Laba operasional 586,4 miliar won, tetapi perundingan upah masih buntu…Samsung Bio kembali berunding pada 24

| masukan:

Pendapatan kuartal II naik 30% dan laba operasional 23%…serikat menurunkan tuntutan upah, tetapi isu uang apresiasi dan stabilitas kerja masih mengganjal

Kinerja kuartal II Samsung Biologics. Sumber=diolah ulang dari ChatGPT

Samsung Biologics mencatat pendapatan kuartal II tahun ini sekitar 1,3 triliun won, naik 30% dibanding periode yang sama tahun lalu. Perusahaan membukukan kinerja solid meski konflik hubungan industrial berlarut-larut dan terjadi aksi mogok pertama sejak perusahaan berdiri. Namun, perundingan antara manajemen dan serikat belum mencapai kesepakatan dan masih menyisakan ketidakpastian. Kedua pihak dijadwalkan kembali berunding pada Jumat pekan ini, sehingga hasilnya menjadi sorotan.

Dalam Sistem Pengungkapan Elektronik pada 23, Samsung Biologics melaporkan pendapatan kuartal II tahun ini sebesar 1,3209 triliun won dan laba operasional 586,4 miliar won. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu (pendapatan 1,0142 triliun won, laba operasional 477,2 miliar won), pendapatan naik 30% (306,7 miliar won) dan laba operasional meningkat 23% (109,2 miliar won).

Perusahaan menyebut pertumbuhan yang solid dibanding periode yang sama tahun lalu berlanjut berkat efek operasi penuh pabrik 1–4 serta dampak nilai tukar yang menguntungkan.

Margin laba operasional kuartal II tercatat 44,4%, turun tipis dari 47,1% pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan menilai penurunan ini dipengaruhi pencatatan biaya lebih dulu sebelum pengakuan pendapatan secara penuh dari pabrik 5 dan fasilitas produksi Rockville di Amerika Serikat.

Samsung Bio juga aktif mengamankan pesanan. Pesanan kumulatif sejak berdiri mencapai 115 kontrak CMO dan 176 kontrak CDO, dengan total nilai pesanan kumulatif tercatat 21,7 miliar dolar AS.

Operasi penuh pabrik 1–4 serta backlog pesanan yang melampaui 10 miliar dolar AS menopang basis pendapatan ke depan. Backlog pesanan Samsung Bio per akhir kuartal I tahun ini, berdasarkan volume pembelian minimum, sebesar 10,272 miliar dolar AS (15,17 triliun won). Jika permintaan pelanggan meningkat, berdasarkan volume yang diperkirakan, angkanya menjadi 13,106 miliar dolar AS (19,36 triliun won).

Pihak perusahaan memproyeksikan pencapaian batas atas panduan pertumbuhan pendapatan tahunan 2026 (dibanding tahun sebelumnya +15–20%) dimungkinkan, dengan bertumpu pada peningkatan kontribusi pendapatan dari pabrik 5 dan fasilitas produksi Rockville di Amerika Serikat, serta nilai tukar yang menguntungkan.

Namun, di balik kinerja solid tersebut, ketidakpastian akibat konflik hubungan industrial masih membayangi. Konflik hubungan industrial di Samsung Biologics menguat setelah perundingan upah dan perjanjian kerja bersama 2026 yang dimulai pada Desember tahun lalu berakhir tanpa kesepakatan.

Serikat kemudian menggelar mogok parsial pada 28–30 April tahun ini, disusul mogok total pada 1–5 Mei yang diikuti sekitar 2.800 orang. Ini merupakan aksi mogok pertama sejak Samsung Bio berdiri. Perusahaan saat itu menyatakan mogok parsial diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 150 miliar won. Namun dalam rilis kinerja kali ini, perusahaan hanya menyebut adanya sebagian gangguan produksi berbasis penjadwalan (batch), tanpa mengungkap secara terpisah nilai kerugian final akibat mogok.

Serikat menuntut △kenaikan gaji pokok 14,3% △kenaikan nominal tetap 3,5 juta won △pembayaran uang apresiasi 30 juta won △bonus kinerja laba berlebih (OPI) dengan sumber dana 20% dari laba operasional. Sementara manajemen mengajukan △kenaikan upah 6,2% △uang apresiasi sekitar 6 juta won △OPI dengan sumber dana 10% dari laba operasional.

Belakangan, serikat menurunkan tuntutan upah menjadi, antara lain, tingkat kenaikan dasar 6,5% dan kenaikan nominal 3 juta won, serta tingkat kenaikan berbasis kinerja rata-rata perusahaan 3%. Namun, serikat tetap mempertahankan tuntutan terpisah terkait uang apresiasi serta perluasan kepemilikan saham perusahaan dan kesejahteraan. Dalam perjanjian kerja bersama, disebutkan pula bahwa klausul yang sempat memicu kontroversi soal campur tangan manajemen—seperti kewajiban keputusan serikat dalam penempatan tenaga kerja serta peninjauan dan pengambilan keputusan saat pemisahan perusahaan dan alih daya—dilaporkan telah disesuaikan. Tuntutan stabilitas kerja, seperti kesepakatan terlebih dahulu dalam kasus pensiun dini sukarela, tetap dipertahankan.

Manajemen dan serikat dijadwalkan melanjutkan perundingan pada 24. Dalam pertemuan itu, rancangan mediasi dari serikat diperkirakan akan dibahas.

Seorang pejabat Samsung Bio mengatakan, “Perundingan antara manajemen dan serikat akan berlangsung pada Jumat pekan ini,” seraya menambahkan, “Namun, sulit untuk mengungkap rincian spesifik terkait perundingan.”

Terkait hal itu, Ketua Serikat Koeksistensi Samsung Bio, Park Jae-sung, menjelaskan, “Kedua pihak, baik manajemen maupun serikat, akan dihadiri tim pelaksana,” serta menambahkan, “Sebelumnya, pihak manajemen tidak menyampaikan sikap terpisah terkait rancangan mediasi.”

×