Bukan Suplemen atau Kopi: 3 Kebiasaan pagi ini bisa membuat tubuh lebih bugar sepanjang hari

| masukan:

[Info gaya hidup satu gambar]

Dengan meluangkan waktu sejenak untuk fokus pada napas segera setelah bangun, otot yang menegang selama tidur dapat kembali aktif. Foto=Getty Image Bank
Dengan meluangkan waktu sejenak untuk fokus pada napas segera setelah bangun, otot yang menegang selama tidur dapat kembali aktif. Foto=Getty Image Bank

Hanya dengan mengubah cara memulai hari, Anda bisa lebih terbantu menjaga kesehatan. Kebiasaan pagi, khususnya, sangat memengaruhi kondisi tubuh sepanjang hari. Berikut tiga cara yang bisa langsung dipraktikkan di rumah tanpa persiapan khusus, tanpa alat olahraga mahal, dan tanpa suplemen.

Minum air di pagi hari membantu membuang sisa metabolisme yang berdampak pada pemulihan kelelahan

Untuk memulai pagi dengan lebih sehat tanpa biaya, cobalah minum segelas air hangat suam-suam kuku. Kebiasaan ini membantu mengganti cairan yang berkurang selama tidur sekaligus menurunkan kekentalan darah yang cenderung meningkat semalaman. Air yang diminum pada pagi hari juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengaktifkan fungsi pencernaan. Selain itu, ada efek membantu mengeluarkan sisa metabolisme yang menumpuk saat tidur.

Air yang diminum segera setelah bangun membantu melancarkan sirkulasi darah dan membangunkan fungsi di berbagai bagian tubuh. Foto=Getty Image Bank
Air yang diminum segera setelah bangun membantu melancarkan sirkulasi darah dan membangunkan fungsi di berbagai bagian tubuh. Foto=Getty Image Bank

Berbeda dengan kopi yang mengandung kafein, air tidak memicu keluhan seperti rasa perih di ulu hati sehingga terasa lebih ringan bagi tubuh. Namun, jangan minum air dalam jumlah besar sekaligus. Ahli gizi Frankie Phillips dari British Dietetic Association mengatakan, “Jika darah terlalu encer akibat asupan cairan berlebihan, gejala seperti sakit kepala, muntah, dan kebingungan dapat muncul.”

Fokus pada ‘napas’ selama 1 menit segera setelah bangun efektif meredakan stres

Daripada langsung terburu-buru memulai hari begitu terbangun, luangkan waktu sejenak untuk fokus pada napas. Pernapasan dalam dapat membantu mengaktifkan kembali otot yang menegang selama tidur dan menurunkan ketegangan tubuh.

Caranya sederhana. Lepaskan ketegangan pada bahu dan leher, tarik napas perlahan selama 5 detik, lalu hembuskan panjang. Ulangi gerakan ini.

Terutama bagi orang yang mudah stres di pagi hari atau memiliki tekanan darah tinggi, meluangkan waktu sekitar 1 menit untuk menata napas dapat membantu. Pernapasan dalam diketahui mengurangi pelepasan kortisol, hormon stres, serta menurunkan denyut jantung.

Melewatkan sarapan meningkatkan risiko hiperglikemia sekitar 1,3 kali

Pada pagi hari setelah semalaman tidak mengonsumsi makanan, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang memadai. Pola makan seimbang menjadi sumber energi untuk memulai aktivitas pagi dengan bertenaga. Para ahli gizi menjelaskan, “Dengan mengonsumsi sarapan seimbang, tingkat energi yang menurun akibat puasa panjang dapat dipulihkan.”

Pada pagi hari, mengutamakan makanan alami seperti telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh membantu menjaga kesehatan. Foto=Getty Image Bank
Pada pagi hari, mengutamakan makanan alami seperti telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh membantu menjaga kesehatan. Foto=Getty Image Bank

Sebaliknya, jika sarapan berulang kali dilewatkan, kesehatan gula darah dapat memburuk dan rasa lelah bisa makin berat. Menurut sebuah studi yang dimuat di jurnal internasional 〈BMC Public Health〉, kebiasaan berulang melewatkan sarapan memperbesar rentang fluktuasi gula darah setelah makan.

Hasil analisis tim peneliti terhadap orang dewasa usia 19~44 tahun menunjukkan bahwa tidak sarapan meningkatkan risiko hiperglikemia sebesar 1,3 kali lipat. Pada saat yang sama, kadar kortisol yang berdampak buruk pada resistensi insulin tetap tinggi secara berkelanjutan.

Pada pagi hari, sebaiknya hindari karbohidrat olahan seperti roti tawar putih atau sereal. Daging olahan seperti bacon dan sosis juga sebaiknya dibatasi. Anda dapat menjaga kesehatan dengan menyusun menu sarapan yang berfokus pada makanan alami seperti protein, buah, sayuran, dan biji-bijian utuh. Memanfaatkan telur, kacang-kacangan, yogurt plain, alpukat, brokoli, dan blueberry juga dapat membantu.

×