“Bagaimana cara menurunkan berat badan?” Shindong pangkas 37 kg; rahasianya olahraga ini?

| masukan:

[Celeb Health] Shindong, efeknya lebih besar daripada Wegovy?

Tubuh dan wajah Shindong kini tampak jauh lebih tirus. Foto=SNS Shindong
Tubuh dan wajah Shindong kini tampak jauh lebih tirus. Foto=SNS Shindong

Anggota grup Super Junior, Shindong (40), kembali jadi perbincangan setelah tampil jauh lebih ramping hingga nyaris tak dikenali.

Belakangan, Shindong mengunggah foto di akun media sosialnya (SNS) dengan keterangan, “Awalnya cuma mau coba-coba, tapi tiba-tiba tidak sadar sudah pesan perlengkapan satu set lengkap,” lalu menambahkan, “Tapi ini benar-benar seru banget. Memang olahraga itu makin mantap kalau perlengkapannya lengkap.”

Dalam foto tersebut, Shindong berpose mengenakan seragam dan perlengkapan hoki es. Tubuhnya yang kini tinggal “setengah” terlihat lebih ramping. Dari samping, garis rahang tampak sangat tegas dan garis leher kembali terlihat jelas, membuat kesannya kian menonjol.

Melihat unggahan itu, pembawa acara Jang Sung-kyu bertanya, “Sebenarnya kamu turun berat badan gimana sih?” Warganet pun membanjiri kolom komentar dengan respons seperti “paling ganteng”, “tampan”, dan “tolong kasih tahu cara dietnya”.

Sejak debut, Shindong kerap bergulat dengan diet dan efek yo-yo. Dalam sebuah program varietas pada musim panas tahun lalu, ia berkata, “Saya turun dari 116 kg ke 79 kg, tapi dalam 3 bulan efek yo-yo datang, jadi saya pakai Wegovy, suntikan untuk obesitas. Tapi meski sudah sampai tahap 1,7, nafsu makan saya tidak turun, jadi tidak terasa efeknya. Dokter yang menangani sampai bilang, ‘Anda mengalahkan Wegovy.’”

Pada akhirnya, Shindong kembali ke prinsip dasar diet: makan hanya sesuai porsi yang ditetapkan, puasa setelah pukul 22.00, melarang makan larut malam, serta mengubah kebiasaan makan. Ia juga rutin berolahraga, termasuk berjalan minimal 10.000 langkah per hari. Hasilnya, ia kembali berhasil menurunkan berat badan dan membuat banyak orang iri. Berikut rahasia penurunan berat badan Shindong.

Setelah sukses diet, garis rahang dan siluet samping Shindong berubah jelas. Foto=tangkapan layar SNS Shindong
Setelah sukses diet, garis rahang dan siluet samping Shindong berubah jelas. Foto=tangkapan layar SNS Shindong

Hoki es, membakar banyak kalori dalam waktu singkat

Hoki es termasuk olahraga aerobik berintensitas tinggi. Saat bertanding, pemain meluncur dengan sepatu seluncur dan berulang kali melakukan sprint cepat diselingi jeda istirahat—pola latihan interval—serta banyak mengandalkan otot tubuh bagian bawah dan otot inti (core). Karena itu, pembakaran kalorinya tergolong tinggi. Dengan acuan orang dewasa berbobot 70 kg, bermain hoki es selama 1 jam dapat membakar sekitar 500~600 kcal. Olahraga ini juga membantu meningkatkan massa otot tubuh bagian bawah dan daya tahan jantung-paru, sehingga dapat diharapkan menurunkan lemak tubuh sekaligus meningkatkan kebugaran.

Hal lain yang tak kalah penting, olahraga ini menyenangkan sehingga relatif mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Untuk menurunkan berat badan, kebiasaan berolahraga yang bisa dijalankan secara konsisten lebih penting daripada olahraga berintensitas tinggi dalam waktu singkat.

Berjalan 10.000 langkah per hari, dasar penurunan berat badan

Kebiasaan berjalan 10.000 langkah per hari yang dijalankan Shindong juga dinilai efektif untuk menurunkan berat badan. Meski lari kini menjadi olahraga yang populer, bagi orang yang berat badannya jauh di atas normal, lari dapat membebani sendi lutut. Berjalan kaki merupakan olahraga aerobik yang umum, dengan beban pada sendi yang lebih kecil dan lebih mudah dilakukan secara konsisten. Meski hasilnya berbeda tergantung kecepatan berjalan dan berat badan, berjalan 10.000 langkah per hari dapat membakar tambahan sekitar 300~500 kcal.

Selain mengurangi lemak tubuh, berjalan kaki juga membantu memperbaiki kontrol gula darah, meningkatkan kesehatan kardiovaskular, serta mencegah efek yo-yo setelah penurunan berat badan. Sejumlah hasil penelitian juga menunjukkan bahwa salah satu kesamaan orang yang berhasil menurunkan berat badan adalah kebiasaan berjalan yang konsisten.

“Makan hanya sesuai porsi”, strategi diet paling kuat

Inti penurunan berat badan pada akhirnya adalah membuat kalori yang dibakar lebih besar daripada kalori yang dikonsumsi. Prinsip “makan hanya sesuai porsi” yang dijalankan Shindong merupakan cara paling dasar untuk mencegah makan berlebihan dan menurunkan total asupan kalori harian. Jika porsi makan dijaga tetap konsisten, camilan yang tidak perlu atau tambahan asupan bisa berkurang, dan defisit kalori pun terbentuk secara alami. Para ahli menjelaskan, apa pun pola diet yang dipilih, jika total asupan kalori tidak dapat dikendalikan, sulit mengharapkan efek penurunan berat badan.

Larangan makan larut malam, mencegah makan berlebihan di malam hari

Tidak makan setelah pukul 22.00 dan menghentikan kebiasaan makan larut malam juga tampaknya membantu penurunan berat badan. Makanan yang dimakan malam hari tidak otomatis berubah menjadi lemak, tetapi makan larut malam sering kali berujung pada makanan tinggi kalori seperti ayam goreng, mi instan, atau makanan pesan-antar. Selain itu, setelah seluruh makan harian selesai, asupan kalori tambahan membuat total kalori mudah meningkat. Makan di waktu larut juga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Kurang tidur berkaitan dengan perubahan hormon yang merangsang nafsu makan, sehingga dapat merugikan pengelolaan berat badan.

Pada akhirnya, jawabannya adalah kebiasaan hidup

Para ahli menilai, kasus Shindong memperlihatkan prinsip dasar penurunan berat badan secara gamblang. Ia meningkatkan aktivitas lewat hoki es dan berjalan kaki, makan hanya sesuai porsi, serta mempertahankan kebiasaan tidak makan larut malam—dan hasilnya kembali mengarah pada penurunan berat badan. Obat terapi obesitas memang dapat menjadi sarana pendukung untuk membantu penurunan berat badan, tetapi untuk mempertahankan berat badan dalam jangka panjang, perbaikan pola makan dan kebiasaan olahraga tetap esensial. Keberhasilan Shindong menurunkan berat badan kembali juga menegaskan pentingnya pengelolaan kebiasaan hidup secara konsisten.

×