Cara Menggunakan Obat Kumur: Terlalu Sering Disinfeksi Justru Memperparah Bau Mulut

| masukan:

Obat kumur untuk mencegah karang gigi, penggunaan yang benar sangat penting

Menggunakan obat kumur terlalu sering dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di dalam mulut. Foto=Getty Images Bank

Ada orang yang sering menggunakan ‘obat kumur’ untuk mendisinfeksi mulut. Mereka berpikir ini baik untuk kesehatan gusi dan gigi. Beberapa orang menganggap ini penting untuk menghilangkan bau mulut saat berbicara dengan orang lain. Jika digunakan dengan benar, obat kumur baik untuk mencegah bakteri dan karang gigi, tetapi jika salah digunakan, keseimbangan bakteri di dalam mulut bisa terganggu dan jamur bisa muncul, sehingga perlu diperhatikan.

Hanya menggunakan obat kumur tanpa menyikat gigi?…Bau mulut semakin parah

Obat kumur adalah alat bantu untuk menyikat gigi. Jika sudah makan, harus menyikat gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan plak, lalu diakhiri dengan obat kumur. Jika ada sisa makanan, efek antibakterinya akan berkurang. Sisa makanan dan komponen obat kumur dapat bereaksi dan membuat bau mulut semakin parah.

Orang yang mulutnya kering juga bisa mengalami bau mulut yang lebih parah jika terlalu sering berkumur. Jika seseorang sering mengalami kekeringan pada gusi dan mulut, disarankan untuk memilih produk tanpa alkohol. Alkohol dapat membuat mulut menjadi kering, yang dapat memperburuk bau mulut. Terutama jika menggunakan produk yang dirilis untuk perawatan gusi terlalu sering dan lama, ada risiko perubahan warna gigi. Produk medis harus digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Kumur sebentar…“Terlalu sering dapat menyebabkan jamur”

Pertama, setelah menyikat gigi, sebaiknya berkumur selama 30 detik hingga 1 menit setelah 20-30 menit. Jika terlalu singkat, tidak akan efektif, dan jika terlalu lama, dapat mengiritasi selaput lendir. Ada orang yang menggunakan obat kumur setiap 1-2 jam karena merasa mulutnya lengket. Namun, penggunaan berlebihan dapat menghilangkan bakteri baik dan menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di dalam mulut.

Dokter gigi Park Chang-jin, yang juga merupakan direktur Asosiasi Kesehatan Gigi Pencegahan Korea, memperingatkan di saluran YouTube ‘Knowledge Inside’ bahwa "tidak perlu menggunakan produk kumur setiap hari" dan "jika digunakan terlalu sering, bakteri baik yang dibutuhkan tubuh kita juga akan mati." Dia menambahkan, "Jika bakteri baik mati, bakteri dan jamur yang biasa disebut ‘jamur’ dapat berkembang biak di dalam mulut," dan memberikan contoh jamur putih yang dikenal sebagai ‘kandidiasis’.

Kandidiasis oral adalah lapisan putih yang muncul di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi. Jika dibersihkan, akan terkelupas menjadi merah dan terasa sakit. Saat makan makanan yang sudah dimasak atau menyikat gigi, bisa juga merasakan rasa perih. Bagi orang yang mulutnya kering, berkumur dengan air garam sebagai alternatif produk juga merupakan cara yang baik.

×