
Menjelang acara yang mengharuskan bertemu banyak orang, munculnya lepuh di sekitar bibir benar-benar membuat serba salah. Padahal harus hadir—bagaimana cara menutupinya? Haruskah memakai masker sepanjang acara? Kali ini pun, karena kelelahan dan stres saat menyiapkan acara, lepuh di bibir akhirnya muncul lagi. “Kenapa selalu lepuh bibir saat momen penting...” Lalu, mengapa kekambuhannya bisa sesering ini?
Kelelahan dan stres... lepuh bibir muncul lagi
Ketika lepuh muncul di sekitar bibir, sebagian orang mengira itu stomatitis (radang mulut). Korean Society of Otorhinolaryngology-Head and Neck Surgery menjelaskan, stomatitis adalah peradangan pada jaringan di dalam mulut seperti bibir, lidah, dan gusi. Kondisi ini termasuk penyakit kulit yang dapat menimbulkan lepuh besar maupun kecil pada kulit atau selaput lendir. Kekambuhan yang sering terjadi karena virus tetap bersembunyi (laten) di dalam tubuh, lalu saat kelelahan dan stres berlanjut, keluhan dapat muncul kembali sebagai lepuh di bibir. Stomatitis herpes simpleks (herpes) juga dapat membentuk ulkus ketika lepuh kecil berukuran 1~2 mm pecah. Karena sulit ditutupi bahkan dengan riasan, kondisi ini sangat merepotkan bila ada acara penting yang sudah dijadwalkan.
Sekali terinfeksi, meski lepuh hilang... virus tetap bersembunyi di dalam tubuh
Stomatitis herpes simpleks disebabkan oleh virus herpes simpleks. Sekali terinfeksi, meski lepuh menghilang, virus tetap tinggal di dalam tubuh. Umumnya virus bersembunyi di ganglion saraf, lalu dapat muncul kembali ketika ada pemicu stres seperti paparan sinar ultraviolet, kelelahan, demam, pilek, gangguan lambung, menstruasi, kehamilan, dan penurunan daya tahan tubuh. Selain lepuh, keluhan dapat disertai demam, lemas, penurunan nafsu makan, mudah marah, sakit kepala, dan lain-lain. Pada anak-anak, perawatan rawat inap mungkin diperlukan akibat dehidrasi.
Gatal di sekitar bibir... apa gejala awalnya?
Sebelum lepuh muncul, dapat timbul gatal di sekitar bibir, rasa panas seperti terbakar, nyeri, dan sebagainya. Kondisi ini juga bisa pulih dalam 6~10 hari tanpa meninggalkan bekas luka. Salep (obat antivirus) dapat digunakan. Ada salep asiklovir 5% untuk terapi pada area lepuh, serta obat untuk terapi sistemik seperti asiklovir, famsiklovir, dan valasiklovir. Untuk stomatitis akibat kekurangan nutrisi seperti vitamin B12 atau zat besi, konsumsi suplemen dapat membantu. Pada stomatitis, obat penurun demam dan analgesik mungkin diperlukan. Terapi antibiotik dapat dikombinasikan untuk mencegah infeksi sekunder.
Jika lepuh dan gejala lain berlangsung lama... perlu pemeriksaan dokter
Stomatitis lepuh sederhana hampir tidak menular melalui udara. Namun, infeksi dapat terjadi bila ada kontak fisik melalui cairan tubuh atau lepuh. Virus dapat menginvasi melalui selaput lendir atau luka kulit seperti bibir–rongga mulut–tenggorokan, leher rahim, dan konjungtiva mata. Jika lepuh dan gejala lain berlangsung lama, diperlukan pemeriksaan dokter. Bila tidak merespons pengobatan selama 2~3 minggu, pemeriksaan darah dan lain-lain dapat dilakukan untuk membedakan kemungkinan kanker, anemia pernisiosa, anemia defisiensi besi, anemia aplastik, hemofilia, leukemia, dan sebagainya.