
Ketika makan daging berlemak seperti samgyeopsal, tidak ada sayuran yang lebih baik daripada bawang merah untuk menghilangkan rasa berminyak dan menambah cita rasa. Bawang merah yang memiliki rasa manis dan tekstur renyah dapat dimakan mentah atau dipanggang. Bawang merah dikenal sebagai bahan makanan yang membantu membersihkan darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Mari kita lihat manfaat bawang merah yang semakin sering disajikan di meja makan.
◆ Efek pencegahan berbagai jenis kanker yang luar biasa
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap orang Swiss dan Italia mengenai frekuensi konsumsi bawang merah dan bawang putih, ditemukan bahwa semakin sering mengonsumsi kedua makanan tersebut, semakin rendah risiko terkena kanker. Bawang merah kaya akan zat antioksidan yang memiliki efek antikanker yang kuat, membantu mencegah kanker dan penyakit jantung. Terutama, kandungan allicin yang banyak terdapat dalam bawang merah efektif dalam menghilangkan zat pemicu mutasi dan mencegah berbagai jenis kanker. Selain itu, bawang merah juga membantu mengatur kadar gula darah, yang dapat berkontribusi pada pencegahan diabetes.
◆ Kandungan allicin menurunkan tekanan darah
Bawang merah kaya akan kandungan allicin yang bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah. Zat ini membantu melemaskan pembuluh darah dan meningkatkan elastisitasnya, sehingga menurunkan tekanan darah. Allicin juga mencegah penggumpalan trombosit dan memecah fibrin dalam pembuluh darah, membantu aliran darah yang lancar. Berkat efek ini, bawang merah efektif dalam mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.
◆ Polifenol menurunkan kolesterol

Dalam sebuah penelitian klinis yang dilakukan selama 8 minggu terhadap pasien sindrom ovarium polikistik yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, perubahan kadar kolesterol berdasarkan konsumsi bawang merah telah terkonfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi bawang merah dalam jumlah banyak mengalami penurunan kadar kolesterol yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi sedikit. Efek ini dianalisis disebabkan oleh peran penting kandungan polifenol dalam bawang merah dalam menurunkan kolesterol.
◆ Efektif untuk sembelit dan diet
Bawang merah kaya akan serat makanan yang disebut inulin, yang dikenal sebagai 'insulin alami', baik untuk mengatur kadar gula darah. Inulin juga membantu pertumbuhan mikroba baik di usus, memberikan dampak positif pada penyerapan nutrisi dan membantu mencegah sembelit. Bawang merah juga memiliki efek menurunkan nafsu makan, sehingga baik untuk diet.
◆ Efektif untuk meningkatkan kepadatan tulang
Dalam analisis hubungan antara konsumsi bawang merah dan kesehatan tulang pada wanita berusia di atas 50 tahun setelah menopause, ditemukan bahwa mereka yang sering mengonsumsi bawang merah menunjukkan kepadatan tulang yang lebih tinggi. Terutama, dibandingkan dengan kelompok yang sama sekali tidak mengonsumsi bawang merah, kelompok yang banyak mengonsumsi bawang merah menunjukkan penurunan risiko patah tulang panggul lebih dari 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa bawang merah adalah makanan yang bermanfaat untuk memperkuat tulang dan mencegah patah tulang.
◆ Kandungan zat antioksidan yang sangat kaya

Satu bawang merah berukuran sedang (100g) mengandung 40 kalori dan menyediakan 20% dari asupan harian vitamin C yang direkomendasikan. Selain itu, bawang merah juga mengandung vitamin B6, asam folat, kalium, mangan, dan lain-lain. Terutama, kulit bawang merah sangat kaya akan zat antioksidan yang dikenal sebagai quercetin, yang memiliki fungsi anti-alergi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.