“Cokelat? Putih? Kesejahteraan hewan?”… Ini patokan ‘sebenarnya’ memilih telur yang baik

| masukan:

[Mukbang Sehat]

Saat memilih telur, penting memeriksa apakah cangkangnya rusak serta tanggal bertelur, dan sebagainya. Foto=Getty Image Bank

Telur adalah bahan pangan yang mudah ditemukan. Namun, ketika berada di supermarket, banyak orang justru ragu memilih. Tidak sedikit yang bertanya-tanya: mana yang lebih baik, telur cokelat atau putih? Lalu, apakah telur berlabel kesejahteraan hewan benar-benar lebih baik untuk kesehatan? Berikut patokan memilih telur yang baik, mulai dari warna hingga nomor pada cangkang.

Warna cangkang dan kuning telur⋯ apakah patokan yang penting?

Telur yang dijual di supermarket secara umum terbagi dua: cokelat dan putih. Warna cangkang terutama ditentukan oleh ras ayam. Telur putih tidak memiliki nilai gizi yang secara khusus lebih tinggi dibanding telur cokelat.

Hal serupa berlaku pada warna kuning telur. Warnanya bisa bervariasi, dari kuning cerah hingga oranye tua. Namun, warna yang lebih pekat tidak otomatis berarti kandungan gizinya lebih kaya atau telurnya lebih segar. Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea (MFDS) menjelaskan, perbedaan warna kuning telur terutama dipengaruhi pakan dan tidak berkaitan dengan nilai gizi.

Lalu, mengapa warna kuning telur bisa berbeda? Salah satu penentunya adalah pigmen dalam pakan yang dimakan ayam. Telur dari ayam yang mengonsumsi pakan yang mengandung xanthophyll, pigmen tumbuhan, cenderung memiliki kuning telur yang lebih pekat. Sebaliknya, pakan berbahan gandum atau jagung putih menghasilkan kuning telur berwarna kuning lebih pucat.

Warna cangkang dan kuning telur dipengaruhi oleh ras ayam maupun pakan, dan sebagainya. Foto=Getty Image Bank

Tidak perlu terpaku pada telur fertil atau telur kesejahteraan hewan

Kesimpulannya, warna cangkang maupun kuning telur tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menilai kualitas. Saat menilai kondisi luar, periksa apakah cangkang retak dan seberapa kotor permukaannya. Asosiasi Peternakan Unggas Korea menyebut, telur yang segar berbentuk oval, bersih, dan tidak retak.

Anda juga tidak perlu memaksakan diri hanya memilih telur fertil atau telur kesejahteraan hewan. Telur jenis ini dikenal memiliki bau amis yang lebih ringan dan rasa yang lebih gurih, tetapi kandungan gizinya—seperti protein atau kolesterol—tidak berbeda besar dibanding telur biasa.

Telur yang masih dalam 2–3 minggu sejak tanggal bertelur tergolong segar

Memeriksa tanggal bertelur dan batas konsumsi wajib dilakukan. Tanggal bertelur dapat dilihat dari kode yang dicetak pada cangkang. Kode tersebut terdiri dari tanggal bertelur, nomor identitas produsen, dan nomor lingkungan pemeliharaan. Misalnya, pada kode ‘1007 MFDS1 2’, ‘1007’ berarti telur tersebut dihasilkan pada 7 Oktober. Produk dalam 2–3 minggu setelah bertelur relatif lebih segar.

‘MFDS’ adalah nomor identitas yang menunjukkan peternakan produsen. Angka terakhir berarti lingkungan pemeliharaan ayam. Nomor lingkungan pemeliharaan dibagi menjadi △nomor 1 (pemeliharaan lepas/umbaran) △nomor 2 (pemeliharaan lantai) △nomor 3 (kandang baterai yang diperbaiki) △nomor 4 (pemeliharaan kandang baterai lama). Semakin kecil angkanya, semakin luas lingkungan pemeliharaannya, sehingga dapat dikatakan telur yang dihasilkan memiliki kualitas lebih tinggi.

Telur dalam 2–3 minggu setelah bertelur relatif lebih segar. Foto=Getty Image Bank

Sama pentingnya dengan memilih telur yang baik adalah menyimpannya dengan benar. Telur dapat disimpan di bagian dalam lemari es yang disetel pada 0–4 derajat. Bagian pintu atau area dekat bukaan lemari es sering terpapar udara luar, sehingga dapat berdampak buruk pada kualitas. Menyimpan telur dengan ujung runcing (bagian yang lancip) menghadap ke bawah dapat mengurangi risiko seperti perkembangbiakan bakteri.

〈Ringkasan 3 baris〉
✔ Warna cangkang dan kuning telur berbeda tergantung ras ayam atau pakan, dan tidak banyak memengaruhi nilai gizi
✔ Saat memilih telur, perlu memeriksa apakah cangkang retak serta tanggal bertelur, dan sebagainya
✔ Menyimpan telur dengan bagian runcing menghadap ke bawah dapat mengurangi risiko perkembangbiakan bakteri

×