Khawatir gula darah? Olahraga pada ‘waktu ini’ bisa membantu—pagi vs malam, mana yang paling optimal?

| masukan:

[Info gaya hidup satu gambar]

Jika Anda menemukan waktu olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan tujuan olahraga, lalu melakukannya secara konsisten, hal itu dapat membantu meningkatkan kesehatan. Foto=Getty Image Bank
Jika Anda menemukan waktu olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan tujuan olahraga, lalu melakukannya secara konsisten, hal itu dapat membantu meningkatkan kesehatan. Foto=Getty Image Bank

Untuk jenis olahraga yang sama, dampaknya pada pengendalian gula darah maupun kualitas tidur bisa berbeda, tergantung kapan dilakukan. Pada pagi hari, olahraga membantu memulai hari dan membangunkan tubuh. Sementara pada sore atau malam hari, fungsi tubuh cenderung lebih aktif sehingga performa saat berolahraga dapat meningkat.

Namun, tidak ada satu jawaban yang selalu benar bahwa olahraga pagi atau olahraga malam pasti lebih baik. Waktu yang tepat berbeda pada tiap orang, bergantung pada kondisi kesehatan dan tujuan olahraga. American Heart Association (AHA) menekankan pentingnya menemukan waktu yang memungkinkan olahraga dilakukan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan.

Mengapa olahraga malam lebih menguntungkan bagi orang yang sulit mengontrol gula darah

Bagi yang ingin meningkatkan aktivitas fisik sekaligus mengelola gula darah, olahraga pada malam hari dapat menjadi pilihan yang efektif. Temuan penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas dapat mengelola gula darah secara efektif bila berolahraga pada malam hari dipublikasikan di jurnal internasional 《Obesity》.

Tim peneliti membagi dan menganalisis peserta menjadi: “kelompok pagi” yang melakukan lebih dari 50% total olahraga harian pada pagi hari, “kelompok siang” yang berolahraga dari tengah hari hingga pukul 18.00, “kelompok malam” yang berolahraga dari pukul 18.00 hingga tengah malam, serta “kelompok tidak aktif” yang tidak berolahraga. Hasilnya, kelompok malam memiliki kadar gula darah harian yang secara bermakna lebih rendah dibanding kelompok tidak aktif. Fenomena ini lebih jelas terlihat pada peserta obesitas yang mengalami kesulitan mengontrol gula darah.

Orang yang tidur larut, efisiensi olahraga lebih tinggi pada sore hari

Jika Anda perlu mengelola gula darah, berolahraga pada malam hari bisa efektif. Foto=Getty Image Bank
Jika Anda perlu mengelola gula darah, berolahraga pada malam hari bisa efektif. Foto=Getty Image Bank

Dari sisi kemampuan performa olahraga, efisiensi olahraga pada sore hari cenderung lebih tinggi. Seiring berjalannya hari dan suhu tubuh meningkat, pergerakan otot menjadi lebih lancar.

Dalam studi kolaboratif Harvard University (Amerika Serikat) dan University of Basel (Swiss) yang menganalisis 63 penelitian, kekuatan otot dan kemampuan melompat mencapai puncak pada pukul 13.00–20.00, sedangkan kekuatan genggaman tangan mencapai puncak pada pukul 14.00–19.00.

Khususnya, orang dengan pola tidur yang cenderung tidur larut dan bangun lebih siang lebih mudah mengerahkan kemampuan fisik secara optimal bila berolahraga setelah sore hari. Tim peneliti University of Birmingham (Inggris) yang menganalisis waktu olahraga yang efisien berdasarkan kebiasaan tidur menemukan bahwa pada orang yang aktif hingga larut, berolahraga pada pagi hari justru kurang efisien.

Lalu, siapa yang cocok berolahraga pada pagi hari? Mereka yang bertujuan menurunkan berat badan. Karena kondisi puasa berlangsung sepanjang malam, proporsi penggunaan lemak sebagai sumber energi meningkat sehingga penurunan berat badan bisa lebih efektif.

Namun, pasien diabetes dapat mengalami hipoglikemia bila berolahraga saat perut kosong. Pada orang dengan tekanan darah tinggi, olahraga pagi dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis sehingga tekanan darah meningkat dan beban pada sistem kardiovaskular bisa bertambah.

×