Membuat Cheesecake Yogurt dengan Camilan: Cheesecake Yogurt yang Viral di SNS

| masukan:

[Hellstagram] #CheesecakeYogurt, #Yochike, #YogurtYunani, #DessertTanpaOven, #TrenSNS, #TikTok, #CamilanDiet

Baru-baru ini, resep 'Cheesecake Yogurt', yang dikenal sebagai 'Yochike', telah menjadi sangat populer di seluruh dunia, terutama di media sosial (SNS) seperti TikTok dan YouTube. Intinya adalah mencampurkan yogurt dengan camilan dan membiarkannya matang di dalam kulkas selama sehari, sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang mirip dengan cheesecake yang kental.

Daya tariknya terletak pada kemudahan membuatnya dengan bahan-bahan sederhana yang mungkin sudah ada di kulkas. Banyak postingan 'bukti' yang bermunculan. Beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai tren yang melupakan 'Ddukbokki'. Lalu, bagaimana 'Yochike' ini bisa menjadi tren seperti sekarang? Mari kita cari tahu di Hellstagram.

Tren yang Dimulai di Jepang

Fenomena 'Yochike' dimulai dari sebuah postingan oleh pengguna SNS di Jepang. Dalam postingan tersebut, dijelaskan bahwa dengan menghancurkan kue 'Coconut Sabre' dari Nissin dan mencampurnya dengan yogurt Yunani, lalu membiarkannya semalaman, akan dihasilkan dessert yang mirip dengan cheesecake yang kental.

Prosesnya sangat sederhana sehingga sulit untuk disebut 'memasak', dan hanya membutuhkan dua bahan: yogurt dan kue. Hal ini memicu rasa ingin tahu banyak orang. Mereka yang telah mencobanya berbagi pengalaman bahwa "kue menyerap kelembapan dari yogurt sehingga menghasilkan tekstur yang mirip dengan cheesecake yang sebenarnya," dan tren ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

Di dalam negeri, berbagai variasi juga bermunculan. Resep-resep yang menggunakan berbagai camilan seperti 'Ace', 'Butter Coconut', 'Sabre', 'Oreo', dan lain-lain, aktif dibagikan melalui SNS. Rasa yang dihasilkan bisa sangat berbeda tergantung pada jenis camilan atau yogurt yang digunakan (biasa, Yunani, tanpa gula, rasa buah, dll.), yang memicu semangat eksperimen konsumen. Ada yang berbagi pengalaman gagal dengan 'jangan gunakan yang tanpa gula', sementara beberapa orang menambahkan cream cheese atau espresso, atau bubuk kakao untuk mengembangkan kombinasi mereka sendiri.

Apakah Baik Karena Mengandung 'Yogurt Yunani'?... Memeriksa Kandungan Nutrisi 'Yochike'

Yochike dianggap sebagai dessert yang sehat karena mengandung yogurt Yunani. Namun, jika kita menganalisis kandungan nutrisinya, tidak selalu demikian. Tergantung pada bahan yang digunakan, kalori bisa lebih tinggi dibandingkan cheesecake biasa, sehingga perlu diperhatikan.

Jika kita mencari resep Yochike, salah satu yang paling sering disebutkan adalah mencampurkan dua yogurt krim dari Soawanamu dengan satu paket kue Butter Coconut seberat 50g, yang total kalorinya mencapai sekitar 500kcal. Ini termasuk 23g lemak dan 34g gula. Jika kita menambahkan dua sendok makan cream cheese untuk menambah tekstur dan rasa, kalori bisa bertambah 100-170kcal, sehingga total kalori bisa melebihi 600kcal.

Jika kita mempertimbangkan bahwa satu potong cheesecake biasa (100g) memiliki kalori sekitar 300kcal, maka sulit untuk mengatakan bahwa 'Yochike' memiliki keuntungan khusus dalam hal kalori.

Tentu saja, ada juga keuntungan. Jika dibuat dengan yogurt Yunani, kita bisa mendapatkan jumlah protein yang cukup besar yang sulit didapat dari dessert biasa. Selain itu, karena dibuat sendiri, kita bisa mengatur kadar gula, dan banyak yang mengatakan bahwa rasanya tidak terlalu manis dan segar, sehingga tidak membuat enek.

Kesimpulannya, 'Yochike' jelas merupakan camilan yang menarik yang memenuhi keinginan orang modern akan kemudahan dan kesenangan. Namun, penting untuk menyadari bahwa kandungan lemak dan gula bisa tinggi, jadi lebih baik mendekatinya sebagai hidangan istimewa yang dinikmati sesekali daripada menganggapnya sebagai 'dessert sehat'.

Catatan Editor: Hanya dengan camilan dan yogurt yang ada di rumah, sudah selesai... Kebetulan di kulkas saya juga ada yogurt Yunani? Saya akan membuatnya hari ini. Ayo!

×