“Tidak merasa lapar”… Giselle aespa turun 10 kg, penyebabnya gejala ini?

| masukan:

[Celeb Health] Alasan Giselle menjadi sangat kurus hingga tinggal tulang

Giselle aespa yang tampak sangat kurus hingga memicu kekhawatiran akhirnya angkat bicara langsung soal kondisinya saat ini. Foto=cuplikan SNS Giselle
Giselle aespa yang tampak sangat kurus hingga memicu kekhawatiran akhirnya angkat bicara langsung soal kondisinya saat ini. Foto=cuplikan SNS Giselle

Giselle (25), anggota grup aespa, mengungkap penurunan berat badan dan kondisi kesehatannya.

Pada tanggal 6 lalu, Giselle berkomunikasi dengan penggemar melalui media sosialnya (SNS). Ia menyinggung beban sebagai idola terkait penilaian atas penampilan. “Aku tahu banyak yang membicarakan penampilanku,” ujarnya, lalu menambahkan, “Berat badan bisa naik dan bisa turun. Itu perubahan yang wajar. Selama 7 tahun, berat badanku turun sekitar 10 kg.”

Ia kemudian membeberkan alasan penurunan berat badan itu. “Aku juga bertambah usia, dan karena ada gejala ADHD, aku jadi tidak terlalu merasakan lapar,” katanya.

Namun setelah berat badannya turun, Giselle menambahkan, “Aku merasa tidak punya energi. Jadi aku sedang berusaha menaikkan berat badan.” Belakangan, ketika ia terlihat di panggung dengan tubuh yang sangat kurus mendekati ‘tinggal tulang’ serta tampak seperti kehabisan tenaga saat menjalani koreografi, kekhawatiran dari penggemar terus bermunculan. Giselle juga menyatakan ia memahami hal tersebut.

Grup aespa yang menaungi Giselle merilis album penuh ke-2 mereka, ‘Lemonade (LEMONADE)’, pada tanggal 29 bulan lalu dan kini aktif berpromosi.

Berikut ini ulasan mengenai kaitan antara ADHD dan penurunan berat badan.

Giselle pada 2023 (kiri) dan baru-baru ini. Seiring berat badan turun, garis bahu, lengan, dan punggungnya tampak semakin kurus. Foto=cuplikan SNS Giselle
Giselle pada 2023 (kiri) dan baru-baru ini. Seiring berat badan turun, garis bahu, lengan, dan punggungnya tampak semakin kurus. Foto=cuplikan SNS Giselle

ADHD pada orang dewasa, gejala utama antara lain penurunan konsentrasi dan impulsivitas

ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) bukan penyakit yang hanya muncul pada masa kanak-kanak. Pada cukup banyak pasien, gejalanya berlanjut hingga setelah dewasa. Gejala khas ADHD pada orang dewasa antara lain penurunan konsentrasi, sering ceroboh, kesulitan mengatur rencana dan jadwal, perilaku impulsif, serta tampak gelisah. Hiperaktivitas pada masa kanak-kanak sering kali berkurang, tetapi kurangnya perhatian dan penurunan fungsi eksekutif dapat tetap berlanjut hingga usia dewasa.

Karena ADHD, seseorang bisa tidak merasakan lapar

Pada sebagian pasien ADHD, kemampuan untuk mengenali kondisi tubuh yang disebut ‘interosepsi’ diketahui relatif lebih rendah. Karena itu, ada kasus ketika sinyal seperti lapar, haus, atau lelah tidak disadari tepat waktu. Terutama saat sangat tenggelam dalam suatu aktivitas, tidak sedikit yang melewatkan waktu makan atau baru menyadari rasa lapar belakangan. Artinya, penjelasan Giselle bahwa ia “tidak terlalu merasakan lapar” berpotensi terkait, sampai batas tertentu, dengan karakteristik ADHD.

Penyebab yang lebih umum dari penurunan nafsu makan adalah obat terapi ADHD

Namun, sulit menjelaskan penurunan berat badan hanya dengan ADHD itu sendiri. Para ahli menjelaskan bahwa salah satu efek samping utama obat golongan stimulan yang digunakan untuk terapi ADHD adalah penurunan nafsu makan. Bahkan, beberapa obat yang digunakan untuk terapi ADHD pada orang dewasa diketahui dapat memicu berkurangnya asupan makan dan penurunan berat badan.

Karena itu, alasan pasien ADHD tidak terlalu merasakan lapar bisa karena karakteristik ADHD, bisa karena pengaruh obat terapi, atau bisa juga akibat gabungan keduanya. Namun, karena belum diungkap apakah Giselle benar-benar mengonsumsi obat ADHD, sulit memastikan satu penyebab tertentu. Selain itu, meski seseorang mengidap ADHD, bila penurunan berat badan terus berlanjut atau muncul kelelahan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk memastikan penyebabnya secara tepat.

Belakangan, tren tubuh sangat kurus tinggal tulang menyebar seperti mode, tetapi bila berat badan diturunkan secara berlebihan, energi juga menurun sehingga mudah merasa lelah. Foto=cuplikan SNS Giselle
Belakangan, tren tubuh sangat kurus tinggal tulang menyebar seperti mode, tetapi bila berat badan diturunkan secara berlebihan, energi juga menurun sehingga mudah merasa lelah. Foto=cuplikan SNS Giselle

Mengapa jika terlalu kurus energi bisa menurun?

Jika berat badan turun secara berlebihan, masalah yang muncul bukan hanya tubuh yang menjadi terasa lebih ringan. Tubuh kita memanfaatkan otot sebagai gudang energi selain lemak. Ketika berat badan turun dan massa otot ikut berkurang, stamina serta kemampuan fisik dapat menurun bersamaan. Dalam kondisi ini, seseorang mudah merasa lelah dan kecepatan pemulihan bisa melambat. Fungsi imun juga dapat terdampak. Terutama bagi penyanyi idola yang harus berulang kali menjalani koreografi intens dan tampil di panggung, penurunan massa otot berpotensi berujung pada penurunan stamina saat tampil. Meski melakukan koreografi yang sama, ia bisa merasa lebih berat dibanding sebelumnya atau lebih cepat kehabisan tenaga.

“Sedang berusaha menaikkan berat badan”…yang penting adalah pemulihan otot

Saat menaikkan berat badan, penting untuk berfokus pada pemulihan massa otot, bukan sekadar menambah lemak. Dengan asupan kalori yang cukup, konsumsi protein secara tepat, dan disertai latihan kekuatan, stamina dapat pulih dengan lebih sehat. Selain itu, bagi orang yang tidak terlalu merasakan lapar, akan membantu bila tidak hanya bergantung pada nafsu makan, melainkan menetapkan jam makan dan membiasakan diri makan teratur. Jika sulit makan banyak dalam sekali waktu, bisa dipertimbangkan cara makan sedikit tetapi lebih sering, atau memanfaatkan camilan dengan kepadatan gizi tinggi.

×