Bada (46) pamer tubuh kencang dengan hot pants; rahasia tanpa lemak berlebih ada pada ‘olahraga ini’?

| masukan:

[Celeb Health] Cara penyanyi Bada menjaga bentuk tubuh

Penyanyi Bada mengunggah beberapa foto di media sosialnya sambil menulis, “Konsep musim panas ini aku putuskan jadi hot girl.” Foto=Bada Instagram

Penyanyi Bada (46) tampil percaya diri mengenakan hot pants.

Baru-baru ini, Bada mengunggah beberapa foto di SNS miliknya disertai tulisan, “Karena aku Bada. Konsep musim panas ini aku putuskan jadi hot girl. Dalam hidup yang aku miliki, rasanya menetapkan sendiri musim yang ingin aku jalani juga bisa menjadi kebahagiaan dalam hidup.”

Dalam foto tersebut, Bada berpose dengan atasan tanpa lengan dan hot pants. Tubuhnya tampak kencang tanpa lemak berlebih. Ia menambahkan, “Lebih panas dari suhu, perasaan lebih ringan, kamu mau pakai konsep apa untuk musim panas ini?”

Lari efektif membakar lemak tubuh… makin optimal bila disertai latihan kekuatan

Bada sedang berlari. Foto=Bada Instagram

Bada juga kerap membagikan aktivitas larinya yang dilakukan secara konsisten di SNS. Memasuki usia paruh baya seperti Bada, hormon perempuan menurun sehingga laju metabolisme basal ikut turun dan lemak lebih mudah menumpuk di area perut serta pinggang. Dalam kondisi ini, lari teratur dapat membantu mencegah peningkatan lemak tubuh.

Lari juga membantu membentuk otot perut yang lebih tegas. Agar otot perut terlihat, penurunan lemak tubuh harus menjadi prioritas. Jika disertai latihan inti seperti crunch, leg raise, dan plank 2–3 kali per pekan, otot perut bisa tampak lebih jelas.

Bagi pemula, mulai dengan kombinasi jalan kaki dan lari… peregangan sebelum dan sesudah olahraga penting

Ada hal yang perlu diperhatikan. Jika sejak awal langsung melakukan lari jarak jauh atau intensitas tinggi, beban pada lutut, pergelangan kaki, dan tendon Achilles dapat meningkat sehingga memicu nyeri. Terutama bila berat badan cukup tinggi atau baru pertama kali lari, lebih aman memulai dengan mengombinasikan jalan kaki dan lari.

Sebelum berolahraga, sebaiknya lakukan peregangan untuk melemaskan otot dan sendi secara memadai, serta gunakan sepatu lari dengan daya serap benturan yang baik. Intensitas yang tepat adalah tingkat di mana masih memungkinkan berbincang singkat dengan orang di sebelah. Mulailah sekitar 2–3 kali per pekan dan lakukan secara teratur; cara ini dapat menurunkan risiko cedera sekaligus meningkatkan manfaat olahraga.

Setelah lari selesai, cairan yang hilang melalui keringat perlu diganti dengan cukup. Untuk pemulihan otot dan mengurangi kelelahan, konsumsi protein bersama karbohidrat berkualitas. Tepat setelah olahraga, peregangan dengan fokus pada otot betis, paha, dan bokong efektif untuk membantu mencegah nyeri otot serta cedera.

×