Berbahaya jika membiarkan tudung kompor dipenuhi kerak minyak… Cukup satu sendok ‘bubuk ini’, urusan bersih-bersih beres?

| masukan:

Memanfaatkan natrium perkarbonat yang dilarutkan dalam air panas

Filter hood umumnya tersusun dari jaring dengan lubang-lubang halus yang rapat, sehingga hanya mengelap permukaannya saja membuat kerak minyak di bagian dalam lubang sulit dihilangkan. Foto=Getty Image Bank
Filter hood umumnya tersusun dari jaring dengan lubang-lubang halus yang rapat, sehingga hanya mengelap permukaannya saja membuat kerak minyak di bagian dalam lubang sulit dihilangkan. Foto=Getty Image Bank

Filter hood kompor gas sering luput dari perhatian sehingga perawatannya mudah terabaikan. Karena terasa merepotkan, pembersihan pun sering ditunda. Namun jika dibiarkan, kerak minyak yang menumpuk di bagian dalam akan semakin banyak dan bukan hanya membuat pembersihan makin sulit, tetapi hood dan duct yang dipenuhi kerak minyak juga dapat menjadi pemicu kebakaran.

Faktanya, penyebab kebakaran yang terjadi pada Februari lalu di sebuah restoran di Jung-gu, Seoul, diketahui berasal dari kerak minyak yang menumpuk di dalam duct pembuangan pada hood dapur. Percikan api yang muncul saat proses memasak menyentuh sisa minyak di bagian dalam, lalu memicu kebakaran. Jenis kecelakaan seperti ini tidak bisa dianggap aman hanya karena terjadi di rumah.

Memanfaatkan natrium perkarbonat yang dilarutkan dalam air panas

Filter hood sebagian besar memiliki struktur jaring dengan lubang-lubang halus yang rapat. Partikel minyak yang muncul saat memasak naik melalui celah-celah lubang dan perlahan mengeras. Inilah alasan mengapa hanya mengelap permukaan saja sulit menghilangkan kerak minyak di bagian dalam lubang.

Untuk menghilangkan kerak minyak dengan lebih mudah, ada cara dengan memanfaatkan natrium perkarbonat. Saat natrium perkarbonat larut dalam air, ia terurai menjadi hidrogen peroksida dan natrium karbonat. Selanjutnya, oksigen yang dihasilkan ketika hidrogen peroksida terurai menimbulkan reaksi oksidasi yang mengangkat kotoran organik seperti kerak minyak. Natrium karbonat, sebagai komponen bersifat alkali, membantu menetralkan minyak.

Karena reaksi ini lebih aktif pada suhu tinggi, masukkan natrium perkarbonat dan air panas ke dalam kantong zip besar atau kantong plastik. Setelah natrium perkarbonat larut, masukkan filter dan rendam selama 10–20 menit. Setelah itu, gosok dengan sikat lembut yang diberi deterjen netral agar kerak minyak mudah terlepas.

Namun, perlu hati-hati: jika filter berbahan aluminium atau yang memiliki lapisan coating direndam terlalu lama dalam larutan natrium perkarbonat, dapat terjadi korosi atau perubahan warna. Ventilasi selama proses pembersihan juga penting.

Jika tidak ada natrium perkarbonat, bagaimana?

Jika tidak ada natrium perkarbonat, coba gunakan soda kue dan sabun cuci piring. Caranya mirip dengan cara menggunakan natrium perkarbonat. Masukkan soda kue, sabun cuci piring, dan air panas ke dalam kantong zip besar. Lalu masukkan filter yang sudah dilepas dari hood agar bahan pembersih menyentuh seluruh permukaan secara merata.

Soda kue membantu memecah minyak sehingga daya lekat kerak minyak menjadi lebih longgar. Sabun cuci piring mengemulsikan minyak yang sudah terurai dengan air. Air panas membantu mengaktifkan reaksi-reaksi ini. Artinya, dibanding air dingin, kerak minyak akan jauh lebih cepat terlepas dalam air panas.

Setelah selesai dicuci, bilas filter hingga bersih di bawah air mengalir lalu keringkan sepenuhnya. Jika filter dipasang saat masih lembap, partikel minyak akan lebih mudah menempel karena kelembapan.

×