
Pelawak Lee Se-young mengungkapkan bahwa dia telah pergi ke UGD selama proses tantangan di TV Chosun ‘Miss Trot 4’, yang menimbulkan rasa prihatin.
Lee Se-young sebelumnya mengaku secara jujur telah menginvestasikan sekitar 100 juta won untuk berbagai operasi plastik dan prosedur seperti lipatan mata, hidung, dan payudara melalui YouTube. Pada saat dia menarik perhatian dengan fitur wajah yang lebih tajam dan penampilan yang berubah, kali ini stres yang dialaminya di balik panggung yang megah muncul ke permukaan.
Lee Se-young mengungkapkan bahwa situasi di mana dia dinilai sebagai penyanyi, bukan sebagai pelawak, di ‘Miss Trot 4’ adalah beban yang besar. Menjelang pertandingan mati 1 lawan 1 di mana eliminasi langsung ditentukan, dia terus berlatih dengan pemikiran “Saya harus serius dalam hal ini.” Ketegangan dan tekanan dari tantangan yang belum pernah dia coba sebelumnya menumpuk, dan stres yang dialaminya selama persiapan panggung mulai terlihat.

Stres Panggung, Berbeda dari Sekadar Ketegangan
Stres yang dialami oleh para selebriti di panggung kompetisi berbeda dari sekadar ketegangan. Dalam waktu singkat, kemampuan dan hasil dinilai, dan hasil tersebut langsung berujung pada eliminasi, sehingga otak mudah menerima beban yang berat.
Terutama ketika mencoba bidang yang berbeda dari citra yang telah dibangun selama bertahun-tahun seperti Lee Se-young, harapan dan beban meningkat secara bersamaan. Tekanan untuk “melakukannya dengan baik” dan ketakutan “jika melakukan kesalahan, itu akan berakhir” saling terkait, dan respons ketegangan meningkat dengan cepat. Dalam proses ini, sistem saraf simpatik dapat teraktivasi secara berlebihan, sehingga tubuh bereaksi lebih dulu.
Sinyal Stres, Muncul pada Siapa Saja
Jika tekanan panggung yang kuat berlanjut, detak jantung dapat meningkat dan perasaan sesak napas dapat muncul. Dada terasa sesak atau pusing, fungsi pencernaan terganggu, dan perut bisa terasa mual atau nafsu makan menurun. Sulit tidur atau sering terbangun juga merupakan hal yang umum terjadi ketika kualitas tidur terganggu.
Gejala-gejala ini bukan masalah individu tertentu, tetapi dikenal sebagai respons stres umum yang dapat muncul pada siapa saja menjelang panggung penting, ujian, atau presentasi. Tubuh mendeteksi bahaya lebih dulu daripada kata-kata dan mengirimkan sinyal.
Stres Panggung, Perlu Dikelola daripada Dihadapi
Para ahli mengatakan bahwa semakin seseorang berusaha mengatasi stres panggung hanya dengan kemauan, semakin besar gejalanya bisa muncul. Merancang ritme istirahat dan pemulihan sama pentingnya dengan meningkatkan jumlah latihan.
Menurunkan ketegangan dengan mengatur pernapasan pendek dan membuat rutinitas yang mengulang konsentrasi dan relaksasi dapat membantu. Semakin padat jadwal, semakin penting untuk menjaga waktu tidur agar ritme tubuh tetap terjaga. Semakin tidak bisa dihindari stres panggung, semakin penting cara mengelolanya untuk mempengaruhi kondisi tubuh.