Batuk dan demam pada anak tak selalu satu penyebab; saat bakteri pemicu pneumonia terdeteksi, 88% kasus juga disertai virus

| masukan:

Seegene menganalisis 260.000 tes PCR pernapasan usia 0–5 tahun; Agustus mulai studi global 1 juta kasus

Analisis terbaru menunjukkan, pada diagnosis infeksi saluran pernapasan pada bayi dan balita, pemeriksaan yang hanya menguji virus dapat menyulitkan tenaga medis memastikan secara memadai ada tidaknya koinfeksi dengan bakteri penyebab pneumonia. Seegene menilai pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) sindromik yang komprehensif—yang dapat memeriksa virus dan bakteri pneumonia sekaligus—perlu dipertimbangkan sebagai strategi baru dalam diagnosis infeksi saluran pernapasan.

Perusahaan diagnostik molekuler Seegene, pada tanggal 15, menyampaikan bahwa analisis sekitar 260.000 data pemeriksaan PCR infeksi saluran pernapasan pada bayi dan balita usia 0–5 tahun, yang diolah melalui platform analisis statistik miliknya, ‘STAgora’, menemukan banyak kasus koinfeksi ketika virus dan bakteri pneumonia terdeteksi bersamaan. Data yang dianalisis merupakan akumulasi hasil pemeriksaan selama 3 tahun 6 bulan terakhir.

Seegene menjelaskan bahwa dari kasus yang positif pada pemeriksaan panel virus, 78% juga terdeteksi bakteri pneumonia. Sebaliknya, dari kasus yang terkonfirmasi positif pada pemeriksaan bakteri pneumonia, pada 88% kasus virus juga terdeteksi secara bersamaan. Ini berarti, bila pemeriksaan hanya menargetkan salah satu—virus atau bakteri pneumonia—koinfeksi berpotensi terlewat.

Infeksi saluran pernapasan juga sulit dibedakan patogen penyebabnya hanya dari gejala awal seperti batuk, demam, dan pilek. Gejala tersebut dapat muncul baik pada infeksi virus maupun infeksi bakteri penyebab pneumonia. Terutama pada bayi dan balita, infeksi berisiko berkembang menjadi penyakit berat seperti pneumonia atau sepsis, sehingga pada tahap awal pelayanan medis perlu memastikan berbagai patogen secara luas.

Dalam analisis ini, dari kasus positif pada pemeriksaan komprehensif PCR pernapasan yang memeriksa virus dan bakteri pneumonia sekaligus, 82% menunjukkan dua atau lebih jenis patogen terdeteksi bersamaan. Seegene menyatakan, temuan ini memperkuat kebutuhan pemeriksaan komprehensif dibanding pemeriksaan tunggal dalam diagnosis infeksi saluran pernapasan.

Pemeriksaan tunggal berisiko melewatkan infeksi campuran… “Perlu memastikan beberapa patogen sekaligus dalam satu kali tes”

Saat ini, di layanan kesehatan, pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah tes untuk terlebih dahulu memastikan infeksi virus utama seperti influenza, Covid-19, dan respiratory syncytial virus (RSV).

Dalam analisis Seegene terhadap permintaan produk pemeriksaan PCR pernapasan yang dipasok ke 62 negara di seluruh dunia selama 3 tahun terakhir, produk pemeriksaan virus mencakup sekitar 80%, sedangkan produk pemeriksaan bakteri pneumonia sekitar 20%.

Namun, pada infeksi saluran pernapasan yang terjadi di lapangan, tidak sedikit kasus ketika virus dan patogen bakteri terdeteksi bersamaan. Pemeriksaan tunggal yang hanya memastikan patogen tertentu memang berguna untuk cepat mengetahui ada tidaknya infeksi, tetapi memiliki keterbatasan untuk membaca pola koinfeksi atau infeksi campuran.

Pemeriksaan komprehensif PCR sindromik yang diajukan Seegene merupakan metode yang memeriksa satu spesimen sekali untuk memastikan virus pernapasan utama dan bakteri pneumonia secara bersamaan. Tujuannya, menganalisis beberapa patogen sekaligus agar penyebab infeksi dapat dipahami lebih luas serta membantu keputusan diagnosis dan terapi tenaga medis.

Hasil pemeriksaan juga tidak berhenti pada penilaian positif atau negatif semata. Laporan STAgora menampilkan secara visual status koinfeksi, kombinasi patogen, dan distribusinya, serta menyediakan nilai Ct (Cycle threshold·ambang amplifikasi) yang menunjukkan kekuatan deteksi untuk tiap patogen.

Tenaga medis dapat merujuk pada tingkat deteksi relatif dan kombinasi tiap patogen pada kasus koinfeksi. Namun, nilai Ct dapat bervariasi tergantung lingkungan pemeriksaan dan kondisi spesimen, sehingga harus ditafsirkan dengan mempertimbangkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan lain.

Studi global 1 juta kasus pada Agustus… menguji nilai pemeriksaan simultan

Seegene menyatakan akan memulai pada Agustus mendatang program ‘Global Million Clinical Study (GMCS)’ secara penuh. GMCS merupakan proyek untuk membangun dasar ilmiah guna memverifikasi nilai klinis strategi pemeriksaan per penyakit berdasarkan data klinis nyata yang terakumulasi di institusi medis di seluruh dunia, sekaligus menyiapkan standar pemeriksaan global yang baru.

Melalui studi ini, Seegene berencana menyiapkan dasar untuk mengalihkan sistem diagnosis yang selama ini berfokus pada pemeriksaan tunggal—yang memeriksa virus atau bakteri pneumonia secara terpisah—menjadi sistem pemeriksaan komprehensif PCR sindromik yang memeriksa beberapa patogen sekaligus sesuai gejala. Perusahaan menyatakan akan mendorong standardisasi global pemeriksaan komprehensif PCR sindromik di bidang diagnosis infeksi saluran pernapasan berdasarkan temuan tersebut.

×