
Belakangan ini, aktris Park Bo-young yang meninggalkan kesan kuat kepada penonton di seluruh dunia lewat serial Netflix original 〈Gangguan Jiwa Pun Pagi Datang〉 serta film 〈Utopia Beton〉, menarik perhatian karena mengabarkan kabar terkini tanpa terlihat mengalami perubahan.
Terutama pada karya yang ramai dibicarakan di 2025, 〈Seoul yang Penuh Rahasia〉, saat ia menampilkan akting luar biasa untuk memerankan dua peran sekaligus, ia berhasil menyapu posisi teratas tangga global layanan OTT. Dalam konteks itulah, ia sebelumnya menyebut “manajemen diri yang benar-benar disiplin” sebagai kunci agar mampu menyerap karakter dengan sempurna dalam naskah.
Dalam foto, Park Bo-young menikmati waktu santai di pantai Hawaii. Ia tampil dengan balutan baju renang dan memamerkan tubuh yang tampak ramping. Menanggapi hal itu, para penggemar berkomentar, “Dia tetap terlihat langsing” dan “Kenapa berat badannya tidak naik?”
Park Bo-young diketahui mempertahankan tinggi 158cm dan berat 41kg. Dalam sebuah wawancara di masa lalu, ia mengatakan, “Saya memilih foto saat tubuh terlihat paling berisi lalu menjadikannya wallpaper ponsel,” dan menambahkan, “Dengan melihat penampilan saat dulu lebih berisi, saya menahan nafsu makan.” Ia juga mengatakan bahwa ia sering merendam diri dengan air hangat untuk membantu mengurangi bengkak, sambil fokus pada latihan inti (core).
Kedisiplinan seperti itulah yang terlihat jelas dalam filmografinya. Dari penampilan penuh energi di drama 〈Wanita Kuat Do Bong-soon〉 yang memicu demam besar “K- Bo-young” di seluruh dunia, hingga 〈Toko Lampu〉 yang baru-baru ini memperluas basis penggemar global, ia konsisten menjaga kebugaran agar mampu menampilkan beragam aksi dan ekspresi emosional lintas genre. Terutama bagi penggemar luar negeri, ia dikenal sebagai “kecantikan tanpa batas usia,” dan meski bertubuh mungil 158cm, ia tetap mempertahankan siluet sehat berkat otot inti (core) yang kuat.
Penguatan otot inti, bagusnya untuk apa?
Jika Anda berlatih otot inti secara konsisten seperti Park Bo-young, Anda bisa mempertahankan tubuh yang langsing. Core adalah kelompok otot yang menopang bagian tengah tubuh—tulang belakang, panggul, dan perut. Saat otot inti diperkuat, rasa keseimbangan dan stabilitas tubuh menjadi lebih baik. Selain membantu menjaga pinggang, berbagai gerakan seperti bangun dari kursi dan membungkuk pun terasa lebih mudah. Ada juga efek untuk membantu mempertahankan postur yang benar sehingga koreksi posisi tubuh dapat terjadi.
Otot inti bisa dilatih dengan cukup efektif bahkan di rumah. Yang paling umum adalah gerakan bridge (jembatan). Berbaring dengan punggung menempel di lantai, buka kaki selebar panggul, lalu tekuk lutut. Kencangkan otot perut dan bokong, kemudian angkat bokong ke atas. Dengan mengontraksikan rapat semua otot mulai dari rongga dada, panggul, hingga sekitar pusar, Anda dapat melatih otot inti. Namun saat melakukan bridge, pastikan Anda tidak membebani pinggang. Jika yang digunakan justru otot pinggang, risikonya bisa mengarah ke cedera yang lebih serius.
Plank bermanfaat untuk menguatkan otot inti sekaligus seluruh tubuh. Plank adalah latihan menahan tubuh dalam posisi tengkurap dengan tumpuan pada siku di lantai. Buat tubuh membentuk garis lurus dari bahu sampai pergelangan kaki, lalu tahan. Jika terlalu sulit, Anda bisa melakukan variasi plank dengan menaruh lutut di lantai.
Plank mengembangkan otot inti, lengan, bahu, dan lainnya. Karena otot seluruh tubuh ikut meningkat, nyeri pada leher dan pinggang cenderung mereda. Bahkan ada hasil penelitian yang menunjukkan keluhan nyeri pinggang pada penderita bisa membaik. Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Korean Society of Physical Therapy, saat plank dilakukan 3 kali seminggu selama sebulan, ketebalan area perut berkurang dan indeks gangguan nyeri pinggang pada pasien menurun.
Rendaman air hangat yang efektif untuk menurunkan lemak tubuh—apa yang perlu diperhatikan?
Rendaman air hangat yang kerap dilakukan Park Bo-young adalah metode relaksasi dengan merendam hanya bagian pinggang ke bawah di air hangat. Jika tubuh direndam dalam air bersuhu 37–39°C selama 20–30 menit sampai di bawah area dada, suhu tubuh akan meningkat dan otot menjadi lebih rileks, sehingga sirkulasi darah pun dipercepat. Saat metabolisme menjadi lebih aktif, pembakaran lemak tubuh menjadi lebih besar, sehingga Anda bisa mengharapkan efek diet.
Saat berendam, Anda dapat memanfaatkan minyak aromaterapi untuk memperoleh efek menenangkan saraf. Ini juga baik untuk tidur yang lebih nyenyak. Namun, rendaman air hangat sebaiknya dihentikan dalam waktu 30 menit. Jika tubuh terlalu lama berada di dalam air, kondisi fisik bisa menurun sementara. Karena cairan dalam tubuh berkurang, dapat muncul masalah seperti pusing dan sesak napas.
Hindari rendaman air hangat setelah minum alkohol. Hal ini dapat membebani fungsi pengaturan tekanan darah dan juga berdampak buruk bagi jantung. Orang usia lanjut di atas 70 tahun, serta mereka yang memiliki masalah pada jantung atau pembuluh darah seperti infark miokard atau stroke juga harus lebih berhati-hati. Pembuluh darah bisa menjadi lebih relaks atau mengalami penyempitan, sehingga penyakit kardiovaskular seperti angina pektoris dapat memburuk.
