Sebenarnya Makanan Apa yang Paling Sesuai berdasarkan Mulut, Rahang, dan Gigi Kita?

| masukan:

[Vegan News Song Mu-ho] 130. Manusia omnivora? ① Tinjauan anatomi

Apakah manusia karnivora atau herbivora? Menjawab pertanyaan ini, kebanyakan orang dengan yakin mengatakan, “Manusia adalah omnivora, bukan karnivora maupun herbivora,” tanpa sedikit pun ragu.

Mengapa? Karena mereka menjalani hidup seperti itu. Namun, itu hanyalah kesimpulan dari mengamati kebiasaan makan diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Untuk memperoleh jawaban yang tepat apakah tubuh manusia benar-benar omnivora atau tidak, kita perlu menelaah secara rinci struktur anatomi tubuh kita.

Cara objektif untuk mengetahui makanan apa yang sesuai bagi manusia adalah membandingkan ciri anatomi dan fisiologi manusia dengan hewan lain yang memiliki kemiripan [1, 2]. Perbedaan anatomi antara karnivora (Carnivore), omnivora (Omnivore), dan herbivora (Herbivore) adalah sebagai berikut.

1. Mulut

Karnivora seperti singa, harimau, dan serigala, serta omnivora seperti beruang, rakun, dan anjing, dapat membuka mulut sangat lebar dibanding ukuran kepala agar bisa menangkap mangsa dan menggigit hingga mati [3]. Singa dapat membuka mulut hingga maksimum 28 cm [4], anjing rata-rata hingga sekitar 10 cm/ [5], sedangkan manusia rata-rata sekitar 5 cm [6].

Herbivora seperti kelinci, rusa roe, rusa, kambing, dan domba memiliki mulut yang relatif kecil. Manusia juga memiliki mulut kecil sehingga lebih dekat dengan herbivora. Herbivora memiliki otot wajah yang berkembang baik, bibir tebal, serta lidah berotot sehingga makanan yang dihancurkan gigi dapat bercampur baik dengan air liur. Manusia juga demikian [7].

2. Sendi rahang

Sendi rahang karnivora dan omnivora merupakan sendi engsel sederhana (hinge-type joint) yang berada hampir pada bidang yang sama dengan gigi, sehingga kekuatan menggigit dan memotongnya sangat kuat dan stabil. Karena itu, sendi ini berperan untuk menaklukkan mangsa yang meronta atau memecahkan tulang. Saat karnivora menutup rahangnya, gigi-giginya memotong mangsa dengan kuat seperti sepasang bilah pisau [8].

Sendi rahang herbivora berada jauh lebih tinggi daripada bidang gigi untuk memberikan gerakan yang lebih besar saat mengunyah. Jenis sendi ini kurang stabil dibanding sendi engsel pada karnivora, tetapi menguntungkan untuk gerakan maju-mundur dan kiri-kanan, sehingga memungkinkan gerakan rahang yang kompleks yang diperlukan saat mengunyah makanan berserat tinggi seperti tumbuhan. Mandibula (mandible, tulang rahang bawah) herbivora menunjukkan gerakan kiri-kanan yang jelas saat makan. Gerakan lateral ini mutlak diperlukan untuk tindakan menghancurkan dan menggiling (crush and grind) makanan, dan hal yang sama berlaku pada manusia.

Bagian yang ditandai lingkaran merah adalah sendi rahang. Tidak seperti karnivora atau omnivora, pada manusia sendi rahang berada di atas bidang gigi seperti pada herbivora. Foto=https://drbillspetnutrition.com/carnivores-omnivores-herbivores
Bagian yang ditandai lingkaran merah adalah sendi rahang. Tidak seperti karnivora atau omnivora, pada manusia sendi rahang berada di atas bidang gigi seperti pada herbivora. Foto=https://drbillspetnutrition.com/carnivores-omnivores-herbivores

Sumber: https://viva.org.uk/health/physiology-vegan/
Sumber: https://viva.org.uk/health/physiology-vegan/

Coba bayangkan waktu makan kucing (karnivora) dan anjing (omnivora). Mereka tidak banyak mengunyah dan menelan makanan bulat-bulat. Namun, jika melihat herbivora seperti kelinci atau rusa makan, mereka mengunyah cukup lama sebelum menelan, seperti manusia.

3. Gigi

Gigi seri (incisor) karnivora dan omnivora berbentuk kerucut pendek dan tajam (peg-shaped) untuk menangkap dan memotong mangsa. Gigi seri herbivora lebar dan pipih, berbentuk seperti sekop (spade-shaped), serta saling mengunci, sehingga menguntungkan untuk mengupas kulit buah, memotong, dan menggigit. Gigi seri manusia mirip dengan herbivora [9].

Gigi taring (canine) karnivora sangat panjang, runcing, dan tajam seperti pisau untuk menembus mangsa dan memberikan serangan mematikan pada arteri utama atau organ dalam. Pada omnivora, panjangnya sedikit lebih pendek dibanding karnivora, tetapi tetap mengancam karena digunakan untuk menggigit, menahan, dan merobek mangsa. Gigi taring herbivora kecil dan tumpul sehingga tidak mengancam, dan berfungsi seperti gigi seri.

Mari lihat foto di bawah ini. Gigi taring kita lebih dekat dengan hewan yang mana?

*Sumber foto: singa https://viva.org.uk/health/physiology-vegan/. anjing https://www.freepik.com/free-photo/high-angle-smiley-dog-laying-floor. simpanse https://plantbasedbride.com/blog/natural )
*Sumber foto: singa https://viva.org.uk/health/physiology-vegan/. anjing https://www.freepik.com/free-photo/high-angle-smiley-dog-laying-floor. simpanse https://plantbasedbride.com/blog/natural )

Gigi geraham karnivora dan omnivora—yakni premolar (premolar, geraham kecil atau geraham depan) dan molar (molar, geraham besar atau geraham belakang)—berbentuk segitiga dan tersusun saling mengunci atas-bawah seperti gunting, sehingga berfungsi memotong mangsa dengan tajam.

Sebaliknya, geraham herbivora dan manusia berbentuk persegi dengan permukaan atas yang datar sehingga tidak dapat melakukan fungsi pemotongan. Pada permukaan kunyah terdapat tonjolan dan cekungan, sehingga dengan gerakan horizontal dapat menghancurkan dan menggiling (crush and grind) makanan, berperan seperti lesung dan batu giling [10]. Struktur anatomi rongga mulut manusia lebih dekat dengan herbivora, bukan karnivora maupun omnivora.

Song Mu-ho, Doktor Kedokteran, spesialis ortopedi dan kedokteran gaya hidup

Daftar pustaka

1. RPA https://www.rpaforall.org/animal-abuse-its-why-we-suffer/the-comparative-anatomy-of-eating/

2. MR Mills. The comparative anatomy of eating. ecologos. org. 1996 [Accessed 12 Febraury 2016].

3. J Bourke, S Wroe, K Moreno, et al. Effects of gape and tooth position on bite force and skull stress in the dingo (Canis lupus dingo) using a 3-dimensional finite element approach. PLoS One 2008;3(5):e2200.

4. Britannica https://kids.britannica.com/students/article/lion/275490

5. M Gracis, E Zini. Vertical Mandibular Range of Motion in Anesthetized Dogs and Cats. Front Vet Sci 2016;3:51.

6. Cleveland Clinic https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24086-trismus

7. SW Herring, SE Herring. The Superficial Masseter and Gape in Mammals. The American Naturalist 1974;962(108):561-576.

8 K Schwenk. Feeding: form, function and evolution in tetrapod vertebrates. Academic Press, 2000.

9. S Hillson. Teeth. Cambridge University Press, 2005.

10. PS Ungar. Mammalian dental function and wear: A review. Biosurface and Biotribology 2015;1(1):25-41.

×