Apoteker: Bagel saat perut kosong di pagi hari bisa memicu lonjakan gula darah

| masukan:

[Info gaya hidup satu gambar]

Foto=Clipart Korea

Seorang apoteker mengingatkan, bagel yang rasanya ringan dan praktis untuk sarapan ternyata dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Apoteker yang fokus pada manajemen pola makan dan dikenal dengan julukan ‘Healthy Pharmacist’ mengunggah video di media sosialnya berjudul ‘Makanan yang ternyata membuat gula darah meledak’. Ia mengatakan telah melakukan uji gula darah lebih dari 1.000 kali. “Bagel sering dianggap roti yang sehat, tetapi jika dimakan sejak pagi, gula darah bisa ‘kena jebakan’,” katanya.

Gula rendah, tetapi tepung terigu dipadatkan… kandungan karbohidrat tinggi

Healthy Pharmacist menjelaskan, “Bagel memang rendah gula, tetapi dibuat dari tepung terigu yang dipadatkan rapat sehingga kandungan karbohidratnya tinggi.” Ia melanjutkan, “Jika dimakan sejak pagi, Anda bisa mengalami lonjakan gula darah,” lalu menambahkan, “Saya merekomendasikan makan 2 butir telur terlebih dahulu, lalu makan bagel hanya setengah dan perlahan.”

Bagel memang tidak memiliki rasa manis yang kuat sehingga kerap terkesan lebih sehat. Namun, sebagian besar bagel dibuat dari tepung terigu rafinasi sehingga proporsi karbohidratnya sangat tinggi. Karbohidrat dalam 1 bagel plain (sekitar 100 g) mencapai 50–60 g. Angka ini setara dengan semangkuk nasi (sekitar 65 g). Jika ditambah cream cheese, selai, madu, dan sebagainya, beban kalori dan gula darah bisa semakin besar.

Terutama saat perut kosong di pagi hari, hati telah melepaskan glukosa sepanjang malam. Karena itu, jika Anda lebih dulu mengonsumsi banyak karbohidrat, gula darah dapat naik lebih curam. Ketika gula darah naik tajam, tubuh mengeluarkan insulin dalam jumlah besar untuk menurunkannya. Setelah itu gula darah bisa turun cepat, sehingga Anda dapat segera merasa lapar atau mengalami kantuk dan penurunan konsentrasi.

Jika ingin makan bagel, dahulukan protein… meredam kenaikan gula darah

Bagel bukan makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Makanan pendamping dan urutan makan dapat sangat memengaruhi respons gula darah.

Dalam jurnal American Diabetes Association (ADA), 《Diabetes Care (Manajemen Diabetes)》, tim peneliti yang dipimpin Prof. Alpana P. Shukla dari Weill Cornell Medicine, AS, menguji 11 pasien diabetes tipe 2. Hasilnya, ketika peserta makan sayuran dan protein terlebih dahulu lalu karbohidrat belakangan, kenaikan gula darah setelah makan berkurang sekitar 73%. Sekresi insulin juga menurun, sehingga lebih menguntungkan untuk pengendalian gula darah.

Karena itu, seperti saran Healthy Pharmacist, mengonsumsi makanan berprotein seperti telur rebus atau yogurt Yunani terlebih dahulu, lalu makan bagel sekitar setengah saja secara perlahan dapat membantu pengelolaan gula darah. Menambahkan alpukat, dada ayam, atau salmon sebagai pendamping juga lebih baik ketimbang cream cheese atau selai. Berjalan ringan sekitar 10–20 menit setelah makan sangat efektif untuk mengelola gula darah.

×