Makan yogurt Yunani malah naik berat badan?… Kalau tidak paham ‘ini’, justru bisa jadi batu sandungan diet—apa itu?

| masukan:

Pada yogurt Yunani, menambahkan sedikit buah segar atau kacang-kacangan relatif lebih ringan kalorinya. Foto=Clipart Korea

Cukup banyak orang mengatakan bahwa meski rutin makan yogurt Yunani, berat badannya justru bertambah.

Yogurt Yunani adalah makanan fermentasi yang berasal dari Yunani, dengan ciri khas whey disaring sehingga protein menjadi lebih terkonsentrasi. Karena memberikan rasa kenyang yang tinggi dan kepadatan gizinya baik, yogurt ini sering dimanfaatkan sebagai menu diet. Namun, tergantung produk yang beredar di pasaran dan cara konsumsinya, hasilnya bisa sangat berbeda. Para ahli menekankan, “Yogurt Yunani bukan makanan yang pasti selalu baik; yang lebih penting adalah ‘apa saja kandungannya’ dan ‘bagaimana cara mengonsumsinya’.”

Yogurt Yunani, pada dasarnya susu+bakteri asam laktat…namun produk di pasaran bisa berbeda

Yogurt Yunani tradisional dibuat dengan memfermentasi hanya susu dan bakteri asam laktat, lalu menghilangkan whey. Proses ini memekatkan protein dan menghasilkan tekstur kental khasnya. Namun, pada sebagian produk di pasaran, demi kemudahan produksi dan tekstur, dapat ditambahkan bahan seperti pati, penstabil, gliserin, dan aditif lainnya. Meski tampak mirip dari luar, komposisi gizinya bisa sangat berbeda, sehingga memilih hanya karena percaya pada nama “yogurt Yunani” perlu kehati-hatian.

Di daftar komposisi, ‘ini’…wajib cek pati·aditif

Hal terpenting saat memilih yogurt Yunani adalah daftar komposisinya. Sebagian produk mengandung pati termodifikasi, gula, pemanis, dan lain-lain, sehingga kadar gula dan kalorinya bisa meningkat. Produk seperti ini memang tetap memberi rasa kenyang, tetapi bisa kurang menguntungkan untuk pengelolaan berat badan. Terutama bila tujuannya diet, kuncinya adalah memastikan produk “tanpa gula tambahan” dan “minim aditif”. Pada akhirnya, yang menentukan efeknya bukan label “yogurt Yunani”, melainkan “apa yang ada di dalamnya”.

Jebakan tekstur kental…lemak·kalori juga ikut terkonsentrasi

Tekstur kental yang menjadi keunggulan yogurt Yunani terbentuk dari proses pengurangan air. Pada saat yang sama, bukan hanya protein, tetapi lemak dan kalori juga ikut terkonsentrasi. Karena itu, bila porsinya tidak dikendalikan, asupan kalori bisa meningkat lebih besar dari perkiraan. Terutama jika mengonsumsi produk tinggi lemak secara berlebihan, makanan diet bisa berubah menjadi pola makan tinggi kalori.

Topping madu·granola…menentukan berhasil atau tidaknya diet

Penyebab paling umum yang membuat kalori justru naik saat mencoba makan yogurt Yunani dengan sehat adalah topping. Menambahkan madu, sereal, atau granola dapat meningkatkan gula dan lemak sekaligus. Khususnya granola kemasan sering kali tinggi gula, sehingga ada kasus di mana kalori topping menjadi lebih tinggi daripada yogurtnya. Sebagai gantinya, menambahkan sedikit buah segar atau kacang-kacangan relatif lebih ringan kalorinya. Pada akhirnya, yang menentukan efek diet bukan hanya yogurtnya, melainkan “susunan makanan yang dikonsumsi bersama”.

×