
Celltrion mengumumkan pada tanggal 27 bahwa perusahaan telah memperoleh persetujuan izin edar dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang untuk biosimilar Xolair ‘Omliclo’ (nama zat aktif: omalizumab), obat terapi penyakit alergi, serta biosimilar Eylea ‘Idenzelt’ (nama zat aktif: aflibercept), obat terapi penyakit mata.
Melalui persetujuan ini, Celltrion dapat memperluas cakupan bidang terapinya di Jepang secara signifikan hingga mencakup asma dan penyakit mata, sekaligus memperkuat pengaruhnya di pasar setempat.
Omliclo menjadi biosimilar Xolair pertama yang mendapatkan persetujuan di Jepang, sehingga mengamankan posisi sebagai pelopor (first mover). Omliclo telah memperoleh persetujuan untuk seluruh indikasi yang dimiliki obat originator, termasuk asma bronkial, urtikaria kronis idiopatik, dan rinitis alergi musiman. Dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan bagi pasien, produk ini disetujui dalam dua bentuk sediaan: prefilled syringe dan autoinjector.
Xolair, obat originator dari Omliclo, merupakan produk blockbuster yang mencatat penjualan global sekitar 7,6 triliun won pada tahun lalu.
Idenzelt akan memasuki pasar dengan mengamankan indikasi utama penyakit mata seperti degenerasi makula dan edema makula diabetik. Idenzelt juga memperoleh persetujuan untuk dua bentuk sediaan, yaitu vial dan prefilled syringe.
Eylea, obat originator, merupakan terapi oftalmologi terkemuka yang membukukan penjualan global sekitar 8,5 triliun won pada tahun lalu.
Celltrion berencana mempercepat peluncuran produk-produk yang baru disetujui ke pasar serta memperluas pangsa pasar sejak dini, dengan bertumpu pada know-how keberhasilan produk utama seperti Herzuma, Vegzelma, dan Remsima yang mencatat pangsa pasar dominan di Jepang.
Seorang perwakilan Celltrion menyatakan, “Persetujuan simultan untuk Omliclo dan Idenzelt akan menjadi momentum untuk semakin memperkuat pengaruh Celltrion di pasar Jepang.”
