
Susu yang diambil tanpa berpikir di sudut kulkas supermarket. Pada kemasan putih tertulis ‘Kelas 1’, ‘Premium’, ‘Kalsium Tinggi’, tetapi sebenarnya tidak banyak orang yang melihat tabel komposisi dengan benar. Namun, meskipun susu yang sama, perbedaan gizi bisa cukup besar tergantung pada kandungan lemak, protein, dan apakah ada tambahan bahan.
Terutama bagi mereka yang sedang diet, keluarga yang membesarkan anak, atau orang yang perlu menjaga kesehatan tulang setelah usia paruh baya, penting untuk membiasakan diri memeriksa tabel nilai gizi di belakang kemasan daripada hanya melihat ‘iklan di depan’. Susu, apa yang harus diperhatikan saat memilih?
Hal pertama yang harus dilihat, ‘lemak’ dan ‘lemak jenuh’
Kunci dalam memilih susu adalah kandungan lemak. Susu putih biasa (susu penuh) memiliki sekitar 3,5g lemak per 100mL. Sebaliknya, susu rendah lemak (1-2%) atau susu tanpa lemak memiliki kandungan lemak yang jauh lebih rendah. Jika Anda sedang diet, susu rendah lemak atau tanpa lemak lebih menguntungkan dari segi kalori.
Namun, jika Anda adalah anak yang sedang dalam masa pertumbuhan atau memiliki berat badan di bawah normal, susu penuh mungkin lebih cocok. Anda juga harus memeriksa kandungan lemak jenuh. Bagi mereka yang berisiko penyakit kardiovaskular atau memiliki kadar kolesterol tinggi, disarankan untuk memilih produk dengan lemak jenuh rendah.
Kandungan protein, ternyata berbeda jauh
Keunggulan terbesar susu adalah protein. Biasanya, satu cangkir 200mL mengandung sekitar 6-7g protein. Namun, produk ‘susu tinggi protein’ bisa mengandung 1-2g lebih banyak dibandingkan produk biasa. Bagi mereka yang penting untuk menjaga massa otot setelah usia paruh baya atau yang berolahraga, kandungan protein sangat penting.
Selain itu, susu olahan (susu cokelat, susu stroberi, dll.) mungkin memiliki kandungan protein yang serupa tetapi dengan kadar gula yang jauh lebih tinggi. Anda harus memeriksa item ‘gula’ di tabel komposisi. Mengingat rekomendasi harian untuk gula, susu olahan sebaiknya dibatasi hanya sebagai camilan.
Apakah 100% susu murni, apakah ada tambahan bahan
Jika di bagian depan produk tertulis ‘100% susu murni’, itu berarti susu tersebut tidak dicampur dengan air atau susu bubuk. Sebaliknya, susu olahan dapat mengandung gula, perisa, pengemulsi, dan lain-lain. Terutama jika susu tersebut akan diminum oleh anak-anak, penting untuk memeriksa apakah ada tambahan bahan.
Selain itu, Anda juga akan melihat berbagai istilah seperti ‘Susu A2’, ‘Susu Organik’, dll. Susu A2 adalah produk yang menekankan jenis protein tertentu (A2 beta-kasein), dan susu organik memenuhi standar pakan dan cara pemeliharaan. Daripada menyimpulkan bahwa ada perbedaan besar dalam kesehatan, lebih realistis untuk memilih berdasarkan kondisi pencernaan individu dan anggaran.
Jangan hanya melihat kalsium, periksa juga natrium
Susu dikenal sebagai sumber kalsium. Untuk 200mL, terdapat sekitar 200-250mg kalsium. Namun, secara mengejutkan, natrium juga terkandung dalam jumlah kecil. Susu biasa tidak tinggi, tetapi beberapa susu olahan dapat memiliki kadar natrium dan gula yang tinggi secara bersamaan.
Jika Anda minum susu untuk mencegah osteoporosis, juga baik untuk memeriksa apakah produk tersebut diperkaya dengan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Terutama setelah usia paruh baya, asupan kalsium harus disertai dengan protein dan olahraga untuk hasil yang lebih baik. Susu lebih baik dilihat dari ‘tabel komposisi’ daripada ‘merek’. Meskipun terlihat sama, pilihan yang tepat untuk tubuh Anda mungkin berbeda.