
Kalium memainkan peran penting dalam detak jantung. Jantung terstimulasi untuk memompa darah ke seluruh tubuh ratusan ribu kali sehari. Kalium juga membantu otot bergerak, saraf berfungsi, dan ginjal menyaring darah.
Makanan Kaya Kalium?
Cara terbaik untuk mendapatkan cukup kalium adalah dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Ini juga terdapat dalam produk susu, biji-bijian utuh, daging, dan ikan.
Makanan yang kaya kalium antara lain: △kentang △ubi jalar △tomat △alpukat △buah segar (pisang, jeruk mandarin, jeruk, stroberi, dll) △buah kering (kismis, aprikot, plum, kurma, dll) △bayam △kacang-kacangan.
Manfaat Kesehatan Kalium?
Kalium tidak mencegah atau mengobati penyakit jantung. Namun, mengonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat membantu jantung dalam berbagai cara.
Peningkatan Tekanan Darah=Diet yang kaya buah-buahan, sayuran, dan produk susu tanpa lemak atau rendah lemak dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik (tekanan darah tertinggi) pasien hipertensi lebih dari 10 poin. Sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen kalium kecuali atas rekomendasi dokter.
Pengurangan Kolesterol=Meskipun tidak ada hubungan langsung antara keduanya, banyak diet yang menurunkan kolesterol memiliki kandungan kalium yang tinggi. Menurunnya kolesterol jahat (LDL) juga mengurangi risiko penyakit jantung.
Pengaturan Detak Jantung=Kalium membantu jantung berdetak dengan sehat. Jadi, jika ada masalah dengan ritme jantung, kalium bisa menjadi penting. Dokter dapat memberikan saran tentang hal ini.
Berapa Banyak Kalium yang Diperlukan?
Untuk orang sehat, disarankan untuk mengonsumsi 4700 mg kalium per hari. Cara termudah untuk mendapatkan jumlah ini adalah dengan menambahkan buah dan sayuran kaya kalium ke dalam diet.
Namun, mengonsumsi terlalu banyak bisa menjadi masalah, jadi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kalium. Terutama jika ada masalah ginjal atau gagal ginjal, penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang berapa banyak kalium yang harus dikonsumsi.
〈Pertanyaan yang Sering Diajukan〉
Q1. Apa peran kalium dalam tubuh kita?
A1. Kalium berfungsi sebagai elektrolit esensial yang penting untuk transmisi sinyal saraf, kontraksi otot (termasuk jantung), menjaga keseimbangan cairan, dan mengatur tekanan darah.
Q2. Apakah terkait dengan kram otot atau kelelahan?
A2. Ya. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kram otot, kelemahan otot, dan gejala mudah lelah. Ini juga alasan mengapa pengisian elektrolit setelah berolahraga sangat penting.
Q3. Apa gejala yang muncul jika kekurangan kalium?
A3. Gejala yang mungkin muncul akibat kekurangan kalium: △kram otot dan getaran △rasa lelah △sembelit △dalam kasus parah, aritmia.
