Berhenti Minum Minuman Zero, Apakah Mengganti dengan Air Putih atau Air Mineral Akan Menurunkan Gula Darah?

| masukan:

"Ternyata justru sedikit meningkat..." Mungkin karena 'mekanisme kompensasi' otak, saat menghentikan rasa manis, asupan karbohidrat bisa meningkat

Seorang wanita paruh baya mengingat kenangan indah sambil memegang air mineral. Penderita diabetes harus menghindari minuman seperti Coca-Cola yang mengandung banyak gula. Minuman seperti ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah, mengganggu pengendalian gula darah, dan meningkatkan risiko komplikasi. Mengonsumsi minuman zero yang mengandung pemanis buatan bisa menjadi pilihan kedua, tetapi cara terbaik adalah minum air putih atau air mineral. Foto=Getty Images Bank

Hasil penelitian yang mengejutkan menunjukkan bahwa penderita diabetes yang biasanya menikmati minuman seperti Coca-Cola Zero, ketika menggantinya dengan air, justru mengalami peningkatan gula darah.

Tim peneliti dari Universitas California, Irvine, dan Universitas Minnesota melaporkan hasil uji klinis yang dilakukan selama 24 minggu terhadap 181 penderita diabetes tipe 2 yang secara rutin mengonsumsi minuman zero yang mengandung pemanis buatan.

Tim peneliti membagi pasien ini menjadi dua kelompok, satu kelompok terus mengonsumsi minuman zero yang mengandung pemanis buatan, sementara kelompok lainnya mengganti minuman zero dengan air mineral.

Menurut hasil penelitian, kadar hemoglobin A1c (HbA1c) pada kelompok yang terus mengonsumsi minuman zero sedikit menurun dari 7,19% menjadi 7,14%, sementara kadar HbA1c pada kelompok yang minum air mineral justru meningkat dari 7,2% menjadi 7,44%. Ini menunjukkan bahwa kondisi pengendalian gula darah pada orang yang mengganti minuman zero dengan air mineral secara mengejutkan memburuk secara statistik.

Berat badan kelompok yang mengonsumsi minuman zero sedikit menurun, sedangkan kelompok yang minum air mineral hampir tidak mengalami perubahan. Perbedaan perubahan berat badan antara kedua kelompok adalah sekitar 1,11 kg, dengan efek penurunan berat badan pada kelompok yang terus mengonsumsi minuman zero sedikit lebih besar.

Tim peneliti menganalisis fenomena mengejutkan ini dengan menyatakan, "Mungkin terjadi 'konsumsi kompensasi' di mana untuk mengisi kekurangan kepuasan akibat menghentikan minuman manis, asupan makanan atau karbohidrat lainnya meningkat." Mereka juga memperkirakan bahwa peserta sudah terbiasa dengan pemanis buatan dalam jangka waktu yang lama, yang juga mempengaruhi hasil.

Menurut tim peneliti, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengganti minuman zero yang mengandung pemanis buatan dengan air dapat memperbaiki pengendalian gula darah atau berat badan pada penderita diabetes tipe 2. Mereka menekankan bahwa lebih penting untuk mengelola pola makan dan kebiasaan hidup secara keseluruhan daripada hanya mengganti minuman.

Hasil penelitian ini (The Effect of Substituting Water for Artificially Sweetened Beverages on Glycemic and Weight Measures in People With Type 2 Diabetes) baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional 《Diabetes Care》 yang diterbitkan oleh American Diabetes Association (ADA).

Apakah ini 'pengkhianatan minuman zero' atau 'batasan air'? Hubungan kompleks dalam pola makan penderita diabetes

Hasil penelitian ini menarik perhatian karena membongkar anggapan bahwa minum air bersih adalah yang terbaik untuk kesehatan. Namun, para ahli mengatakan bahwa hasil ini tidak serta merta berarti "minuman zero yang mengandung pemanis buatan lebih baik untuk kesehatan daripada air."

Di balik hasil uji klinis ini terdapat berbagai faktor metabolik dan perilaku yang terlibat. Penyebab yang paling mungkin adalah 'mekanisme kompensasi' psikologis dan fisik. Ketika pasien yang terbiasa dengan rasa manis yang kuat dari pemanis buatan tiba-tiba hanya minum air, otak mereka berusaha mencari rasa manis atau karbohidrat dari makanan lain untuk mengisi kekurangan kepuasan.

Dengan kata lain, kalori yang diperoleh dari peningkatan asupan camilan atau makanan bisa lebih banyak daripada kalori yang dikurangi dari minuman. Ini menunjukkan bahwa strategi penggantian yang sederhana dengan membatasi satu jenis makanan dapat merusak keseimbangan keseluruhan pola makan.

Faktor lain yang mungkin berperan adalah bahwa peserta telah mengonsumsi minuman pemanis buatan selama rata-rata sekitar 27 tahun. Pola makan, pengaturan rasa kenyang, dan sistem persepsi rasa manis mereka mungkin sudah terpengaruh oleh pola pemanis buatan. Perubahan mendadak dalam minuman dapat mengguncang keseimbangan halus pola hidup mereka dan menyebabkan penurunan sementara pada indikator gula darah. Oleh karena itu, peningkatan HbA1c pada kelompok yang terus minum air dapat diinterpretasikan sebagai hasil dari perubahan perilaku dan kebiasaan makan akibat perubahan minuman, bukan masalah dari minuman itu sendiri.

Pesan utama dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan diabetes tidak terfokus pada satu jenis minuman. Gula darah merupakan hasil dari banyak faktor, termasuk komposisi pola makan, tingkat aktivitas fisik, tidur, stres, dan penggunaan obat. Mengganti minuman dengan air saja tanpa mengubah kebiasaan makan lainnya atau bersikap lengah akan sulit untuk diharapkan dapat memperbaiki gula darah.

Penderita diabetes harus menghindari minuman seperti Coca-Cola yang mengandung banyak gula. Minuman seperti ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah, mengganggu pengendalian gula darah, dan meningkatkan risiko komplikasi. Mengonsumsi minuman zero yang mengandung pemanis buatan bisa menjadi pilihan kedua, tetapi cara terbaik adalah minum air putih atau air mineral. Minuman zero tidak langsung meningkatkan gula darah, tetapi dapat mempertahankan ketergantungan pada rasa manis, sehingga dapat menghambat perbaikan pola makan dalam jangka panjang, oleh karena itu konsumsi berlebihan harus dihindari.

[Pertanyaan yang Sering Diajukan]

Q1. Apakah ini berarti penderita diabetes boleh minum minuman zero yang mengandung pemanis buatan seperti Coca-Cola Zero sebanyak yang mereka mau?

A1. Tidak. Penelitian ini tidak menunjukkan bahwa minuman yang mengandung pemanis buatan lebih baik untuk kesehatan dibandingkan air, melainkan menunjukkan bahwa hanya mengganti satu jenis minuman dengan air tidak akan langsung memperbaiki gula darah. Sebaliknya, ketika rasa manis tiba-tiba hilang, mekanisme kompensasi untuk mencari makanan lain dapat berfungsi dan menyebabkan kegagalan dalam pengendalian gula darah, sehingga penting untuk mengelola pola makan secara keseluruhan.

Q2. Mengapa kadar HbA1c pada kelompok yang minum air justru meningkat?

A2. Tim peneliti menyebutkan dua penyebab utama. Pertama, faktor psikologis dan perilaku, di mana ketidakmampuan menikmati rasa manis dari minuman dapat menyebabkan peningkatan asupan karbohidrat atau camilan. Kedua, peserta telah beradaptasi dengan pemanis buatan selama rata-rata 27 tahun, sehingga perubahan mendadak dapat mengguncang keseimbangan metabolisme tubuh secara sementara.

Q3. Bagaimana sebaiknya penderita diabetes memilih minuman?

A3. Mengonsumsi minuman zero yang mengandung pemanis buatan tidak secara langsung meningkatkan gula darah, jadi tidak perlu merasa enggan untuk meminumnya. Namun, penting untuk memperhatikan agar tidak mengonsumsi lebih banyak kalori atau karbohidrat dari makanan lain saat mengonsumsi minuman zero. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan asupan air, tetapi dengan mengubah kebiasaan secara perlahan sambil menjaga keseimbangan nutrisi dalam pola makan secara keseluruhan dan berolahraga.

×