
Ketika didiagnosis dengan hipertensi, ada orang yang bertanya "Mengapa saya?" Meskipun dokter merekomendasikan untuk mengonsumsi obat tekanan darah, mereka tidak meminumnya. Mereka berusaha mengatasi dengan mengatur pola makan, berolahraga, dan mengelola kebiasaan hidup. Hipertensi sendiri bukanlah penyebab kematian. Namun, jika hipertensi tidak diobati tepat waktu, dapat menyebabkan berbagai komplikasi akibat kerusakan pembuluh darah. Penyakit jantung (gagal jantung), stroke (iskemia serebral - perdarahan otak), penyakit arteri koroner, dan lain-lain. Ini dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kecacatan. Jika tekanan darah Anda tinggi, jangan lengah dan tetap waspada.
Tidak ada gejala, tetapi... Penyakit Muncul di Seluruh Tubuh: Otak, Mata, Jantung, Ginjal, Pembuluh Darah
Jika hipertensi berlanjut, penyakit dapat muncul di seluruh tubuh, termasuk otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Di otak, dapat terjadi stroke dan demensia, di mata dapat terjadi retinopati hipertensif, di jantung dapat terjadi pembesaran ventrikel kiri, angina, infark miokard, dan gagal jantung. Di ginjal dapat terjadi penyakit ginjal kronis, dan di pembuluh darah dapat terjadi penyakit aorta dan penyakit pembuluh darah perifer. Ini secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Masalah terjadi pada pasokan darah ke jantung. Oleh karena itu, pencegahan dan pengelolaan hipertensi sangat penting untuk mencegah penyakit ini. American College of Cardiology (ACC) menekankan bahwa pola makan adalah yang paling penting dalam mengontrol tekanan darah.
Kurangi Asupan Garam dan Lakukan Olahraga Aerobik... Pentingnya Pengelolaan Kebiasaan Hidup
Pencegahan dan pengobatan hipertensi memerlukan pengelolaan kebiasaan hidup. Untuk menurunkan tekanan darah, perlu membatasi asupan garam (natrium), menurunkan berat badan (jika obesitas), mengurangi konsumsi alkohol, dan melakukan olahraga aerobik secara teratur. Jika seseorang mengonsumsi 10,5 g garam per hari dan menguranginya setengah, tekanan darah sistolik rata-rata dapat menurun 4-6 mmHg dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (data dari Pusat Pengendalian Penyakit). Rekomendasi asupan garam harian untuk orang Korea adalah sekitar 1 sendok teh (6 g). Orang tua, orang yang obesitas, dan mereka dengan riwayat keluarga diabetes atau hipertensi lebih sensitif terhadap garam, sehingga menerapkan diet rendah garam secara aktif dapat menurunkan tekanan darah dengan lebih efektif.
Alasan Mengapa Vegetarian Memiliki Tekanan Darah yang Lebih Rendah?
Vegetarian memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi daging sebagai makanan pokok. Jika makan berbasis sayuran, pasien hipertensi juga dapat menurunkan tekanan darah. Efek ini disebabkan oleh peningkatan asupan serat dari buah dan sayuran serta penurunan asupan asam lemak jenuh (seperti lemak daging). Makanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin dalam proporsi yang tepat, dan harus mengonsumsi cukup sayuran dan buah setiap hari. Disarankan untuk mengurangi asupan gula dan mengikuti pola makan Mediterania yang berfokus pada sayuran dan makanan laut. Sebaiknya makan ikan setidaknya dua kali seminggu. Konsumsi kopi dalam jumlah yang wajar (tidak lebih dari 2 cangkir per hari) tidak perlu dibatasi.
Alasan Mengapa Merokok Sangat Berbahaya... Mengapa?
Perokok mengalami peningkatan sementara pada tekanan darah dan denyut nadi akibat nikotin dalam rokok. Meskipun pasien hipertensi mengontrol tekanan darah dengan baik, mereka tidak dapat menghindari risiko penyakit kardiovaskular jika tidak berhenti merokok. Merokok pasif juga berbahaya. Jika perokok dengan hipertensi terus merokok, risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan infark miokard dapat meningkat dengan cepat dan memburuk. Melakukan olahraga aerobik seperti berjalan cepat selama lebih dari 30 menit, setidaknya 5 kali seminggu, dapat menurunkan tekanan darah. Latihan kekuatan yang membutuhkan tenaga sebaiknya dilakukan 2-3 kali seminggu. Jika Anda memiliki hipertensi, harus berhati-hati dengan latihan yang terlalu berat.