
Banyak orang menyimpan sisa obat flu di rumah. Berbagai jenis obat flu pun bisa menumpuk. Lalu ketika gejala flu muncul lagi, sebagian orang tidak pergi ke fasilitas kesehatan dan justru langsung mengambil obat untuk diminum. Memang bisa saja ada efek terapeutik, tetapi zat beracun juga dapat menyebar di dalam tubuh. Artinya, penyalahgunaan atau penggunaan obat yang tidak tepat bisa terjadi pada siapa pun, termasuk diri sendiri. Salah satu contohnya adalah kandungan asetaminofen yang banyak terdapat dalam obat flu. Sekalipun obat flu itu disimpan di rumah, lebih aman membaca petunjuk pemakaian dengan saksama dan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
Minum obat sakit kepala dan penurun demam berlebihan…hati bisa rusak
Asetaminofen adalah bahan utama Tylenol, yang dikenal sebagai obat sakit kepala dan penurun demam. Obat ini mudah dibeli di apotek tanpa resep dokter. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius. Menurut data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (2024), zat penyebab keracunan yang menimbulkan toksisitas paling banyak adalah obat terapeutik, mencapai setengahnya (50,8%). Berikutnya adalah gas (13,6%), zat toksik alami maupun buatan, serta pestisida. Khusus pada remaja, 80,5% kasus keracunan disebabkan oleh obat terapeutik. Berdasarkan jenis zat secara rinci, ‘analgesik-antipiretik dan obat antireumatik yang mengandung asetaminofen’ mencapai 20,6%.
Agar gejala cepat mereda…minum beberapa obat flu sekaligus
Asetaminofen terdapat dalam sebagian besar obat flu. Jika untuk cepat meredakan sakit kepala atau demam seseorang meminum beberapa jenis obat flu yang ada di rumah secara bersamaan, tanpa disadari bisa terjadi konsumsi asetaminofen berlebihan. Jika ditambah minum alkohol, risikonya bisa fatal. Kerusakan hati dapat muncul dengan cepat. Ini terjadi karena hati—organ yang menyaring racun dalam tubuh—mengalami beban berlebih. Pada sebagian orang, toksisitas dapat muncul bahkan pada dosis kecil. Obat harus diminum sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.
Jika minum obat yang disimpan di rumah…wajib membaca petunjuk lagi
Dosis asetaminofen yang menimbulkan toksisitas sangat bervariasi antarindividu. Hal ini dapat berbeda tergantung apakah diminum sebelum atau sesudah makan, konsumsi alkohol, kondisi hati yang sudah buruk, dan faktor lainnya. Pada orang dewasa, toksisitas dapat muncul bila mengonsumsi lebih dari 150 mg/kg dalam satu kali minum. Tylenol untuk dewasa tersedia dalam beberapa dosis, seperti 160 mg atau 500 mg per tablet. Karena beberapa obat flu kombinasi juga dapat mengandung asetaminofen, sebaiknya tidak meminum banyak obat sekaligus demi meredakan gejala. Untuk obat yang disimpan di rumah, lebih aman membaca kembali petunjuk pemakaian dengan saksama dan berkonsultasi dengan apoteker.
Apa saja gejala toksisitas asetaminofen?
Toksisitas asetaminofen dapat muncul sebagai gangguan pencernaan, mual, muntah, dan pucat. Gejala dapat muncul kembali setelah 24 jam sejak konsumsi, dan kerusakan hati mulai terjadi pada 24–72 jam. Timbul nyeri pada perut kanan atas, lokasi hati berada. Jika toksisitas hati terkonfirmasi, penawar (antidot) harus diberikan dalam waktu 8 jam setelah konsumsi obat. Saat ini kebiasaan tersebut sudah jauh berkurang, tetapi dahulu ada kebiasaan mengonsumsi antibiotik bahkan untuk flu. Jika kebiasaan ini berlanjut, dapat timbul resistensi sehingga antibiotik tidak lagi efektif. Baik dokter maupun pasien harus mewaspadai resistensi antibiotik.