Turun 14 kg, Ku Hye-sun tetap cocok pakai seragam sekolah di usia 40-an; apa rahasia tubuh rampingnya?

| masukan:

[Seleb Health] Cara aktris Ku Hye-sun menjaga bentuk tubuh

Ku Hye-sun membagikan penampilannya mengenakan seragam sekolah. Foto=Instagram Ku Hye-sun

Aktris Ku Hye-sun (42) membagikan penampilannya mengenakan seragam sekolah. Ia sempat menjadi perbincangan setelah menurunkan berat badan 14 kg, dan kini tampil dengan tubuh ramping sehingga seragam sekolah terlihat pas.

Baru-baru ini, Ku Hye-sun mengunggah sejumlah foto di akun SNS miliknya. Ia menuliskan, “Sampai jumpa di live home shopping” dan “CEO lagi kerja keras”.

Dalam foto tersebut, Ku Hye-sun memamerkan seragam sekolah yang tampak pas, meski usianya sudah menginjak 40-an, sekaligus menonjolkan kesan awet muda. Ia tampaknya memilih konsep yang terasa dekat dengan pelajar—segmen pelanggan utamanya—untuk menjual produk rol rambut yang ia teliti dan kembangkan sendiri hingga memperoleh paten.

Sebelumnya, Ku Hye-sun pernah mengungkap berat badannya berada di kisaran 60 kg dan menyatakan akan diet. Setelah itu, ia menjadi sorotan karena berhasil menurunkannya hingga 46 kg. Ia mengatakan, selama diet ia menjaga tidur yang cukup, menjalani pantang alkohol, serta menerapkan pola makan rendah garam.

Tidur nyenyak menstabilkan nafsu makan dan mengaktifkan metabolisme lemak

Berat badan yang dibagikan Ku Hye-sun. Foto=Instagram Ku Hye-sun

Dari sejumlah kebiasaan yang ia sebutkan, tidur nyenyak menjadi faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Kurang tidur meningkatkan ghrelin—hormon yang merangsang nafsu makan—dan menurunkan leptin—hormon yang memicu rasa kenyang—sehingga risiko makan berlebihan meningkat.

Sebaliknya, jika tidur cukup, pelepasan hormon berlangsung lebih stabil sehingga pemulihan tubuh dan metabolisme lemak berjalan efektif. Namun, tidur terlalu lama atau pola tidur yang tidak teratur justru dapat mengacaukan ritme biologis. Karena itu, idealnya tidur pada jam yang relatif tetap dan mendapatkan tidur berkualitas sekitar 7–8 jam.

Berhenti minum alkohol dapat mengurangi asupan kalori yang tidak perlu

Pantang alkohol juga berdampak langsung pada efektivitas diet. Alkohol tergolong tinggi kalori, sekitar 7 kcal per 1 g. Saat dikonsumsi, tubuh memetabolisme alkohol lebih dulu dibanding lemak, sehingga pembakaran lemak bisa tertunda dan lemak justru menumpuk.

Selain itu, minum alkohol dapat meningkatkan nafsu makan dan membuat orang cenderung mencari camilan pendamping yang tinggi lemak dan tinggi garam, sehingga total asupan kalori dapat meningkat tajam. Karena itu, berhenti minum alkohol dapat mengurangi asupan kalori yang tidak perlu, sekaligus membantu memperbaiki fungsi hati dan memulihkan keseimbangan cairan.

Pola makan rendah garam membantu mengurangi bengkak dan menurunkan berat badan

Terakhir, menerapkan pola makan rendah garam efektif meredakan bengkak karena mencegah cairan tertahan di tubuh akibat natrium berlebihan. Sebaliknya, jika asupan natrium tinggi, cairan akan tersimpan berlebihan di dalam tubuh sehingga timbul edema, dan berat badan juga bisa meningkat.

Karena itu, bila sedang diet, sebaiknya memperhatikan asupan natrium. Konsumsilah makanan yang berfokus pada sayuran segar yang baik untuk membantu membuang natrium berlebih, serta hindari makanan olahan dan makanan berkuah. Khususnya saat memasak, menggunakan rempah, cuka, atau lemon sebagai pengganti garam dapat menambah cita rasa sekaligus mengurangi asupan natrium.

×