Cara Menggunakan Sauna yang Sehat: Kebiasaan yang Dilarang oleh Dokter Kulit

| masukan:

Saat berada di ruang uap yang panas, memijat wajah dengan tangan dapat menyebabkan kerusakan halus pada permukaan kulit. Foto=Clipart Korea

Banyak orang masih mencari sauna karena membuat tubuh terasa segar. Namun, kulit menjadi jauh lebih sensitif ketika terpapar panas dan kelembapan. Tindakan yang dilakukan tanpa sadar pada saat ini dapat mempercepat penuaan kulit dan menyebabkan masalah. Mari kita lihat kebiasaan yang harus diperhatikan di sauna menurut para ahli dermatologi.

Menggosok Kulit, Menggosok dengan Keras Merusak Penghalang Kulit

Menggosok kulit di sauna adalah kebiasaan mandi yang alami di negara kita. Namun, masalah muncul ketika menggosok dengan keras hingga kulit menjadi merah. Dalam keadaan kulit yang bengkak di sauna, sel-sel kulit mati mudah terlepas, jadi cukup dengan menggosok lembut. Menggosok dengan keras dapat merusak lapisan sel kulit mati dan pelindung kulit. Jika rangsangan ini terjadi berulang kali, kulit dapat menjadi kering dan mudah gatal atau teriritasi.

Berlebihan Menggunakan Masker karena Pori-pori Terbuka... Kulit Bisa Menjadi Lebih Sensitif

Banyak orang berpikir bahwa setelah sauna, pori-pori terbuka dan menggunakan berbagai masker atau kosmetik. Namun, dalam lingkungan suhu tinggi, kulit sudah dalam keadaan teriritasi. Menggunakan kosmetik fungsional atau masker yang mengiritasi pada saat ini justru dapat menyebabkan masalah kulit. Jika menggunakan masker, lebih baik menggunakan produk yang lembut dalam waktu singkat.

Berulang antara Air Panas dan Air Dingin, Menyebabkan Rangsangan pada Kulit Wajah

Kebiasaan berulang antara air panas dan air dingin dianggap membantu sirkulasi darah. Namun, kulit wajah lebih tipis daripada tubuh dan lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Mengulang antara air panas dan air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah mengembang dan menyusut dengan cepat, sehingga kulit bisa menjadi merah atau sensitif. Terutama bagi mereka yang memiliki kemerahan, sebaiknya hindari pengulangan suhu yang sangat berbeda.

Jangan Memijat Wajah di Ruang Uap

Di ruang uap yang panas, suhu kulit meningkat dan kelembapan cepat menguap. Dalam keadaan ini, memijat wajah dengan tangan atau menggosok dengan handuk dapat menyebabkan kerusakan halus pada permukaan kulit. Terutama bagi kulit sensitif, kemerahan atau rasa perih dapat bertahan lama. Sebaiknya jangan menggosok wajah, cukup lap keringat dengan lembut.

Mencuci Wajah Berulang Kali di Sauna

Banyak orang mencuci wajah terus-menerus ketika banyak berkeringat. Namun, mencuci wajah secara berlebihan dapat menghilangkan pelindung kulit dan menyebabkan kekeringan serta iritasi. Terutama jika menggunakan pembersih yang kuat berulang kali, pelindung kulit dapat melemah. Jika berkeringat terus-menerus di sauna, lebih baik mencuci dengan air saja dan tidak mencuci wajah secara berlebihan.

Mencuci Rambut Berulang Kali di Sauna

Kebiasaan mencuci rambut berulang kali di sauna juga dapat membuat kulit kepala kering. Menggunakan sampo berulang kali dalam lingkungan panas dapat melemahkan pelindung kulit kepala dan menyebabkan gatal atau ketombe. Sebaiknya cuci rambut hanya sekali dan bilas dengan air hangat yang cukup untuk menjaga kesehatan kulit kepala.

Kebiasaan Makan dan Minum Alkohol di Sauna

Banyak orang mengonsumsi telur rebus, sikhye, bir, dan lain-lain di sauna. Namun, dalam keadaan berkeringat banyak, dehidrasi dapat dengan mudah terjadi. Jika pada saat itu minum alkohol atau minuman manis, dehidrasi bisa semakin parah. Sebaiknya minum cukup air sebelum dan sesudah sauna untuk menggantikan cairan.

Menunda Melembapkan Setelah Sauna

Di sauna, keringat menguap dan kelembapan di dalam kulit juga hilang. Setelah sauna, kulit cenderung menjadi lebih kering dari biasanya, sehingga perawatan kelembapan menjadi lebih penting. Segera setelah sauna, mengoleskan toner dan krim pelembap akan menjaga kulit tetap lembap.

×