Tubuh Han Ji-hye Tanpa Lemak Berlebih: Setelah Latihan Barbel, Ia Memilih Kombinasi Ini

| masukan:

[Kesehatan Selebritas] Menu Han Ji-hye setelah berolahraga

Aktris Han Ji-hye memperlihatkan dirinya menyantap telur asap dan susu kedelai rendah gula setelah berolahraga. Foto=media sosial Han Ji-hye

Aktris Han Ji-hye membagikan rutinitas olahraga dan pola makan yang membantunya menjaga tubuh tetap kencang tanpa lemak berlebih.

Baru-baru ini, Han Ji-hye mengunggah video olahraga di media sosialnya disertai tulisan, "Waktu olahraga hari Senin yang sangat menyenangkan."

Dalam video tersebut, Han Ji-hye melakukan latihan kekuatan menggunakan kettlebell, resistance band, dan barbel. Ia kemudian menutup sesi dengan latihan kardio menggunakan alat yang dijuluki 'tangga menuju surga'.

Seusai berolahraga, ia menyantap tiga butir telur asap dari minimarket dan susu kedelai rendah gula untuk menambah asupan protein.

Lalu, apa manfaat latihan yang ia lakukan dan makanan yang ia santap setelahnya?

Aktris Han Ji-hye saat berlatih dengan barbel (kiri) dan melakukan latihan kardio menggunakan alat yang dijuluki tangga menuju surga. Foto=media sosial Han Ji-hye

Mengangkat beban dan menaiki tangga untuk melatih kekuatan otot sekaligus kebugaran jantung dan paru

Kettlebell dan barbel yang digunakan Han Ji-hye merupakan alat latihan beban yang membuat otot bekerja. Kettlebell adalah beban dengan pegangan yang, bergantung pada gerakannya, dapat melatih beberapa bagian tubuh sekaligus, termasuk tubuh bagian bawah dan otot inti. Dalam sebuah penelitian, peserta yang berlatih dengan kettlebell selama delapan minggu mengalami peningkatan kekuatan otot inti, keseimbangan saat bergerak, serta kebugaran jantung dan paru.

Resistance band membuat otot bekerja melawan tarikan karet yang berusaha kembali ke bentuk semula. Beban latihan dapat disesuaikan melalui tingkat resistansi dan seberapa jauh karet diregangkan.

Latihan tubuh bagian bawah dengan barbel di bahu sambil menekuk dan meluruskan kaki digunakan untuk melatih otot paha dan bokong. Latihan kekuatan seperti ini dapat membantu mempertahankan atau menambah massa otot serta memperkuat tulang.

Alat yang dijuluki tangga menuju surga memungkinkan penggunanya terus menaiki anak tangga sambil mendorong tubuh ke atas. Gerakan ini melibatkan otot tubuh bagian bawah sekaligus melatih fungsi jantung dan paru. Menurut American Heart Association (AHA), menaiki tangga merupakan cara yang terbukti untuk meningkatkan kekuatan otot dan menambah pembakaran kalori. Menggabungkan latihan kekuatan dan kardio seperti Han Ji-hye efektif untuk menjaga otot sekaligus mengendalikan lemak tubuh.

Telur asap dan susu kedelai rendah gula menambah protein yang dibutuhkan otot untuk pulih setelah berolahraga

Telur dan susu kedelai yang dikonsumsi setelah berolahraga menyediakan protein yang dibutuhkan untuk memperbaiki dan membentuk otot. Kombinasi ini memadukan protein hewani dari telur dengan protein kedelai dari susu kedelai.

Setelah berolahraga, memilih telur rebus atau telur asap ketimbang telur ceplok yang dimasak dengan minyak dapat membantu mengurangi asupan kalori dan lemak. Minyak goreng atau mentega yang digunakan saat membuat telur ceplok menambah kalori dan kandungan lemaknya. Namun, telur rebus dan telur asap hampir tidak berbeda dari segi kandungan protein maupun nilai gizi. Telur asap memiliki tekstur kenyal karena airnya menguap selama proses pemasakan bersuhu tinggi dalam waktu lama, dan lebih praktis disimpan pada suhu ruang. Sebaliknya, telur yang direbus sendiri tetap lembap sehingga lebih mudah ditelan, serta memungkinkan seseorang memperoleh protein tanpa khawatir akan tambahan natrium. Keduanya dapat dipilih sesuai selera.

Kandungan protein susu kedelai berbeda-beda menurut produknya, sehingga sebaiknya periksa informasi gizinya. Label ‘rendah gula’ berarti kandungan gulanya sedikit, bukan proteinnya tinggi. Untuk memperoleh manfaat yang diharapkan, cara paling tepat adalah memeriksa label gizi dan memilih susu kedelai dengan kandungan gula rendah (5 g atau kurang) serta protein tinggi (6–11 g atau lebih).

×