“Daging Sapi, Aman untuk Gula Darah Meski Makan 1 Porsi Setiap Hari”...‘Makanan Ini’ Tidak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

| masukan:

Setelah Makan Daging, Nasi Goreng dan Mie Dingin Menjadi Penyebab Utama Lonjakan Gula Darah...Minuman Bersoda Seperti Cola Juga Membebani Sistem Insulin

Mie dingin yang menggugah selera. Jumlah orang yang menghabiskan semangkuk mie dingin setelah makan daging sapi yang dibakar di atas panggangan telah berkurang dibandingkan sebelumnya. Orang-orang yang memperhatikan gula darah, terutama mereka yang sudah berusia paruh baya, lebih suka menikmati daging rebus daripada bulgogi dan sering terlihat memesan semangkuk mie dingin untuk dibagi bertiga atau berempat. Semua ini demi kesehatan. Foto=Getty Images Bank

Konsumsi berlebihan daging merah tidak baik untuk pengelolaan gula darah. Bagi mereka yang khawatir tentang gula darah dan berada dalam tahap pra-diabetes, lebih baik waspada terhadap beberapa makanan dan minuman yang dikonsumsi bersamaan dengan daging sapi.

Menurut hasil penelitian terbaru, orang dewasa dalam tahap pra-diabetes yang mengonsumsi daging sapi sebanyak 170-200g setiap hari tidak menunjukkan masalah besar pada kadar gula darah dan insulin dalam jangka pendek. Banyak restoran menyajikan satu porsi daging sapi seberat 150g. Namun, makanan karbohidrat olahan seperti bibimbap dan mie dingin yang sering dimakan bersamaan dengan daging sapi terbukti menjadi penyebab utama lonjakan gula darah yang fatal. Lonjakan gula darah adalah gejala di mana kadar gula darah tiba-tiba meningkat.

Tim peneliti dari Universitas Indiana, Amerika Serikat, menghasilkan hasil yang mengejutkan dalam uji klinis yang dilakukan selama 28 hari pada orang dewasa dalam tahap pra-diabetes yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Peserta mengonsumsi daging sapi sebanyak 170-200g setiap hari, tetapi tidak ada perubahan buruk yang signifikan pada fungsi sel beta pankreas atau sensitivitas insulin.

Ini adalah hasil penelitian yang menantang anggapan bahwa daging sapi yang termasuk dalam kategori daging merah dapat menjadi penyebab langsung diabetes. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa mengonsumsi daging sapi dalam pola makan yang sehat dapat memberikan protein berkualitas tinggi.

Namun, penelitian ini hanya dilakukan dalam jangka pendek pada orang dewasa dalam tahap pra-diabetes, dan tidak ada bukti yang cukup bahwa hasil ini berlaku untuk pasien yang sudah menderita diabetes. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui dampak konsumsi jangka panjang.

Hasil penelitian ini (Effects of Diets Containing Beef Compared with Poultry on Pancreatic β-Cell Function and Other Cardiometabolic Health Indicators in Males and Females with Prediabetes: A Randomized, Crossover Trial) baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional 《Tren Terbaru dalam Nutrisi (Current Developments in Nutrition)》 dan diperkenalkan oleh portal American Association for the Advancement of Science, 'Eureka Alert'.

Menurut data dari Asosiasi Diabetes Korea, populasi pra-diabetes di Korea diperkirakan sekitar 14-16 juta orang, dan lebih dari 6 juta orang diperkirakan menderita diabetes. Masalahnya terletak pada budaya karbohidrat pencuci mulut yang unik di kalangan orang Korea. Mie dingin dan bibimbap yang dicari sebagai pencuci mulut setelah makan daging sapi, serta nasi goreng, adalah makanan dengan proporsi karbohidrat olahan yang sangat tinggi. Karbohidrat olahan adalah kondisi di mana nutrisi hilang selama proses pengolahan biji-bijian, meninggalkan hanya pati, yang dapat meningkatkan kecepatan penyerapan dan menyebabkan lonjakan gula darah, yang dikenal sebagai 'karbohidrat kulit kosong'.

Terutama, mie dingin memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga cepat dicerna dan diserap, dan kaldu sering kali mengandung sejumlah besar gula untuk memberikan rasa umami. Ketika kaldu dingin dan kadar gula tinggi bergabung, ini mempengaruhi kecepatan pengosongan lambung, tetapi penyerapan gula berlangsung dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang tajam. Jika satu orang menghabiskan semangkuk mie dingin sepenuhnya, kadar gula darah dapat meningkat dengan tajam. Jika khawatir tentang kadar gula darah, lebih baik memesan satu semangkuk mie dingin untuk dibagi oleh dua atau tiga orang. Ini adalah kebijaksanaan hidup untuk mengurangi total beban gula.

Minuman bersoda yang diminum bersamaan juga mengandung fruktosa cair yang dapat berpindah ke hati dengan cepat tanpa proses pencernaan, menyebabkan penyakit hati berlemak, dan memberikan tekanan berlebihan pada sistem sekresi insulin pankreas. Menurut hasil penelitian dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard, pola makan yang berfokus pada minuman manis dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 30%.

Orang Korea cenderung memiliki kemampuan sekresi insulin yang lebih rendah dibandingkan orang Barat, sehingga konsumsi karbohidrat berlebihan setelah makan dapat menjadi jalan pintas menuju diabetes. Pasien yang telah didiagnosis dengan diabetes juga perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi daging sapi. Pasien diabetes tidak hanya memiliki kemampuan sekresi insulin yang menurun, tetapi juga jika fungsi ginjal menurun akibat komplikasi, konsumsi protein berlebihan dapat memberikan beban pada organ.

Pasien diabetes disarankan untuk memilih bagian daging sapi yang rendah lemak dan lebih memilih metode memasak dengan merebus daripada memanggang. Ini juga menjadi alasan mengapa banyak orang yang berusia paruh baya lebih suka menikmati daging sapi rebus dibandingkan sebelumnya.

Para ahli merekomendasikan metode makan terbalik untuk mengonsumsi nutrisi daging sapi dengan aman. Makan sayuran terlebih dahulu untuk membangun penghalang serat makanan di dinding usus, dan sebisa mungkin menghindari karbohidrat pencuci mulut atau mengurangi jumlahnya secara drastis. Agar tidak melakukan kesalahan yang menghilangkan manfaat konsumsi daging sapi dengan karbohidrat olahan, pilihan di tahap akhir makan sangat penting.

[Pertanyaan yang Sering Diajukan]

Q1. Apakah mie dingin bisa lebih buruk untuk pengelolaan gula darah dibandingkan nasi goreng?

A1. Ya, ada kemungkinan demikian. Nasi goreng adalah makanan padat, tetapi mie dingin mengandung banyak kaldu yang mengandung gula dan pemanis. Bentuk cair dari gula diserap dengan sangat cepat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih kuat. Sebaiknya hindari kaldu dan makan mie dalam jumlah kecil.

Q2. Apakah membagi semangkuk mie dingin dengan beberapa orang benar-benar efektif?

A2. Ini adalah strategi yang sangat efektif. Kenaikan gula darah dapat dipengaruhi tidak hanya oleh jenis karbohidrat tetapi juga oleh jumlah absolut yang dikonsumsi. Dengan membagi makanan antara 2-3 orang untuk mengurangi total beban gula, kemungkinan sistem insulin tubuh kita dapat mengatur gula darah dalam batas yang dapat ditangani jauh lebih tinggi.

Q3. Apakah minum minuman nol kalori setelah makan daging sapi adalah solusi yang tepat?

A3. Minuman nol kalori tidak secara langsung meningkatkan gula darah seperti minuman bersoda biasa yang mengandung banyak gula. Oleh karena itu, ini bisa menjadi pilihan kedua bagi pasien diabetes. Diskusi tentang dampak pemanis buatan terhadap kesehatan metabolik dalam jangka panjang masih berlangsung di kalangan akademisi. Alternatif terbaik adalah minum air soda, air mineral, atau teh hangat tanpa rasa manis.

×