Tanpa sadar urine menetes? 5 cara mencegah inkontinensia urin

| masukan:

Lakukan latihan Kegel dan hindari makanan yang mengiritasi kandung kemih

Inkontinensia urin, yaitu keluarnya urine sedikit demi sedikit tanpa disadari dan sulit ditahan, sering dibiarkan begitu saja karena memalukan. Foto=Getty Image Bank
Inkontinensia urin, yaitu keluarnya urine sedikit demi sedikit tanpa disadari dan sulit ditahan, sering dibiarkan begitu saja karena memalukan. Foto=Getty Image Bank

Seiring bertambahnya usia, inkontinensia urin cenderung makin memburuk. Inkontinensia urin, yaitu keluarnya urine sedikit demi sedikit tanpa disadari dan sulit ditahan, sering dibiarkan begitu saja karena memalukan. Faktanya, cukup banyak pasien yang menganggapnya wajar sebagai bagian dari penuaan atau merasa malu sehingga tidak pergi ke rumah sakit dan akhirnya kondisi memburuk. Namun, inkontinensia urin dapat menurunkan rasa percaya diri dan, bila berat, bisa berkembang menjadi depresi. Mari pahami cara mencegah inkontinensia urin dalam kehidupan sehari-hari.

◆ Cara diagnosis mandiri inkontinensia urin

Jika Anda buang air kecil lebih dari 8 kali sehari, sering berkemih, sulit menahan kencing, urine bocor saat menuju toilet, atau urine keluar ketika batuk atau bersin, Anda perlu mencurigai inkontinensia urin. Sebaiknya segera kunjungi fasilitas kesehatan dan jalani pemeriksaan oleh dokter. Kadang ada yang sudah didiagnosis inkontinensia urin lalu merasa cemas tanpa arah, tetapi kondisi ini dapat ditangani bila Anda menjalani terapi secara aktif serta memperbaiki kebiasaan hidup seperti kebiasaan berkemih yang benar dan olahraga teratur.

◆ Latihan Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul

Ini adalah latihan untuk memperkuat otot dasar panggul yang melemah. Inkontinensia urin tipe stres—ketika urine bocor saat tekanan dalam perut meningkat akibat batuk, bersin, melompat, dan sebagainya—dapat dicegah dan diobati dengan latihan ini.

Kencangkan otot anus rapat-rapat selama setidaknya 10 detik, lalu lepaskan perlahan dan istirahat beberapa detik. Kemudian, dengan interval 1 detik, kencangkan dan lepaskan kembali otot anus sebanyak 3 kali berturut-turut, lalu istirahat beberapa detik. Lakukan seperti ini 30 kali sehari, dibagi menjadi 10 kali pada pagi hari, 10 kali pada siang/sore hari, dan 10 kali sebelum tidur.

◆ Hindari makanan yang mengiritasi kandung kemih

Mengurangi konsumsi makanan/minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih—seperti minuman beralkohol, kopi, teh, produk berkafein, makanan pedas, jus atau buah yang asam, pemanis buatan, cokelat, sirup, madu, gula dan sebagainya—dapat membantu mencegah inkontinensia urin.

◆ Membiasakan kebiasaan berkemih yang benar

Secara normal, seseorang buang air kecil 4–6 kali sehari, dengan volume sekitar 250–350cc setiap kali. Jika volume urine lebih sedikit dari itu atau Anda berkemih dengan interval kurang dari 2 jam, Anda perlu melatih diri secara sengaja agar dapat buang air kecil setidaknya setiap 3 jam, dengan volume ≥250cc per sekali.

Jika Anda punya kebiasaan menahan kencing terlalu lama, konsumsi cairan secukupnya agar tetap bisa buang air kecil setidaknya sekali dalam 4 jam, dan pastikan volume urine per sekali tidak melebihi 400cc. Volume urine mudah diukur dengan memanfaatkan kotak susu kosong 500cc. Sering ke toilet terlebih dahulu karena takut bocor, atau mengurangi minum air, tidak baik untuk kesehatan kandung kemih.

◆ Cukupi cairan dengan tepat, minum sedikit-sedikit tetapi sering

Volume urine dipengaruhi oleh jumlah cairan yang dikonsumsi dan yang dikeluarkan melalui keringat. Bagi ibu rumah tangga pada umumnya yang tidak melakukan olahraga berat, asupan cairan minimum harian adalah sekitar 20–30cc air per 1kg berat badan. Biasanya sekitar 1,5–1,8 liter sudah cukup, dan sebaiknya diminum sedikit-sedikit tetapi sering sejak bangun pagi hingga pada jam-jam aktivitas tinggi. 

Orang yang tidak banyak bergerak dan tidak banyak berkeringat, bila minum air lebih dari 3 liter sehari, justru dapat menurunkan fungsi ginjal. Jika konstipasi parah, Anda bisa jadi lebih sering buang air kecil atau mengalami inkontinensia urin; karena itu, mencegah konstipasi dengan mencukupi cairan secara tepat juga merupakan salah satu cara.

×