“Botox dan Penyesalan?”…Kesalahan ‘ini’ yang Paling Banyak Terjadi Saat Pertama Kali, Apa Itu?

| masukan:

[Rahasia Kulit Awet Muda]

Para ahli secara umum menekankan bahwa kriteria utama Botox pertama bukanlah penghilangan kerutan, tetapi kealamian ekspresi wajah. Foto=Clipart Korea

Reaksi "ekspresi wajah terasa canggung", "rasanya berbeda dari yang dipikirkan" setelah mendapatkan Botox untuk pertama kalinya ternyata cukup umum. Meskipun prosedur tidak gagal, banyak yang menunjukkan bahwa kesalahan pemilihan yang berulang pada Botox pertama dapat berujung pada penyesalan. Sebenarnya, panduan prosedur dari klinik dermatologi dan bedah plastik di dalam negeri serta informasi penggunaan aman Botox (botulinum toxin) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan menyebutkan bahwa elemen yang mempengaruhi kepuasan Botox pertama lebih penting daripada teknik penyuntikan, yaitu penilaian awal, pengaturan dosis, dan penyesuaian ekspektasi.

Berpikir tidak akan melanjutkan perawatan’

Secara mengejutkan, banyak orang yang mendekati Botox pertama mereka sebagai pengalaman sekali saja. Efek Botox rata-rata bertahan 3-6 bulan, dan setelah itu fungsi otot perlahan-lahan pulih. Jika prosedur dilakukan tanpa memahami siklus ini dengan baik, saat efeknya hilang, orang cenderung merasa kecewa dengan mengatakan, "Kembali seperti semula dengan cepat".

Jika tidak ada kriteria untuk memutuskan apakah akan melanjutkan atau melakukan perawatan, tingkat kepuasan akan menurun drastis. Para ahli mengatakan penting untuk memahami bahwa efeknya bersifat sementara dan mungkin perlu dilakukan prosedur berulang sebelum Botox pertama, serta menetapkan kriteria pribadi sebelum memutuskan.

Kesalahan paling banyak adalah ‘hanya melihat kerutan’

Kesalahan paling umum pada Botox pertama adalah memutuskan prosedur hanya berdasarkan kerutan yang terlihat di cermin. Botox bukanlah prosedur yang meratakan permukaan kulit, tetapi melemahkan gerakan otot yang digunakan saat membuat ekspresi. Hasilnya dapat sangat berbeda tergantung pada otot mana yang digunakan saat tersenyum atau mengernyit.

Jika hanya karena "kerutan dahi mengganggu" maka dilakukan, posisi alis bisa turun atau tampak canggung saat tersenyum. Panduan luar negeri menekankan bahwa semakin awal prosedur, semakin penting untuk memeriksa ‘ekspresi saat bergerak’ daripada ‘kerutan dalam keadaan diam’.

Ambisi dosis, jalan pendek menuju penyesalan setelah Botox

Salah satu kesalahan yang paling sering disebutkan pada prosedur pertama adalah menggunakan dosis berlebihan dengan harapan perubahan yang jelas. Kerutan dapat dengan cepat berkurang, tetapi ada kemungkinan ekspresi terlihat berat atau canggung saat tersenyum. Terutama di area seperti dahi dan sekitar mata yang memiliki banyak otot halus, perbedaan dosis kecil dapat menyebabkan perubahan penampilan yang besar. Panduan klinis luar negeri menjelaskan bahwa Botox pertama sebaiknya dilakukan dengan ‘dosis minimum untuk melihat reaksi sebelum menyesuaikan’ sebagai standar yang lebih mendekati.

Perawatan setelah prosedur, lebih dari yang diharapkan mempengaruhi hasil

Faktor yang mempengaruhi hasil setelah Botox juga sering disebutkan adalah perawatan setelah prosedur. Jika segera setelah prosedur wajah digosok keras, langsung berbaring, atau melakukan olahraga berat atau minum alkohol, kemungkinan obat bergerak ke arah yang tidak diinginkan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpuasan seperti kelopak mata yang turun atau asimetri kiri dan kanan. Panduan dari klinik di dalam negeri juga secara umum menyarankan untuk tidak berbaring setidaknya 4 jam setelah prosedur, dan periode pembatasan untuk alkohol, olahraga berat, dan sauna bervariasi dari 24 jam hingga beberapa hari sesuai dengan petunjuk tenaga medis.

Kriteria Botox pertama tanpa penyesalan adalah ‘mempertahankan ekspresi’

Para ahli secara umum menekankan bahwa kriteria utama Botox pertama bukanlah penghilangan kerutan, tetapi kealamian ekspresi wajah. Meskipun kerutan tidak sepenuhnya hilang, jika penampilan menjadi lebih nyaman, maka itu mendekati pengalaman pertama yang sukses. Kesalahan paling umum pada Botox pertama adalah ambisi. Semakin banyak harapan untuk perubahan cepat, perbandingan dengan orang lain, dan ekspektasi yang berlebihan, semakin tinggi kemungkinan penyesalan. Pada awalnya, lebih baik menjadikan ‘seberapa alami bisa dipertahankan’ sebagai kriteria daripada ‘seberapa banyak bisa berubah’ sebagai pilihan yang paling aman.

×