“Siapa yang ingin duduk sepanjang hari?”…Jika tidak bisa, ‘geraklah dari kursi’

| masukan:
Duduk terlalu lama dapat mengurangi sirkulasi darah dan kecepatan metabolisme energi. Begitu sore tiba, punggung terasa kaku dan bahu menjadi berat, serta konsentrasi menurun drastis. Foto=Clipart Korea

Bagi orang yang menghabiskan sebagian besar waktu kerja di depan meja, pernyataan ‘seringlah berdiri dan bergerak’ tidaklah realistis. Dalam lingkungan yang dipenuhi rapat, pekerjaan di komputer, dan tenggat waktu, duduk lama bukanlah pilihan, melainkan hampir menjadi keharusan. Masalahnya bukanlah fakta bahwa kita duduk, tetapi bahwa selama waktu itu tubuh hampir tidak bergerak. Jika Anda harus bekerja dalam posisi duduk untuk waktu yang lama, sekarang adalah saatnya untuk mencari cara agar tubuh tetap aktif, bukan menyalahkan postur.

Bukan kursinya, tetapi ‘keadaan diam’ yang menjadi masalah

Duduk terlalu lama dapat mengurangi penggunaan otot bagian bawah, terutama otot bokong dan paha. Ini menyebabkan sirkulasi darah dan kecepatan metabolisme energi menurun. Beban ini secara alami akan terakumulasi di punggung, leher, dan bahu. Begitu sore tiba, punggung terasa kaku dan bahu menjadi berat, serta konsentrasi menurun drastis. Banyak orang bertanya, “Mengapa tubuh saya terus merasa tidak nyaman meskipun saya berolahraga?” tetapi masalahnya terletak pada berapa lama tubuh tetap diam dibandingkan dengan satu jam olahraga sehari. Bukan kursinya, tetapi keadaan diam yang merusak tubuh.

‘Waktu duduk berturut-turut’ lebih berbahaya

Fokus terbaru dalam manajemen kesehatan adalah pada berapa lama kita duduk sekaligus, bukan total waktu duduk dalam sehari. Jika kita tetap dalam posisi yang sama selama satu jam, dua jam, atau lebih, otot akan mengencang dan pembuluh darah akan tertekan. Jika kondisi ini berulang, nyeri punggung, nyeri leher, dan pembengkakan bagian bawah tubuh dapat menjadi hal yang biasa. Solusi yang realistis adalah memberikan sinyal kepada tubuh setiap 30-60 menit. Jika sulit untuk bangkit dari kursi, maka bergerak meskipun dalam posisi duduk menjadi strategi bertahan hidup yang realistis.

‘Gerakan menyelamatkan’ yang mungkin dilakukan di atas kursi

Gerakan mengangkat dan menurunkan tumit saat duduk adalah cara paling sederhana untuk merangsang aliran darah di bagian bawah tubuh. Hanya dengan memutar pergelangan kaki perlahan, otot betis akan terbangun. Pindahkan bokong ke tepi kursi dan tegakkan punggung, kemudian kencangkan otot perut dan tahan selama 10 detik untuk mengaktifkan otot inti. Mengangkat bahu ke arah telinga dan kemudian melepaskannya adalah gerakan yang mengurangi ketegangan di leher dan otot trapezius. Semua gerakan ini memberikan rangsangan yang jelas pada tubuh tanpa mengganggu alur kerja.

Jika Anda bergerak saat duduk, kelelahan akan berbeda

Gerakan kecil ini tidak dapat menggantikan olahraga di gym. Namun, ini pasti memperlambat kecepatan kerusakan tubuh. Mengapa orang yang sebelumnya merasa kaki berat dan punggung kaku kini merasa 'tidak sepekat dulu'? Karena ada juga kasus di mana fluktuasi gula darah yang tajam atau pembengkakan bagian bawah tubuh berkurang. Gerakan besar yang mencolok tidak selalu diperlukan. Yang penting adalah frekuensi gerakan, bukan intensitasnya. Orang yang sering bergerak meskipun tidak besar pada akhirnya akan menjaga kondisi tubuh mereka sepanjang hari.

Jika Anda harus duduk lama, bertahanlah seperti ini!

Merubah lingkungan kerja dalam semalam tidaklah mudah. Jadi, pilihan jelas. Akui kenyataan duduk lama, tetapi tetaplah membangunkan tubuh di dalamnya. Gerakan kecil di atas kursi bukanlah kebiasaan sepele, tetapi merupakan cara bertahan hidup minimum bagi orang yang bekerja dalam posisi duduk untuk waktu yang lama. Jika tidak bisa mengurangi waktu duduk, maka selama duduk, Anda harus bergerak. Lakukan peregangan ringan untuk bagian atas tubuh seperti memutar leher dan bahu, sambil memberikan sedikit gerakan pada bagian bawah tubuh dan mengubah posisi. Ini adalah strategi umum bagi mereka yang dapat bertahan lama.

×