“Wajib diminum setelah makan karbohidrat” Rescène jadi perbincangan, apa sebenarnya ‘air merah’ itu?

| masukan:

[Celeb Health] Cara girl group Rescène mengelola gula darah

Foto=Instagram resmi Rescène
Foto=Instagram resmi Rescène

Kehidupan asrama yang hangat dari girl group yang tengah naik daun, Rescène (RESCENE), belakangan ini sedang ramai dibicarakan, termasuk kebiasaan mereka mengelola gula darah setelah makan.

Rescène baru-baru ini menampilkan keseharian asrama yang penuh tawa lewat program varietas MBC, ‘Omniscient Interfering View’ (The Manager).

Mulai dari sang leader ‘Woni’ yang dijuluki “Paili dari Geoje” karena logat daerahnya yang kental, hingga Liv dan May yang berwajah dingin namun ternyata punya ambisi komedi yang tak terduga, Jena si gadis Gyeongju yang penuh aegyo, serta Minami yang fasih berbahasa Korea—masing-masing menunjukkan pesona mereka apa adanya.

Dalam episode itu, kekompakan para anggota terlihat jelas. Begitu ada yang berpindah ke ruang keluarga atau kamar, yang lain langsung ikut berbondong-bondong, memancing tawa. Mereka bahkan tampak masuk ke kamar mandi bersama-sama, yang membuat penonton terkejut.

Kebiasaan melakukan apa pun bersama itu berlanjut setelah makan. Para anggota Rescène menarik perhatian karena melakukan hal yang sama usai menyantap satu set kimchi-jjim yang tinggi karbohidrat. Woni yang disiplin dalam perawatan diri mencampurkan cairan merah ke dalam air lalu meminumnya, dan anggota lain termasuk May ikut menirunya. Liv yang meminum minuman merah itu pun berdecak kagum, “Enak.”

Apa sebenarnya ‘air merah’ yang selalu diminum leader ‘Woni’ setelah makan?

Air merah yang diminum Woni setelah makan dalam tayangan tersebut adalah minuman yang dibuat dengan mengencerkan red wine vinegar dengan air. Red wine vinegar adalah cuka yang dibuat dari anggur merah yang difermentasi alami dalam tong kayu ek dalam jangka panjang. Cuka ini mengandung asam asetat dan polifenol sebagai komponen antioksidan, serta berbagai senyawa bioaktif lain seperti asam organik, asam fenolat, dan katekin.

Komponen red wine vinegar yang paling banyak mendapat perhatian adalah asam asetat dan polifenol. Asam asetat merupakan asam organik utama yang memberi rasa asam pada cuka, dan menjadi fokus penelitian aktif dalam bidang pengelolaan gula darah setelah makan serta kesehatan metabolik. Sementara itu, polifenol adalah komponen antioksidan utama yang terdapat pada tanaman.

Red wine vinegar, apa efeknya jika dikonsumsi setelah makan?

Asam asetat dapat sedikit memperlambat laju perpindahan makanan dari lambung ke usus halus, serta dapat memengaruhi kecepatan pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Ini berarti asam asetat berpotensi membantu mencegah lonjakan gula darah yang tajam setelah makan.

Ada pula hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi asam asetat dapat membantu meningkatkan “sensitivitas insulin”, yakni efisiensi insulin dalam memanfaatkan glukosa. Menurut meta-analisis yang dipublikasikan pada 2017 di jurnal internasional ≪Diabetes Research and Clinical Practice≫, ketika cuka dikonsumsi bersama makanan, kadar gula darah setelah makan dan respons insulin menurun secara signifikan.

Selain itu, sebuah studi yang dimuat pada 2019 di jurnal internasional ≪Food & Function≫ melaporkan bahwa pada peserta yang secara konsisten mengonsumsi cuka yang mengandung asam asetat selama 8 minggu, kadar gula darah puasa, kadar insulin puasa, serta HOMA-IR—indikator untuk menilai resistensi insulin—membaik secara signifikan. Tim peneliti menganalisis bahwa asam asetat berpotensi memberi pengaruh positif terhadap metabolisme glukosa dan perbaikan fungsi insulin.

Serupa dengan asam asetat, polifenol yang melimpah dalam red wine vinegar juga patut diperhatikan. Polifenol merupakan antioksidan utama yang mengurangi stres oksidatif dengan menyingkirkan radikal bebas. Stres oksidatif berkaitan bukan hanya dengan penuaan, tetapi juga dengan munculnya berbagai penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular dan penyakit metabolik. Polifenol berperan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.

Foto=Tangkapan layar siaran MBC ‘Omniscient Interfering View’
Foto=Tangkapan layar siaran MBC ‘Omniscient Interfering View’

Bahkan makanan sehat pun tidak boleh berlebihan; meski baik untuk tubuh, tetap harus dikonsumsi secukupnya

Makanan yang baik bagi tubuh pun, jika berlebihan, justru bisa menjadi beban. Red wine vinegar juga sebaiknya tidak diminum sebagai cairan murni, melainkan dikonsumsi setelah diencerkan cukup banyak dengan air. Jika terlalu banyak meminum cairan murninya, hal itu dapat mengiritasi mukosa lambung atau merusak enamel gigi.

Setelah minum cuka, membilas mulut secara ringan dengan air dapat membantu mengurangi kerusakan enamel gigi. Selain itu, bila memiliki penyakit saluran cerna atau sedang mengonsumsi obat tertentu seperti obat penurun gula darah, sebaiknya mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing dan mengonsumsinya setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.

Pengelolaan kesehatan akan lebih mungkin memberikan hasil positif bila tidak bergantung pada satu makanan tertentu, melainkan dijalankan bersama pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta kebiasaan hidup yang benar.

×