Pakai tusuk gigi juga? Empat kebiasaan buruk yang merusak kesehatan gigi

| masukan:

[Health Snack] Kebiasaan yang dapat merusak gigi, dari merobek bungkus camilan dengan gigi hingga mengunyah es batu

Kebiasaan terlalu sering menggunakan tusuk gigi dapat mengiritasi gusi. Foto=Getty Image Bank

Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali dalam aktivitas sehari-hari dapat memberi tekanan terus-menerus pada gigi dan gusi hingga memicu kerusakan. Dampaknya sering tidak langsung terasa, tetapi seiring waktu bisa berujung pada retakan gigi atau masalah pada gusi. Berikut sejumlah kebiasaan yang tampak sepele, namun dapat merusak kesehatan gigi.

◆ Menggigit bungkus camilan dengan gigi

Kebiasaan merobek bungkus camilan atau lakban pada kardus dengan gigi membuat gigi menerima benturan yang sebenarnya tidak perlu. Jika dilakukan berulang, risiko munculnya retakan halus pada enamel—lapisan terluar gigi—atau gigi menjadi pecah meningkat. Kebiasaan ini juga dapat membebani sendi rahang sehingga berpotensi memicu nyeri atau ketidakseimbangan. Kebiasaan menggigit pena, kuku, atau sedotan juga tidak baik bagi kesehatan gigi.

◆ Menggunakan tusuk gigi alih-alih benang gigi atau sikat interdental

Untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di sela gigi, alat yang paling direkomendasikan adalah benang gigi. Jika jarak antargigi lebih lebar, sikat interdental juga dapat digunakan secara efektif. Sebaliknya, kebiasaan terlalu sering memakai tusuk gigi dapat mengiritasi gusi. Terutama bila tusuk gigi yang tebal dan keras digunakan secara paksa, gusi bisa terluka atau ruang di antara gigi berisiko menjadi lebih lebar.

◆ Mengunyah es batu yang keras

Mengunyah es batu memberi beban yang cukup besar pada gigi. Saat es digigit hingga hancur, benturan kuat yang berulang pada gigi dapat menimbulkan retakan atau membuat sebagian gigi pecah. Jika gigi tersebut sebelumnya pernah menjalani perawatan, risiko kerusakan bisa menjadi lebih tinggi.

◆ Penggunaan obat kumur yang tidak tepat

Obat kumur membantu mengurangi bakteri yang masih tersisa setelah menyikat gigi dan menggunakan benang gigi. Namun, sebagian obat kumur yang mengandung alkohol dapat membuat rongga mulut kering. Ketika produksi air liur menurun, lingkungan mulut lebih mudah mendukung perkembangbiakan bakteri penyebab karies. Karena itu, periksa petunjuk penggunaan pada produk dan gunakan dengan benar, misalnya berkumur dengan air bila diperlukan. Khususnya bagi orang yang mulutnya sering terasa kering, memilih obat kumur tanpa alkohol juga dapat membantu.

×