
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat menerapkan diet sehat, ‘pilihan diet’ yang paling menguntungkan untuk memperpanjang umur dapat berbeda berdasarkan jenis kelamin. Pria mengalami peningkatan harapan hidup yang paling signifikan ketika mengikuti diet yang berfokus pada pengendalian gula darah untuk mengurangi risiko diabetes, sementara wanita mengalami peningkatan harapan hidup yang paling besar ketika mengikuti diet Mediterania dengan peningkatan konsumsi ikan.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Jing Song dari Queen Mary University of London di Inggris menganalisis hubungan prospektif antara lima pola diet sehat dan risiko kematian serta harapan hidup pada 103.649 orang dewasa paruh baya yang terdaftar di Biobank Inggris.
Para peneliti menghitung skor diet berdasarkan lima pola diet: △Diet Indeks Gaya Hidup Sehat Alternatif △Diet Mediterania Alternatif △Diet Indeks Berbasis Tumbuhan Sehat △Diet Pencegahan Hipertensi △Diet Pengurangan Risiko Diabetes. Para peserta diikuti selama median 10,6 tahun, dan selama periode ini, total 4.314 orang meninggal.
Para peneliti membandingkan perubahan risiko kematian keseluruhan dan harapan hidup berdasarkan skor diet.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima diet memiliki hubungan signifikan dengan pengurangan risiko kematian keseluruhan dan perpanjangan harapan hidup. Khususnya, diet pengurangan risiko diabetes menunjukkan hubungan yang sedikit lebih kuat dibandingkan dengan diet berbasis tumbuhan sehat.
Dibandingkan dengan kelompok dengan skor diet terendah, orang-orang yang termasuk dalam kuintil atas (20% dengan skor diet tertinggi) memiliki harapan hidup yang lebih lama sebesar 1,9–3,0 tahun untuk pria dan 1,5–2,3 tahun untuk wanita berdasarkan usia 45 tahun.
Efek perpanjangan umur paling besar terlihat pada pria dengan diet pengurangan risiko diabetes, dan pada wanita dengan diet Mediterania alternatif. Hubungan ini tetap ada bahkan setelah mengontrol faktor genetik terkait umur panjang.
Karakteristik diet spesifik berdasarkan jenis kelamin juga teridentifikasi. Pria menunjukkan keuntungan umur yang paling besar ketika mengikuti diet pengurangan risiko diabetes yang berfokus pada pengendalian gula darah, yang juga mencakup konsumsi kopi.
Beberapa penelitian melaporkan bahwa zat antioksidan dalam kopi memberikan berbagai manfaat fisiologis, termasuk melindungi kesehatan otak, jantung, dan hati.
Sementara itu, wanita cenderung bertahan hidup lebih lama ketika mengikuti diet Mediterania alternatif yang memperkuat asupan protein. Diet ini ditandai dengan peningkatan konsumsi ikan dan pengurangan konsumsi kentang.
Kentang mengandung banyak karbohidrat yang diubah menjadi gula dalam tubuh, sedangkan ikan kaya akan protein, vitamin, mineral, dan asam lemak, tetapi relatif rendah kalori dan memberikan rasa kenyang.
Para peneliti menginterpretasikan bahwa pola diet sehat memberikan keuntungan yang jelas dalam meningkatkan harapan hidup, dan efek ini teramati terlepas dari faktor genetik.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional ⟪Science Advances⟫ dengan judul ‘Pola diet sehat, gen umur panjang, dan harapan hidup: Sebuah studi kohort prospektif’ pada edisi online tanggal 13 Februari.
