
Ubi jalar mudah disantap saat lapar dan menjadi camilan sehat yang menyediakan zat gizi sekaligus serat pangan. Selain menjadi sumber karbohidrat, ubi jalar mengandung beragam zat gizi, termasuk beta-karoten, kalium, dan vitamin E.
Serat pangan membantu menjaga kesehatan usus dan melancarkan buang air besar, sedangkan kalium berperan dalam menjaga keseimbangan natrium dalam tubuh dan mengelola tekanan darah. Kandungan antioksidannya juga membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Berikut manfaat ubi jalar bagi kesehatan.
◆ Mengurangi efek toksik benzo[a]pirena
Benzo[a]pirena terbentuk ketika bahan organik terbakar tidak sempurna. Senyawa ini juga dapat muncul saat daging dipanggang pada suhu tinggi atau sampai hangus. Menurut Institut Nasional Ilmu Hortikultura dan Herbal, sari ubi jalar mentah mengandung senyawa yang menghambat terjadinya kanker sehingga dapat mengurangi efek toksik benzo[a]pirena, zat karsinogen. Namun, ubi jalar mentah dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Jika pencernaan Anda sensitif, sebaiknya santap ubi jalar setelah dimasak.
◆ Membantu mengatasi sembelit dan mencegah kanker usus besar
Serat pangan dalam ubi jalar membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus. Serat menambah volume tinja dan membantu pergerakan usus yang normal. Dengan merangsang pergerakan usus dan mempercepat waktu tinja melewati usus besar, serat juga membantu mencegah kanker usus besar.
◆ Membantu pengeluaran natrium dan menurunkan tekanan darah
Kalium dalam ubi jalar berperan dalam menjaga keseimbangan natrium dan tekanan darah normal. Zat gizi ini juga diperlukan untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh serta mempertahankan fungsi saraf dan otot. Karena itu, mengurangi konsumsi makanan asin dan mengonsumsi makanan kaya kalium seperti ubi jalar dalam jumlah yang sesuai bermanfaat bagi pengeluaran natrium, pengelolaan tekanan darah, dan aktivitas tubuh.
◆ Membantu mencegah penuaan
Ubi jalar mengandung vitamin E dan beta-karoten, dua zat gizi yang berperan dalam aktivitas antioksidan. Vitamin E berperan penting dalam menghambat oksidasi lemak pada membran sel, sedangkan beta-karoten diubah menjadi vitamin A dalam tubuh dan membantu menjaga fungsi penglihatan serta fungsi imun yang normal. Asupan zat gizi tersebut dalam jumlah cukup membantu mempertahankan fungsi sel yang normal dan menghadapi stres oksidatif.
