Apakah konsumsi biji melon Korea (chamoe) bikin sakit perut? Ini klarifikasi soal ‘Korean melon’ yang digemari Jepang

| masukan:

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat: “Bijinya kaya folat dan vitamin C”…Waspadai bila usus sensitif atau chamoe sudah rusak

‘Korean melon’ atau disebut chamoe dari Korea Selatan tengah populer di Jepang dengan nama ‘Chame’. Foto=cuplikan Instagram
‘Korean melon’ atau disebut chamoe dari Korea Selatan tengah populer di Jepang dengan nama ‘Chame’. Foto=cuplikan Instagram

Popularitas chamoe dari Korea Selatan kian menonjol. Di luar negeri buah ini dikenal sebagai ‘Korean melon’. Di Jepang, chamoe khususnya digemari dengan nama ‘Chame’, dan berhasil memikat selera konsumen. 

Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan serta Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT) menyebutkan, chamoe tahun ini dipilih sebagai komoditas buah strategis untuk pasar Jepang. Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar chamoe, dengan nilai dan volume ekspor yang meningkat tajam setiap tahun. Tahun lalu, nilai ekspor chamoe ke Jepang mencapai sekitar 1.055.000 dolar AS (sekitar 1,6 miliar won), dengan volume 271 ton, masing-masing naik 31,4% dan 39% dibanding tahun sebelumnya. 

Chamoe dinilai lebih murah dibanding melon yang umum dikonsumsi di Jepang. Ukurannya juga lebih kecil sehingga nyaman dinikmati sendiri tanpa beban. Hal ini disebut menjadi salah satu alasan konsumen Jepang mencarinya, seiring meningkatnya proporsi rumah tangga satu orang. Selain itu, popularitas K-content, serta fakta bahwa chamoe kerap diperkenalkan di layanan jejaring sosial (SNS) seperti YouTube dan Instagram sebagai ‘makanan yang wajib dicoba jika pergi ke Korea’, juga dinilai menjadi kunci naiknya pamor chamoe. 

Seiring kiprah chamoe di luar negeri, di dalam negeri pun jumlah konsumen yang menikmati chamoe pada musim panas ikut meningkat.

Namun, di dunia maya masih banyak pertanyaan: ‘Benarkah makan biji chamoe bisa menyebabkan diare atau sakit perut?’ Benarkah demikian?

Biji chamoe kaya nutrisi seperti folat dan vitamin C, serta tinggi serat pangan. Foto=Getty Images Bank
Biji chamoe kaya nutrisi seperti folat dan vitamin C, serta tinggi serat pangan. Foto=Getty Images Bank

Jika terlalu matang atau mulai rusak, sebaiknya dibuang sebelum dikonsumsi

Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan menegaskan, anggapan itu tidak benar. Biji chamoe kaya nutrisi seperti folat dan vitamin C, serta tinggi serat pangan, sehingga lebih baik dimakan bersama tanpa dibuang. Namun, chamoe pada dasarnya memiliki kandungan air yang tinggi. Dalam pengobatan tradisional Korea, chamoe diklasifikasikan sebagai ‘makanan bersifat dingin’ yang membantu menurunkan panas tubuh dan meredakan rasa haus. Dalam praktiknya, orang yang sensitif terhadap makanan dingin atau memiliki usus yang mudah iritasi bisa mengalami gangguan pencernaan. Artinya, biji chamoe bukan penyebab langsung sakit perut atau diare. 

Jika chamoe terlalu matang atau sudah mulai rusak, disarankan membuang bijinya sebelum dimakan. Bagian putih lembek yang menempel pada biji di dalam chamoe (plasenta) mengandung banyak air sehingga dapat lebih cepat rusak dibanding daging buah. Karena itu, bila muncul rasa asam atau bau yang tidak biasa, lebih aman membuang bagian tersebut dan memakannya, atau tidak mengonsumsi chamoenya sama sekali. 

Saat membeli chamoe, periksa apakah kulitnya berwarna kuning cerah dan tangkainya masih segar. Setelah dibeli, disarankan menyimpannya di lemari es pada suhu 5–7 derajat. Chamoe yang masih keras dan baru dibeli dapat disimpan di lemari es hingga 5–7 hari, tetapi chamoe yang sudah dipotong sebaiknya dikonsumsi dalam 2–3 hari meski sudah disimpan rapat di lemari es.  

×