“Jangan Buang Kentang dan Pisang yang Sudah Busuk” Bisa Dimanfaatkan dengan Cara Ini?

| masukan:

Bisa Digunakan Sebagai Alat Pembersih

Tunas yang muncul pada kentang mengandung zat beracun yang disebut solanin, yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika dikonsumsi. Foto=Getty Images Bank

Ketika kita sibuk, seringkali kita tidak sengaja membuang makanan. Terutama kentang dan pisang yang mudah tumbuh tunas atau berubah warna saat disimpan, sehingga terlihat busuk. Bahan makanan seperti ini biasanya langsung dibuang ke tempat sampah, tetapi jika kita tahu cara memanfaatkannya, bisa sangat berguna.

Mengonsumsi tunas kentang berisiko menyebabkan keracunan makanan, tetapi berguna untuk membersihkan cermin

Tunas kentang mengandung zat beracun yang disebut solanin. Jika tunasnya hanya sedikit, kita bisa memotong bagian tersebut dan memakannya. Namun, jika tunasnya sudah cukup panjang dan bagian dalam kentang berubah menjadi hijau, risikonya untuk keracunan makanan sangat besar.

Oleh karena itu, meskipun mengonsumsi kentang yang sudah bertunas berbahaya bagi tubuh, tetapi bisa sangat berguna untuk membersihkan. Ini juga merupakan cara untuk mengurangi penggunaan bahan kimia, sehingga melindungi kesehatan. Kandungan pati yang melimpah dalam kentang efektif untuk menghilangkan minyak dan memberikan lapisan pelindung. Partikel pati akan menempel pada permukaan cermin atau kaca, menyerap debu halus dan minyak.

Cara membersihkannya juga sangat sederhana. Potong kentang mentah menjadi dua, lalu gosokkan bagian yang dipotong ke cermin atau permukaan lainnya. Pada saat itu, pati akan menempel pada cermin dan mengering. Kita bisa membersihkannya dengan kain kering atau koran. Ini juga mencegah kabut. Pati kentang membentuk lapisan tipis di permukaan kaca, sehingga mencegah uap air menempel.

Kulit pisang mengembalikan kilau kulit tua

Bagian dalam kulit pisang mengandung tanin dan minyak alami yang dapat mengembalikan kilau produk kulit yang sudah tua. Foto=Getty Images Bank

Kulit pisang yang sudah busuk pun masih berguna. Kulit yang tersisa setelah dikonsumsi juga sama. Bagian dalam kulit pisang mengandung zat tanin yang memberikan rasa pahit dan minyak alami. Jika kita menggosokkan kulit pisang pada sepatu kulit tua atau tas, lalu mengelapnya dengan kain kering, kilau akan kembali. Menggosokkan kulit pisang pada daun tanaman juga membuatnya berkilau. Debu yang menempel pada daun akan dihilangkan sehingga pori-pori tidak tersumbat.

Kulit jeruk mandarin dan potongan lemon sangat cocok untuk membersihkan microwave

Kulit jeruk mandarin yang kaya akan vitamin C dan lemon tua sebaiknya tidak dibuang. Zat asam dalam buah jeruk sangat efektif untuk membersihkan. Terutama asam sitrat yang terkandung dalam jeruk sangat baik untuk menghilangkan noda air, membunuh kuman, dan memutihkan. Jika kain putih atau talenan terkena warna makanan, menggosoknya dengan potongan lemon dapat mengembalikan warna aslinya.

Ini juga efektif untuk menghilangkan bau dari talenan yang digunakan untuk memotong ikan, bawang putih, dan lainnya. Prinsip yang sama dapat diterapkan untuk membersihkan microwave yang tercium bau makanan. Masukkan air, potongan lemon, dan kulit jeruk mandarin ke dalam mangkuk, lalu panaskan selama 3-5 menit. Uap akan terbentuk di dalamnya. Pada saat itu, aroma segar akan menyebar dan menghilangkan bau tidak sedap serta noda yang membandel. Semprotkan alkohol pada kain untuk membersihkan bagian dalamnya agar efek sterilisasi semakin meningkat.

×