
Penyanyi sekaligus aktris Jung Chae-yeon (28) kembali memamerkan pinggang yang sangat kecil.
Pada tanggal 2 lalu, Jung Chae-yeon mengunggah foto-foto kegiatan reuni grup I.O.I untuk memperingati 10 tahun debut melalui media sosialnya (SNS). Dalam foto di balik panggung acara musik, ia terlihat dengan tulang selangka yang menonjol, bahu yang ramping, serta pinggang yang begitu kecil hingga tampak seolah bisa digenggam dengan kedua tangan.
I.O.I dibentuk lewat program audisi pada 2016 dan bubar setelah beraktivitas selama 8 bulan. Pada Mei tahun ini, bertepatan dengan 10 tahun debut, mereka kembali berkumpul, merilis mini album ketiga berjudul ‘I.O.I : Loop’, dan mendapat banyak cinta lewat promosi lagu utama ‘Tiba-tiba’.
Menjelang debut, Jung Chae-yeon menurunkan berat badan dari 64 kg menjadi 48 kg—turun 16 kg hanya dalam 3 bulan. Saat itu, ia menurunkan berat badan dalam waktu singkat dengan hanya mengonsumsi tahu sutra, susu kedelai, salad tanpa dressing, dan tomat ceri. Setelah mulai berakting, ia juga pernah mengatakan bahwa ketika memasuki masa produksi sebuah karya, ia hampir tidak makan malam dan mengatur pola makan hanya dengan telur, pisang, dan kongguksu (mi dengan kuah susu kedelai). Kedua pola makan tersebut bisa efektif untuk menurunkan berat badan, tetapi dari sisi gizi perbedaannya tidak kecil.

Pola makan sebelum debut: berat badan cepat turun, tetapi berisiko ketidakseimbangan gizi
Pola makan yang dijalani Jung Chae-yeon saat menurunkan 16 kg sebelum debut hanya terdiri dari tahu sutra, susu kedelai, salad tanpa dressing, dan tomat ceri. Karena kalorinya sangat rendah, ini termasuk pola makan ultra-rendah kalori yang kerap dianggap efektif untuk penurunan berat badan dalam waktu singkat.
Keunggulannya, ia masih bisa memperoleh sejumlah protein dari tahu sutra dan susu kedelai, serta menambah serat pangan, vitamin C, folat, dan lain-lain dari salad dan tomat ceri. Namun, para ahli tidak merekomendasikan mempertahankan pola makan seperti ini dalam jangka panjang.
Jika asupan karbohidrat terlalu sedikit, energi yang dibutuhkan otak dan otot menjadi kurang sehingga dapat muncul rasa lelah, penurunan konsentrasi, dan penurunan kemampuan berolahraga. Asupan lemak juga nyaris tidak ada, sehingga penyerapan vitamin larut lemak (A·D·E·K) menurun dan dapat memengaruhi keseimbangan hormon perempuan maupun kesehatan kulit.
Selain itu, hanya mengandalkan tahu dan susu kedelai membuat kebutuhan protein selama masa penurunan berat badan sulit terpenuhi sehingga ada risiko kehilangan massa otot. Asupan zat besi dan kalsium juga kurang, yang berpotensi berujung pada anemia atau penurunan kepadatan tulang.

Pola makan saat berakting: keseimbangan membaik dibanding sebelumnya
Saat beraktivitas sebagai aktris, Jung Chae-yeon mengatakan bahwa menjelang syuting sebuah karya ia terutama mengonsumsi telur, pisang, dan kongguksu. Dari sisi gizi, pola ini terlihat lebih seimbang dibanding pola makan sebelum debut.
Telur menyediakan protein berkualitas tinggi, juga vitamin B kompleks, kolin, lutein, dan lain-lain. Pisang kaya karbohidrat, kalium, dan vitamin B6 sehingga membantu menambah energi. Kongguksu memungkinkan asupan protein nabati, karbohidrat, dan lemak tak jenuh sekaligus, sehingga rasa kenyang juga lebih tinggi.
Namun, kelemahan pola makan ini adalah asupan sayur yang tetap sedikit. Jika tidak cukup mengonsumsi sayuran hijau seperti brokoli atau bayam, vitamin A, C, K, dan serat pangan bisa menjadi kurang.
Selain itu, jika hanya mengonsumsi satu jenis buah, yakni pisang, sulit memperoleh beragam senyawa antioksidan. Karena tidak ada ikan seperti salmon atau makarel, asupan asam lemak omega-3 juga berpotensi kurang. Kalsium dan vitamin D pun mungkin tidak mencukupi.
Jika ingin lebih sehat?
Pola makan Jung Chae-yeon lebih mendekati metode pengelolaan berat badan ala selebritas untuk mengoptimalkan kondisi tubuh dalam periode singkat, seperti menjelang debut atau syuting karya. Memang bisa efektif untuk menurunkan lemak tubuh dalam waktu singkat, tetapi jika pola makan ultra-rendah kalori dipertahankan lama, risikonya meningkat—mulai dari kehilangan massa otot, kekurangan gizi, penurunan laju metabolisme basal, hingga pada perempuan dapat meningkatkan risiko gangguan menstruasi.
Untuk penurunan berat badan yang sehat, cara yang paling aman dan berkelanjutan adalah menurunkan berat badan secara perlahan dengan menjadikan protein dan sayur yang cukup sebagai dasar, sambil mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang tepat serta lemak sehat. Para ahli menyarankan agar masyarakat umum tidak meniru persis pola makan Jung Chae-yeon, melainkan penting untuk melengkapi zat gizi yang kurang.
Protein dapat dicukupi dengan menambahkan dada ayam, ikan, greek yogurt, dan lain-lain. Untuk karbohidrat, disarankan mengonsumsi nasi beras merah, ubi jalar, atau oatmeal dalam jumlah yang sesuai.
Selain itu, jika dipadukan dengan beragam sayuran seperti brokoli, bayam, paprika, serta kacang-kacangan seperti almond dan kenari, vitamin dan lemak sehat dapat terpenuhi sekaligus. Salmon atau makarel merupakan sumber asam lemak omega-3, sedangkan susu dan yogurt adalah pilihan yang baik untuk menambah kalsium dan protein.