
Bagi banyak orang, kopi menjadi minuman wajib agar aktivitas harian berjalan lancar. Perdebatan soal dampak kopi bagi kesehatan tak pernah berhenti. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan kopi hitam tanpa tambahan gula atau sirup memiliki beragam manfaat kesehatan. Berikut manfaat kesehatan kopi hitam.
◆ Melancarkan buang air besar
Respons tiap orang berbeda, tetapi tidak sedikit yang merasakan dorongan untuk buang air besar segera setelah minum kopi. Sejumlah penelitian menunjukkan kopi dapat merangsang kontraksi usus besar dan memengaruhi pelepasan hormon yang mengaktifkan pergerakan usus. Secara khusus, kopi berkafein terbukti memberi efek stimulasi pada usus yang lebih besar dibanding kopi tanpa kafein.
◆ Membantu meningkatkan kemampuan olahraga
Kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus membantu mendongkrak performa saat berolahraga. Kafein merangsang pelepasan adrenalin di dalam tubuh sehingga tubuh merespons olahraga dengan lebih aktif. Selain itu, kafein juga dapat mengurangi rasa lelah dan meningkatkan konsentrasi, sehingga efisiensi latihan ikut membaik.

◆ Memperbaiki suasana hati dan mengurangi rasa depresi
Kopi juga dapat berdampak positif pada kesehatan mental. Kafein bekerja pada berbagai neurotransmiter di otak sehingga membantu mempertahankan kondisi terjaga dan memperbaiki suasana hati. Namun, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi kafein justru dapat meningkatkan rasa cemas atau gelisah. Karena itu, penting menyesuaikan asupan dengan kondisi tubuh dan kesehatan masing-masing.
◆ Menurunkan risiko kematian dini
Sebuah studi yang dimuat di Annals of Internal Medicine melaporkan, orang yang minum kopi hitam dalam jumlah sedang setiap hari memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak. Meski tidak bisa dipastikan bahwa kopi sendiri memperpanjang usia, konsumsi kopi dalam jumlah yang tepat, bersama kebiasaan hidup sehat, berpotensi memberi dampak positif.
◆ Efek pencegahan diabetes
Kopi juga diketahui berkaitan dengan pencegahan diabetes. Tim Profesor Lee Jeong-eun dari Departemen Ilmu Pangan dan Gizi Universitas Nasional Seoul menelusuri dan menganalisis korelasi antara konsumsi kopi dan risiko terjadinya diabetes selama 14 tahun (2001–2014) pada 4.054 pria dan perempuan berusia 40–69 tahun. Hasilnya, orang yang minum kopi hitam 2 cangkir atau lebih per hari memiliki risiko pradiabetes atau diabetes tipe 2 yang 39% lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi hitam.
Secara khusus, pria yang minum kopi hitam 2 cangkir atau lebih per hari mengalami penurunan risiko pradiabetes atau diabetes tipe 2 sebesar 54%, sedangkan pada perempuan turun 26%. Hal ini dianalisis terjadi karena kopi dapat memberi pengaruh positif pada fungsi insulin dan proses pengaturan gula darah. Efek tersebut terkonfirmasi bukan hanya pada kopi berkafein, tetapi juga pada kopi tanpa kafein.
