 56g) dalam satu waktu harus diklasifikasikan sebagai minum berlebihan. Ini karena mengonsumsi alkohol di atas angka tersebut dapat merusak saluran pencernaan dan membuat tubuh rentan terhadap peradangan.
Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Harvard baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan kesimpulan ini setelah menganalisis dampak konsumsi alkohol berlebihan terhadap saluran pencernaan.
Tim peneliti memaksa tikus percobaan untuk mengonsumsi 3,5g alkohol per kg berat badan sekali sehari selama 3 hari berturut-turut, kemudian menganalisis dampak alkohol.
Hasilnya menunjukkan bahwa bagian atas usus halus, yang bertanggung jawab untuk fungsi pencernaan utama seperti menyerap nutrisi dari makanan, mengalami kerusakan yang signifikan. Terutama, vili (tonjolan di permukaan dalam usus halus) yang membantu penyerapan makanan dan mencegah masuknya bakteri menjadi terlalu pendek dan aus setelah konsumsi alkohol berlebihan.
Menurut tim peneliti, hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi penyerapan nutrisi menurun dan seluruh usus menjadi rentan terhadap infeksi. Faktanya, setelah 3 jam konsumsi alkohol, jumlah neutrofil di mukosa usus halus meningkat secara signifikan. Neutrofil adalah sel imun primer yang mencegah bakteri atau patogen yang menyerang tubuh, dan peningkatan jumlah ini menunjukkan bahwa tubuh menganggap 'tindakan minum' sebagai 'ancaman setara dengan infeksi'.
Selain itu, dalam proses imun ini, permukaan usus mengalami kerusakan yang menyebabkan peningkatan sementara kadar endotoksin dalam darah. Ini berarti bahwa ada lebih banyak racun dalam darah, yang disebabkan oleh kerusakan permukaan usus yang memungkinkan racun dari bakteri yang seharusnya berada di dalam usus masuk ke dalam darah.
Terutama, setelah 24 jam pasca minum, kadar neutrofil dan endotoksin kembali normal, tetapi kerusakan pada vili dan permukaan usus halus tidak sepenuhnya pulih seiring berjalannya waktu.
Tim peneliti menjelaskan, "Jumlah alkohol yang mempengaruhi tikus percobaan setara dengan 70g alkohol untuk pria dan 56g untuk wanita yang diminum dalam waktu dua jam."
Dengan mempertimbangkan bahwa soju 16 derajat yang paling umum beredar di dalam negeri mengandung sekitar 45g alkohol per botol, maka wanita yang minum lebih dari 1,2 botol soju akan dianggap 'minum berlebihan'. Untuk pria, batasnya adalah 1,5 botol. Jika dihitung dengan bir kaleng 4,5 derajat (500ml), wanita akan minum lebih dari 3 kaleng, dan pria lebih dari 4 kaleng untuk dianggap minum berlebihan.
Tim peneliti menyatakan, "Meskipun perlu mempertimbangkan pola minum individu, perbedaan berat badan, dan kecepatan minum saat menginterpretasikan hasil eksperimen, yang penting adalah bahwa batasan 'minum berlebihan' yang merusak tubuh kita lebih rendah dari yang kita kira."
Hasil penelitian ini baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional 《Alkohol: Penelitian Klinis dan Eksperimental (Alcohol: Clinical and Experimental Research)》.
