
Seberapa banyak orang yang benar-benar sarapan dengan baik? Ada juga yang merasa cukup dengan secangkir kopi atau sebotol yogurt. Beberapa orang bahkan mempertahankan keadaan perut kosong hingga waktu makan siang. Ini disebut puasa intermiten. Namun, seiring bertambahnya usia, kebiasaan makan seperti ini dapat membahayakan kesehatan. Terutama bagi mereka yang menderita diabetes atau berada dalam tahap pra-diabetes, sarapan sangat penting. Ini untuk mencegah hipoglikemia dan menjaga kesehatan.
Pentingnya Sarapan untuk Mengelola Gula Darah: Mengapa Harus Makan Tiga Kali Sehari?
Asosiasi Diabetes Korea menentang puasa intermiten yang tidak melibatkan sarapan. Ini juga karena kekhawatiran tentang hipoglikemia. Jika penderita diabetes berolahraga dalam keadaan perut kosong, mereka bisa pingsan karena hipoglikemia. Mereka yang berada dalam tahap pra-diabetes juga harus berhati-hati. Jika Anda belum melakukan pemeriksaan baru-baru ini, mungkin Anda sudah menderita diabetes. Penderita diabetes juga harus sarapan. Prinsipnya adalah makan tiga kali sehari secara teratur. Dengan cara ini, pengelolaan gula darah menjadi lebih baik. Ini dapat mencegah lonjakan gula darah dengan menghindari makan berlebihan pada waktu makan berikutnya dan membantu dalam diet.
Telur, Tahu, Ikan, dan Pentingnya Mengonsumsi Protein di Pagi Hari
Protein juga harus dikonsumsi dengan tepat sesuai dengan tiga kali makan sehari. Jangan makan terlalu banyak dalam satu kali makan, tetapi bagi menjadi tiga kali untuk efisiensi yang lebih tinggi. Meskipun tidak makan daging di pagi hari, disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber protein seperti telur, ikan, dan tahu. Ini dicerna lebih lambat sehingga baik untuk pengelolaan gula darah di pagi hari dan dapat mencegah makan berlebihan saat makan siang. Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi protein di pagi hari membantu dalam diet. Jumlah asupan protein harian yang disarankan adalah sekitar 0,8-1,2 g per kg berat badan. Bahkan saat diet, pastikan asupan protein tidak kurang. Dengan cara ini, Anda dapat menjaga otot.
Bagaimana Mengonsumsi Makanan Sumber Protein dalam Satu Kali Makan?
Mari kita lihat jumlah protein per jenis makanan secara spesifik. Jika berat badan Anda 60 kg, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 20 g protein per kali makan. Anda bisa memilih dari satu potong tahu, satu potong ikan mackerel (ukuran telapak tangan), satu potong dada ayam, satu potong daging sapi atau daging babi tanpa lemak (ukuran telapak tangan), atau tiga butir telur. Namun, jika khawatir tentang kolesterol, Anda bisa makan satu butir telur hanya bagian putihnya. Kacang-kacangan dan yogurt juga mengandung protein. Disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber protein yang seimbang antara hewani dan nabati saat makan siang dan malam.
Secangkir Kopi Sebagai Sarapan?... Harus Makan dengan Benar
Jika hanya minum secangkir kopi sebagai sarapan, itu hanya akan merusak selaput lambung. Kafein dapat menyebabkan peradangan pada lambung yang kosong. Jika sudah ada gastritis atau tukak lambung, kondisinya bisa semakin buruk. Yogurt harus dibeli dengan memperhatikan label komposisi. Produk yang mengandung banyak gula dapat meningkatkan gula darah secara signifikan. Kurangi tidur pagi dan pastikan untuk makan dengan benar. Makanan harus seimbang antara serat (sayuran, biji-bijian, dll.), protein, dan karbohidrat (roti gandum utuh, nasi campur, kentang, dll.). Sebaiknya minum kopi kental setelah mengisi perut dengan makanan lain. Banyak penelitian menunjukkan bahwa waktu yang tepat untuk menikmati kopi adalah antara pukul 9:30 hingga 10:00 pagi.